Dunia Krisis Pangan, Indonesia Justru Surplus Berkat Kerja Mentan Amran dan Tim Pertanian
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Saat Menghadiri Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Tuban, Jawa Timur.

Dunia Krisis Pangan, Indonesia Justru Surplus Berkat Kerja Mentan Amran dan Tim Pertanian

Pilarpertanian - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pangan merupakan fondasi utama ketahanan dan keberlangsungan sebuah negara. Di tengah dunia yang menghadapi krisis pangan dan energi, Indonesia justru menunjukkan capaian positif dengan meningkatnya produksi pangan nasional dan menguatnya swasembada.


“Tidak mungkin suatu negara bertahan tanpa produksi pangan yang lancar, aman, dan berkesinambungan. Bukan sekali panen bagus, besok tidak bagus,” kata Presiden Prabowo saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam penguatan sektor pangan nasional, khususnya tim pertanian yang dipimpin Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.


“Saya terima kasih tim pertanian, tim pangan saya sangat baik, sangat kuat dipimpin Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian, Kepala Badan, Bulog, Agrinas, semuanya, dan didukung Panglima TNI serta Kapolri dan jajarannya,” ucapnya.



Presiden Prabowo bahkan secara khusus memuji percepatan capaian swasembada pangan nasional yang dinilainya melampaui target pemerintah. “Di sini saya kira adalah karena leadership kepemimpinan. Kalau bagus, kita akui bagus. Kalau baik kita akui baik. Dan dalam organisasi, kalau organisasi baik berarti pemimpinnya baik. Menteri Pertanian saya kasih target 4 tahun (swasembada pangan), ternyata satu tahun bisa,” ujar Presiden disambut tepuk tangan peserta.


Menurut Presiden Prabowo, keberhasilan sektor pangan menjadi sangat strategis di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Ia menyebut banyak negara kini menghadapi tekanan akibat krisis energi, gangguan rantai pasok, hingga ancaman pangan dunia. Oleh karena itu, Indonesia harus memperkuat kedaulatan pangan melalui peningkatan produksi, inovasi, dan hilirisasi pertanian.


Selain itu, Presiden Prabowo menilai keberhasilan menjaga pangan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, BUMN, penyuluh, hingga petani dan kelompok tani di lapangan.


“Masalah swasembada pangan ini tidak mungkin kita capai tanpa dukungan semua pihak. Dari para gubernur, para bupati, camat, kepala desa, para gapoktan, dari Perum BUMN yang mendukung, Pupuk Indonesia, yang menghasilkan benih, juga semua BUMN yang mendukung, dan akhirnya TNI dan Polri di tingkat lapangan,” ungkapnya.


Presiden Prabowo juga menceritakan kedekatan emosionalnya dengan petani sejak masih aktif di militer. Menurutnya, pengalaman di lapangan membuat dirinya memahami bahwa pangan adalah penentu utama keberhasilan sebuah negara.


“Para petani dan nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara. Karena itu siapa pun yang ingin negara ini kuat harus fokus pada pangan,” ujarnya.


Sebagaimana diketahui, di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian nasional dalam setahun terakhir mencatat lonjakan produksi di sejumlah komoditas strategis. Produksi beras nasional meningkat signifikan sebesar 34,69 juta ton di tahun 2025, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menembus level tertinggi hingga 5,3 juta ton, sementara produksi jagung terus diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan dan pakan nasional. Kondisi tersebut membuat Indonesia berada pada posisi yang lebih kuat di tengah banyak negara yang masih menghadapi tekanan pangan global.


Pemerintah juga terus mempercepat berbagai langkah strategis mulai dari optimalisasi lahan, percepatan tanam, modernisasi pertanian, distribusi pupuk, penguatan benih unggul, hingga hilirisasi komoditas pangan. Upaya tersebut diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, BUMN pangan, penyuluh, dan petani di seluruh Indonesia.


Di tengah ketidakpastian global, Indonesia kini tidak hanya mampu menjaga ketersediaan pangan dalam negeri, tetapi juga mulai menunjukkan diri sebagai kekuatan pangan baru dunia. Presiden Prabowo menegaskan, keberhasilan tersebut harus terus dijaga dengan kerja keras, inovasi, dan keberpihakan penuh kepada petani sebagai garda terdepan ketahanan nasional.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membuka pendataan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk penyaluran pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2027 pada Selasa, 22 September 2026. Dalam proses ini, Kementan memperketat validasi data agar penerima dan kebutuhan pupuk benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Pemutakhiran data mencakup identitas petani, luas dan lokasi lahan, komoditas […]

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (18/9/2026) sebagai upaya mempercepat penanaman, meningkatkan indeks pertanaman (IP), serta memperkuat produksi pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di Desa Bandar Laksamana, Kecamatan Saba Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dan dilaksanakan […]

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi bagi Brigade Pangan Model dan Penanggung Jawab (LO) Brigade Pangan Kabupaten/Kota yang berlangsung di BBPMKP Ciawi, Bogor, pada 15–17 September […]

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan skema pembiayaan pengembangan industri bioetanol nasional yang akan melibatkan BUMN, swasta, dan masyarakat. Pemerintah menyiapkan kepastian lahan dan legalitas kawasan, sementara rakyat didorong menjadi bagian dari ekosistem usaha agar manfaat ekonomi pengembangan bioetanol dapat dirasakan secara luas. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai Rapat Program Khusus […]

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan produksi pangan nasional, khususnya beras terus dijaga untuk mempertahankan ketahanan pangan dan keberlanjutan swasembada. Pada saat yang sama, sektor pertanian juga siap mendukung agenda kemandirian energi nasional melalui pengembangan energi berbasis sumber daya domestik. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana […]

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Amran menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (24/9) pagi. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum para petani melakukan aksi demonstrasi bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional. Mentan Amran langsung menemui para petani setelah mendengar kedatangan mereka seusai salat subuh. Ia memilih berdialog […]

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

Pilarpertanian – Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19, meningkat 1,05 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada pada level 127,84. Capaian tersebut menjadi level tertinggi dan menunjukkan penguatan posisi ekonomi petani seiring harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi dibandingkan biaya yang harus dibayarkan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan peningkatan […]

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Pilarpertanian – Upaya pengembangan potensi varietas lokal kopi di Kabupaten Sumba Barat Daya terus diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Budidaya Kopi yang dilaksanakan di Desa Laga Lete, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam kegiatan tersebut, Nani Suwarni, Pemeriksa PVT Ahli Madya, menyampaikan materi mengenai kebijakan dan mekanisme pendaftaran varietas lokal, khususnya […]

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan yang berhasil menggagalkan upaya importasi ilegal beras dan garam. Menurut Mentan Amran, penindakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi 115 juta petani Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. “Pak Menkeu, Pak Dirjen, mewakili petani 115 juta orang saya […]