Mentan Amran Batalkan Rapat Penting di Jakarta Demi Entaskan Kemiskinan di Alor
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Saat Mengunjungi dan Berdialog dengan Masyarakat di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Mentan Amran Batalkan Rapat Penting di Jakarta Demi Entaskan Kemiskinan di Alor

Pilarpertanian - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta dan memilih terbang langsung ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (8/8). Keputusan tersebut diambil setelah Amran mendengar langsung aspirasi mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, saat mengisi kuliah umum di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Kamis (6/8).


Dalam kesempatan tersebut, Adriano menyampaikan kondisi masyarakat Alor, mulai dari persoalan harga dan distribusi beras hingga kebutuhan dukungan pemerintah untuk mengembangkan sektor pertanian. Aspirasi tersebut kemudian mendorong Mentan Amran untuk tidak berhenti pada respons dari Jakarta, tetapi turun langsung melihat kondisi masyarakat dan potensi pertanian Alor.


Mentan Amran mengatakan, dirinya sengaja membatalkan agenda rapat pimpinan karena ingin memastikan persoalan yang disampaikan mahasiswa tersebut dapat segera ditindaklanjuti di lapangan.


“Insyaallah kami langsung turun. Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta dan langsung terbang ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi di bawah naungan Kementerian Pertanian,” kata Mentan Amran.



Menurut Mentan Amran, aspirasi Adriano menunjukkan bahwa suara mahasiswa dapat menjadi pengingat penting bagi pemerintah mengenai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat di daerah.


“Dia membawa aspirasi rakyat, bukan kepentingan pribadi. Saya bangga dengan Adriano, ini putra terbaik NTT. Aspirasi seperti ini harus kita kawal karena mereka membaca denyut nadi masyarakat, mengetahui apa yang benar-benar dibutuhkan rakyat,” tegas Mentan Amran.


Setibanya di Alor, Mentan Amran langsung meninjau sejumlah lokasi dan berdialog dengan pemerintah daerah serta masyarakat. Dari peninjauan tersebut, Ia menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi salah satu sasaran utama intervensi Kementerian Pertanian di Alor.


Mentan Amran melihat sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Alor. Karena itu, pemerintah menyiapkan strategi yang berjalan secara bersamaan, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan dalam jangka pendek hingga pengembangan komoditas perkebunan yang dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dalam jangka panjang.


“Di sini kemiskinan masih tinggi. Solusi tercepatnya adalah pertanian. Karena itu, kita kerjakan yang jangka pendek dan jangka panjang sekaligus. Beras kita amankan, benih kita berikan, alsintan dan pompa kita siapkan. Setelah itu kita bangun tanaman jangka panjang seperti kelapa, kakao, dan mete,” kata Mentan Amran.


Untuk kebutuhan pangan, Mentan Amran memastikan ketersediaan beras di Alor harus aman dan masyarakat memperoleh harga yang terjangkau. Ia juga meminta Bulog memastikan stok tetap tersedia serta melakukan operasi pasar apabila dibutuhkan.


“Beras sudah aman, sudah ada di gudang. Harganya harus sama dengan Jakarta, sekitar Rp13 ribu. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang membeli beras dengan harga Rp25 ribu atau Rp30 ribu. Kalau dibutuhkan, Bulog lakukan operasi pasar,” tegasnya.


Selain beras, Kementerian Pertanian menyiapkan dukungan untuk percepatan produksi pangan melalui benih padi dan jagung, alat dan mesin pertanian, serta pompa untuk mendukung lahan yang memiliki sumber air. Dalam kunjungannya, Mentan Amran bahkan menambah sejumlah dukungan alsintan dan pompa berdasarkan kebutuhan yang disampaikan pemerintah daerah dan masyarakat.


Untuk jangka panjang, Mentan Amran mendorong pengembangan komoditas yang dinilai sesuai dengan kondisi agroklimat Alor, terutama kelapa, kakao, dan jambu mete. Pengembangan komoditas tersebut diharapkan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat karena dapat dipanen dalam jangka panjang.


“Kita targetkan tanaman minimal 10 ribu hektare di Alor. Kalau satu hektare dikelola satu keluarga, berarti ada 10 ribu keluarga yang mendapat sumber penghasilan. Kalau satu keluarga empat orang, sekitar 40 ribu orang bisa merasakan manfaatnya. Karena itu, kita harus kerja sungguh-sungguh agar kemiskinan di Alor bisa ditekan,” ujar Mentan Amran.


Mentan Amran menegaskan, intervensi tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah yang memberikan perhatian khusus kepada masyarakat yang membutuhkan. Dukungan berupa bibit dan biaya tanam diberikan pemerintah sehingga masyarakat tidak dibebani biaya awal.


“Bibitnya dari pemerintah, biaya tanamnya juga dari pemerintah. Gratis untuk rakyat. PPL harus mengawal sampai tumbuh dan berhasil. Ini kesempatan untuk membangun Alor dan mengubah kesejahteraan masyarakat,” katanya.


Dalam peninjauan tanaman kakao, Mentan Amran juga mengapresiasi pertumbuhan bibit yang telah dikembangkan di Alor. Menurutnya, tanaman perkebunan seperti kakao, kelapa, dan mete merupakan investasi jangka panjang yang dapat menopang kesejahteraan masyarakat selama puluhan tahun.


“Ini masa depan Alor. Kakao, mete, dan kelapa bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Yang penting sekarang kita tanam dengan bibit unggul dan kita kawal sampai berhasil,” ujar Mentan Amran.


Mentan Amran menegaskan, kunjungan langsung ke Alor menjadi bagian dari upaya memastikan program pemerintah tidak berhenti pada perencanaan dan penyaluran bantuan, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.


“Kita tidak boleh hanya berbicara dari Jakarta. Saya datang ke sini untuk melihat langsung, mendengar langsung, dan langsung memutuskan apa yang harus dikerjakan. Ada program jangka pendek, ada jangka panjang. Dua-duanya kita jalankan,” pungkas Mentan Amran.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membuka pendataan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk penyaluran pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2027 pada Selasa, 22 September 2026. Dalam proses ini, Kementan memperketat validasi data agar penerima dan kebutuhan pupuk benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Pemutakhiran data mencakup identitas petani, luas dan lokasi lahan, komoditas […]

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (18/9/2026) sebagai upaya mempercepat penanaman, meningkatkan indeks pertanaman (IP), serta memperkuat produksi pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di Desa Bandar Laksamana, Kecamatan Saba Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dan dilaksanakan […]

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan yang berhasil menggagalkan upaya importasi ilegal beras dan garam. Menurut Mentan Amran, penindakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi 115 juta petani Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. “Pak Menkeu, Pak Dirjen, mewakili petani 115 juta orang saya […]

Drone Turun ke Sawah Konawe, Kementan Uji Pertanian Modern untuk Kejar Swasembada Pangan

Drone Turun ke Sawah Konawe, Kementan Uji Pertanian Modern untuk Kejar Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus mempercepat swasembada pangan melalui optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman (IP), serta penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian. Langkah tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Bersama di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Desa Meraka, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (14/9/2026). Kegiatan tanam dilaksanakan pada hamparan lahan CSR seluas 112 hektare. Pada […]

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan skema pembiayaan pengembangan industri bioetanol nasional yang akan melibatkan BUMN, swasta, dan masyarakat. Pemerintah menyiapkan kepastian lahan dan legalitas kawasan, sementara rakyat didorong menjadi bagian dari ekosistem usaha agar manfaat ekonomi pengembangan bioetanol dapat dirasakan secara luas. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai Rapat Program Khusus […]

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi bagi Brigade Pangan Model dan Penanggung Jawab (LO) Brigade Pangan Kabupaten/Kota yang berlangsung di BBPMKP Ciawi, Bogor, pada 15–17 September […]

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan produksi pangan nasional, khususnya beras terus dijaga untuk mempertahankan ketahanan pangan dan keberlanjutan swasembada. Pada saat yang sama, sektor pertanian juga siap mendukung agenda kemandirian energi nasional melalui pengembangan energi berbasis sumber daya domestik. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana […]

Kementan: Digitalisasi Perizinan Pestisida Harus Beri Kepastian bagi Industri

Kementan: Digitalisasi Perizinan Pestisida Harus Beri Kepastian bagi Industri

Pilarpertanian – Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian, Indra Zakaria Rayuzman, menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan produk pestisida yang beredar memenuhi persyaratan mutu sekaligus memberikan pelayanan perizinan yang cepat, transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Hal itu disampaikan Indra saat membuka Pameran dan Seminar APROPI AgrochemBIZ Show […]

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

Pilarpertanian – Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19, meningkat 1,05 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada pada level 127,84. Capaian tersebut menjadi level tertinggi dan menunjukkan penguatan posisi ekonomi petani seiring harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi dibandingkan biaya yang harus dibayarkan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan peningkatan […]