Perkuat Produksi Nasional, Kementan Dorong Peningkatan Indeks Pertanaman di Lahan Oplah dan CSR
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti Saat Menghadiri Gerakan Tanam Serempak di Desa Suka Pulung, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Perkuat Produksi Nasional, Kementan Dorong Peningkatan Indeks Pertanaman di Lahan Oplah dan CSR

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian terus mempercepat peningkatan indeks pertanaman (IP) melalui Gerakan Tanam Serempak yang dipusatkan di Desa Suka Pulung, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Senin (31/8/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 25 provinsi pada lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 dan 2025 serta lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat produksi pangan nasional dan menjaga keberlanjutan swasembada pangan.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, didampingi Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Nurliana Harahap, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, perwakilan Pemerintah Kabupaten Langkat, serta kepala daerah dan jajaran pertanian di lokasi pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak.


Gerakan Tanam Serempak menjadi salah satu strategi Kementerian Pertanian untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang telah dibangun melalui program Oplah dan CSR. Melalui peningkatan frekuensi tanam, lahan yang tersedia diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan produksi pangan nasional.



Selain memperluas areal tanam, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman sehingga lahan dapat dimanfaatkan lebih intensif dan produktivitas pertanian terus meningkat dari waktu ke waktu.


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan.


Menurutnya, setiap lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah harus segera dimanfaatkan secara optimal agar mampu menghasilkan produksi yang berdampak langsung terhadap ketersediaan pangan nasional.


Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan Gerakan Tanam Serempak bukan sekadar kegiatan tanam bersama, melainkan gerakan nasional untuk meningkatkan indeks pertanaman, memperluas areal tanam, dan mempercepat produksi pangan melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani.


“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal,” ujarnya.


Menurut Arsanti, tujuan utama Gerakan Tanam Serempak adalah meningkatkan indeks pertanaman pada lahan Oplah dan CSR agar mampu menghasilkan dua hingga tiga kali musim tanam dalam setahun. Upaya tersebut menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat swasembada pangan.


“Target kita adalah mendorong peningkatan indeks pertanaman hingga IP 250 bahkan IP 300 pada lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah. Dengan peningkatan frekuensi tanam, produktivitas lahan akan semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani maupun ketahanan pangan nasional,” katanya.


Arsanti menjelaskan, Gerakan Tanam Serempak yang dilaksanakan hari ini merupakan pelaksanaan ke-13 sepanjang tahun 2026 dan menjadi kegiatan dengan target tanam terbesar dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.


“Gerakan tanam hari ini merupakan yang ke-13 dan memiliki target tertinggi, yaitu mencapai 70.000 hektare. Sebelumnya target tanam berada pada kisaran 50.000 hektare. Kami berharap dalam satu hingga dua hari ke depan target tersebut dapat tercapai,” ujarnya.


Arsanti menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan yang telah dicapai merupakan hasil kerja bersama petani, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan pertanian.


“Keberhasilan swasembada pangan adalah keberhasilan kita bersama. Karena itu, semangat kolaborasi harus terus dijaga agar produksi pangan nasional tetap meningkat dan berkelanjutan,” katanya.


Dalam menghadapi potensi El Nino, Kementerian Pertanian terus memperkuat langkah mitigasi melalui program pompanisasi dan irigasi perpompaan (Irpom) untuk memastikan ketersediaan air bagi pertanaman. Program tersebut menjadi strategi cepat pemerintah dalam mengalirkan air dari berbagai sumber ke lahan pertanian sehingga indeks pertanaman tetap dapat ditingkatkan meski menghadapi ancaman kekeringan.


Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah penyelamatan lahan yang berpotensi terdampak kekeringan melalui pemulihan fungsi lahan, bantuan benih, dan optimalisasi pengairan. Upaya tersebut sejalan dengan target Kementerian Pertanian untuk menyelamatkan hingga 95 persen lahan pertanian yang terancam kekeringan dan meminimalkan risiko puso di sentra-sentra produksi pangan.


Menurut Arsanti, penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam memastikan petani memperoleh informasi secara cepat terkait teknologi budidaya, kondisi iklim, pengelolaan air, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman sehingga proses produksi dapat berjalan optimal.


Berdasarkan data realisasi tanam periode Oktober 2025 hingga 30 Agustus 2026, luas tanam pada lokasi Oplah 2024 telah mencapai 700.288,73 hektare dengan IP 2,01. Sementara Oplah 2025 mencapai 877.595,51 hektare dengan IP 2,00, sedangkan CSR 2025 telah tertanami seluas 71.400,08 hektare dengan IP 1,16.


Dalam sesi dialog, Wakil Wali Kota Pagar Alam, Bertha, menyampaikan bahwa indeks pertanaman di wilayahnya telah mencapai IP 200 dan ditargetkan meningkat menjadi IP 300. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah daerah berharap adanya tambahan alat dan mesin pertanian bagi Brigade Pangan.


Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Akselerasi Standardisasi dan Program Strategis, Abdul Haris Bahrun, yang mengikuti kegiatan dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, melaporkan bahwa potensi pemanfaatan sumber air pada lahan Oplah di wilayahnya masih dapat terus dioptimalkan untuk mendukung peningkatan luas tanam.


Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menyampaikan kebutuhan benih untuk mendukung percepatan tanam pada areal sekitar 2.600 hektare serta melaporkan adanya potensi penambahan luas lahan program Cetak Sawah Rakyat di daerahnya.


Menanggapi berbagai masukan tersebut, Arsanti menegaskan bahwa seluruh laporan dan usulan dari pemerintah daerah akan segera ditindaklanjuti bersama unit teknis terkait. Khusus usulan penambahan luas Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Siak, koordinasi akan dilakukan dengan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian guna mendukung percepatan pengembangan areal tanam baru.


Arsanti juga menekankan pentingnya konsolidasi lahan oleh Brigade Pangan agar pengelolaan usaha tani menjadi lebih efisien. Dengan hamparan yang lebih luas, pemanfaatan alat dan mesin pertanian dapat dioptimalkan sehingga biaya produksi dapat ditekan, waktu tanam dipersingkat, dan produktivitas meningkat.


Ia mengingatkan pentingnya pelaporan yang cepat dan akurat terkait realisasi tanam, peningkatan indeks pertanaman, serta berbagai kendala di lapangan sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran.


Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, hingga petani di lokasi pelaksanaan.


Gerakan Tanam Serempak juga menjadi bagian dari upaya mendorong modernisasi pertanian dan memperkuat regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian nasional.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan, Mentan Amran: Jangan Biarkan Rakyat Ditipu

Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan, Mentan Amran: Jangan Biarkan Rakyat Ditipu

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam, untuk bersama-sama memerangi mafia pangan dan praktik penipuan yang merugikan rakyat. Menurutnya, pemberantasan mafia pangan merupakan bagian dari perjuangan mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus melindungi kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran pada Muktamar V Wahdah Islamiyah yang diselenggarakan di […]

Lepas Truk Bantuan Pangan di NTT, Mentan Amran: Ini Kemanusiaan, Harus Bergerak Cepat

Lepas Truk Bantuan Pangan di NTT, Mentan Amran: Ini Kemanusiaan, Harus Bergerak Cepat

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas langsung truk-truk bantuan pangan untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Labuan Bajo, Rabu (19/8). Membawa beras, minyak goreng, mi instan, gula, dan kebutuhan pangan lainnya, bantuan tersebut diperintahkan segera bergerak menuju titik-titik terdampak tanpa menunggu proses administrasi yang panjang. Bagi Mentan Amran, […]

Lewat Mekanisasi, Kementan Upayakan Residu Tanaman Miliki Nilai Tambah

Lewat Mekanisasi, Kementan Upayakan Residu Tanaman Miliki Nilai Tambah

Pilarpertanian – Jakarta — Kementerian Pertanian melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) mendorong perubahan paradigma dalam pengelolaan residu tanaman. Sisa panen yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah diarahkan menjadi sumber daya produktif yang dapat memberikan nilai tambah bagi petani melalui penerapan mekanisasi, layanan jasa alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pendekatan pertanian sirkular. […]

Tindak Tegas 13 Pegawai Kementan Terbukti Judol, Mentan Amran : Dicopot Permanen, Titik

Tindak Tegas 13 Pegawai Kementan Terbukti Judol, Mentan Amran : Dicopot Permanen, Titik

Pilarpertanian – Ketegasan dalam menegakkan disiplin menjadi bagian dari cara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membina jajaran Kementerian Pertanian. Menurutnya, memberikan sanksi tegas terhadap pegawai yang melakukan pelanggaran bukan semata-mata hukuman, melainkan bentuk tanggung jawab seorang pimpinan untuk mengarahkan bawahannya menjadi aparatur yang lebih baik. “Itulah bukti cinta saya pada mereka,” tegas Mentan Amran seusai […]

Mentan Amran: Presiden Perintahkan Kirim Pompa, 200 Unit Langsung Dikerahkan untuk Tangani Karhutla

Mentan Amran: Presiden Perintahkan Kirim Pompa, 200 Unit Langsung Dikerahkan untuk Tangani Karhutla

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, Kementan mengirim 200 unit pompa air ke empat provinsi di Kalimantan untuk mendukung upaya pemadaman. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan arahan Presiden Prabowo disampaikan pada malam hari dan langsung ditindaklanjuti Kementan pada keesokan […]

Mentan Amran di Musda MUI Sulsel: Saatnya Kawal Indonesia Menuju Negara Superpower

Mentan Amran di Musda MUI Sulsel: Saatnya Kawal Indonesia Menuju Negara Superpower

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras menjadi bukti bahwa target besar bangsa dapat diwujudkan melalui kerja keras, keberanian mengambil keputusan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak para ulama untuk turut mengawal transformasi Indonesia menuju negara maju dan berdaulat. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran […]

Komisi IV DPR RI Apresiasi Kementan Jaga Swasembada, Dorong Penguatan Anggaran Pertanian 2027

Komisi IV DPR RI Apresiasi Kementan Jaga Swasembada, Dorong Penguatan Anggaran Pertanian 2027

Pilarpertanian – Komisi IV DPR RI mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian dalam menjaga swasembada pangan nasional. Di tengah tantangan sektor pertanian dan kondisi iklim yang dinamis, Kementan dinilai mampu menjaga swasembada, khususnya beras dan jagung. Dukungan terhadap kinerja tersebut turut diikuti dorongan agar anggaran Kementan pada 2027 diperkuat. Apresiasi tersebut disampaikan anggota Komisi IV DPR RI […]

Gerakan Tanam Serempak Perkuat Produksi Pangan dari Lahan Oplah dan CSR

Gerakan Tanam Serempak Perkuat Produksi Pangan dari Lahan Oplah dan CSR

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali melaksanakan Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (21/8/2026) sebagai upaya meningkatkan indeks pertanaman (IP), memperluas areal tanam, dan memperkuat produksi pangan nasional. Kegiatan dipusatkan di Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, dan dilaksanakan serempak di 25 provinsi pada lokasi Optimalisasi […]

Aspirasi Puncak Papua Direspons, Mentan Amran Siap Kirim Alsintan dan Bidik 500 Hektare Kopi

Aspirasi Puncak Papua Direspons, Mentan Amran Siap Kirim Alsintan dan Bidik 500 Hektare Kopi

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons langsung aspirasi Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dengan menyiapkan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani di 25 distrik. Tak hanya alsintan, Mentan Amran juga membuka pengembangan kopi Arabika secara bertahap hingga 500 hektare untuk memperkuat sumber ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan tersebut. Dukungan tersebut […]