Budi Daya Padi Ramah Lingkungan Solusi Pulihkan Kesuburan Tanah, Tingkatkan Provitas
Budi Daya Padi Ramah Lingkungan oleh Petani Merupakan Solusi Meningkatkan Keuntungan.

Budi Daya Padi Ramah Lingkungan Solusi Pulihkan Kesuburan Tanah, Tingkatkan Provitas

Pilarpertanian - BTS (Bimbingan Teknis Sosialisasi) Propaktani yang diselenggarakan setiap hari, pada episode ke 281 Tanggal 12 Januari 2022 mengangkat Tema Menarik Budi Daya Padi Ramah Lingkungan.


Acara yang diinisiasi Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian merupakan upaya nyata untuk mencerahkan para petani terkait dengan inovasi dan teknologi budi daya pertanian, dan juga ajang bertukar pikiran, diskusi, sambung rasa dari berbagai kalangan. Apakah mereka yang berbasis akademisi. Apakah mereka yang berasal dari kalangan peneliti, penyuluh pertanian, kelembagaan/organisasi petani dan para petani itu sendiri.


Ketua Harian DPD HKTI Jabar, Entang Sastraadmadja berpendapat dari apa yang menjadi penyampaian Bimtek oleh para Narasumber dapat ditegaskan, pola tanam padi ramah lingkungan adalah teknologi budi daya padi sawah dengan penerapan pola tanam jajar legowo, pengairan berselang, pemupukan berimbang dan penggunaan biopestisida. “Sawah tidak perlu diairi terus menerus, tidak perlu banyak pupuk kimia dan tambahkan pupuk organik,” sebutnya.


Budi daya padi ramah lingkungan, pada dasarnya akan sangat ditentukan oleh benih padi yang akan ditanam, dosis dan jenis pupuk yang tepat, pengairan yang sesuai dengan kebutuhan, penggunaan bio pestisida yang cocok dan keberadaan para Penyuluh Pertanian di lapangan. “Dari perbincangan tentang bimtek secara daring ini ada beberapa catatan penting yang perlu dijadikan pencermatan kita bersama,” sebutnya.



Pertama, tentu saja terkait dengan penggunaan benih padi yang akan dibudidayakan. Benih yang akan digunakan, sebaiknya sudah bersertifikat. Kita harus hati-hati memilih benih padi ini. Sekarang ini banyak benih padi yang memiliki waktu lebih singkat untuk di panen dengan produksi yang cukup tinggi. Kita juga memiliki benih yang tahan kekeringan. Sekarang tinggal dipilih, mana yang akan dibudidayakan.


Dalam hal ini, peran Penyuluh Pertanian menjadi sangat penting. Penyuluh inilah yang akan melakukan proses pembelajaran kepada para petani terkait varietas padi apa yang cocok dikembangkan untuk budi daya padi ramah lingkungan. Apa yang dihasilkan para peneliti, sudah seharusnya disampaikan kepada para penyuluh secara terang benderang, sehingga para Penyuluh akan dapat mengajarkannya kepada petani secara benar.


Proses Penyuluhan Pertanian seperti ini kelihatan butuh sinergi dan kolaborasi antara Ditjen Tanaman Pangan dengan BP2SDM Kementerian Pertanian. Tanpa ada kerja sama yang berkualitas, mulai dari sisi perencanaan hingga pelaksanaannya, boleh jadi masing-masing eselon 1 di Kementan bakalan asyik dengan tugas dan fungsinya masing-masing.


Kedua, terkait dengan proses pemupukan. Budi daya padi ramah lingkungan, sepatutnya lebih mengutamakan penggunaan pupuk organik ketimbang memakai pupuk kimia. Namun dengan berbagai pertimbangan, kelihatannya kita masih belum siap untuk menyetop pemakaian pupuk an-organik untuk menggantikannya dengan pupuk organik secara totalitas.


Namun begitu, suka atau pun tidak, secara keputusan politik, kita sudah harus berani mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mensubsitusinya dengan pupuk organik. Disinilah perlunya ada revitalisasi dalam kebijakan pupuk bersubsidi. Revitalisasi adalah “giving a new life“. Artinya perlu ada “darah baru” dalam Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.


Subsidi yang diberikan kepada pabrikan, sebaiknya diberi muatan agar pupuk organik menjadi salah satu prioritas pengembangan mereka ke depan. Sebab, kalau kita sudah berani akan mengembangkan budi daya padi ramah lingkungan, maka yang disebut pupuk organik adalah salah satu faktor yang menentukan sampai sejauh mana budi daya padi ramah lingkungan itu mengena pada apa yang diimpikannya itu.


Ketiga, terkait dengan komitmen dan konsistensi Pemerintah untuk menerapkan budi daya padi ramah lingkungan itu sendiri. Artinya, sampai sejauh mana kemauan politik yang demikian akan diikuti oleh tindakan politik di lapangan. Pemerintah, baik Pusat atau Daerah, harus betul-betul mendampingi, mengawal, mengawasi dan mengamankan kebijakan ini.


Hal ini penting dicatat, karena tanpa adanya dukungan maksimal dari Pemerintah, besar kemungkinan budi daya padi ramah lingkungan, bisa saja dihantam oleh kelompok yang tidak pro dengan pengembangan pupuk organik.


Sebetulnya banyak hal yang mengedepankan dalam Bimtek Daring yang berlangsung sekitar 3 jam efektif. Hanya, berdasarkan pengamatan yang dilakukan, Bimtek Daring semacam ini, memang merupakan langkah tepat untuk mencerahkan pemikiran kita terhadap hal-hal baru dalan pembangunan pertanian di negeri ini. Namun begitu, kita juga harus mampu memberi solusi nyata atas apa-apa yang diungkap oleh peserta Bimtek yang berjumlah sekitar 250 orang tersebut. Mereka adalah kekuatan kita, yang perlu dioptimalkan keberadaannya.


Di tempat terpisah, Dirjen Tanaman Pangan Suwandi menyampaikan bahwa budi daya Padi Ramah Lingkungan (BPRL) merupakan salah satu kegiatan regular maksimum di tahun 2022 dan dialokasikan stimulan bantuan pemerintah seluas 10.800 hektar di 12 Provinsi 55 Kabupaten.


“Kegiatan ini merupakan upaya dalam rangka peningkatan produksi dengan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan keberlanjutan budi daya kedepan. Dengan pemulihan kesuburan lahan, tentunya produktivitas hasil panen akan meningkat dan berdampak pada peningkatan pendapatan petani,” pungkas Suwandi.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

BPS: Periode 2019 Sampai Juni 2022, Cadangan Beras Nasional Surplus

BPS: Periode 2019 Sampai Juni 2022, Cadangan Beras Nasional Surplus

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) merilis survei cadangan beras nasional (SCBN) 2022. Survei ini meliputi penghitungan ketersediaan cadangan beras di tingkat rumah tangga, penggilingan, pedagang beras, bulog, horeka, industri dan pengolahan. “Berdasarkan hasil survei, stok beras nasional periode 31 Maret 2022 mencapai 9,11 juta ton beras. Kemudian pada 30 April […]

BPS Pastikan Data Stok Beras Nasional Akurat dan Valid

BPS Pastikan Data Stok Beras Nasional Akurat dan Valid

Pilarpertanian – Deputi Bidang Statistik dan Produksi BPS, Habibullah memastikan data terakhir stok beras nasional yang disurvei Kementerian Pertanian dan BPS merupakan data valid yang sudah melalui penghitungan cepat melalui metode kerangka sample area (KSA). BPS, kata Habibullah mengapresiasi upaya tersebut karena bisa menjadi modal untuk meningkatkan produksi nasional. “Apresiasi dari kami BPS tentunya Kementerian […]

Kementan Dorong Peningkatan Produksi Dengan Penggunaan Bahan Organik Ramah Lingkungan

Kementan Dorong Peningkatan Produksi Dengan Penggunaan Bahan Organik Ramah Lingkungan

Pilarpertanian – Di tengah Krisis Global Sektor Pertanian menjadi andalan untuk membangun Kemandirian Pangan, serta Pertanian berkontribusi bagi PDB, ekspor naik 38% dan NTP naik signifikan. Indonesia 3 tahun tidak impor beras. Kementan terus melakukan upaya-upaya peningkatan produksi yang ditargetkan naik menjadi 31 juta ton beras, dengan tetap mengutamakan Efisiensi Biaya Produksi dan Pertanian Keberlanjutan. […]

Pertanian Menjadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pertanian Menjadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Pilarpertanian – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan sektor pertanian memiliki andil sebesar 12,98 persen pada pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2022. Mengamati andil besar sektor pertanian di pembangunan nasional, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meyakini sektor pertanian juga punya kontribusi sangat besar terhadap pembangunan ekonomi daerah. “Pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia sekaligus daerah-daerah […]

Ekonomi di Lampung Tumbuh Positif, Sektor Pertanian Jadi Penyangganya

Ekonomi di Lampung Tumbuh Positif, Sektor Pertanian Jadi Penyangganya

Pilarpertanian – Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi merespon positif tingginya angka produksi pertanian Indonesia selama beberapa tahun terkahir. Di Lampung, kata Arinal, sektor pertanian mampu menjaga laju ekonomi sebesar 9,12 persen (QtoQ) dan 5,22 persen (YonY). Dengan demikian, kata dia, ekonomi Lampung Tahun 2021 tumbuh sebesar 2,79 persen atau naik 1,67 persen apabila dibandingkan Tahun 2020 […]

Kejar Zero PMK di Banten, Irjen Kementan Awasi Vaksinasi Ternak

Kejar Zero PMK di Banten, Irjen Kementan Awasi Vaksinasi Ternak

Pilarpertanian – Sejak terjadi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di beberapa daerah, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian terus mendorong pelaksanaan vaksinasi pada ternak. Untuk mencapai zero kejadian PMK dan proses vaksinasi berjalan sesuai harapan, Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan) meningkatkan pengawasan vaksinasi. Seperti saat Irjen Kementerian Pertanian, Jan Samuel Maringka melakukan pengawasan […]

Jaga Ketahanan Pangan Kementan Adakan Bimtek Tanam Sayuran di Pekarangan

Jaga Ketahanan Pangan Kementan Adakan Bimtek Tanam Sayuran di Pekarangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia dalam pengembangan hortikultura. Salah satu upaya yang dilakukan di antaranya melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) untuk para petani dan pelaku usaha. Baru – baru ini, Ditjen Hortikultura menggelar bimtek budidaya sayuran di pekarangan rumah yang berlokasi di Aceh. Acara yang diselenggarakan di Serambi […]

BPS: Stok Beras April 2022: 10,15 Juta Ton dan Tiap Bulan Ada Panen

BPS: Stok Beras April 2022: 10,15 Juta Ton dan Tiap Bulan Ada Panen

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) merilis survei cadangan beras nasional (SCBN) 2022. Survei ini meliputi penghitungan ketersediaan cadangan beras di tingkat rumah tangga, penggilingan, pedagang beras, bulog, horeka, industri dan pengolahan. “Berdasarkan hasil survei, stok beras nasional periode 31 Maret 2022 mencapai 9,11 juta ton beras. Kemudian pada 30 April […]

Bupati Bima: Sektor Pertanian Jadi Program Prioritas Jangka Panjang

Bupati Bima: Sektor Pertanian Jadi Program Prioritas Jangka Panjang

Pilarpertanian – Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri mengapresiasi tingginya produksi pertanian Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pertanian terbukti mampu menjadi bantalan ekonomi selama pandemi. Karena itu, Indah mengatakan, ke depan program prioritasnya adalah membangun pertanian yang berkembang dan berkelanjutan. “Alhamdulillah perekonomian di Kabupaten Bima masih stabil meskipun di tengah badai Pandemi Covid-19. Hal itu […]