Panen Perdana PM-AAS di Sidrap Lampaui Target, Hasil Capai 11,2 Ton per Hektare
Penerapan Program Pertanian Modern di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Panen Perdana PM-AAS di Sidrap Lampaui Target, Hasil Capai 11,2 Ton per Hektare

Pilarpertanian - Penerapan Program Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) kembali membuktikan keberhasilannya dalam meningkatkan produktivitas padi nasional.


Setelah sebelumnya mencatat hasil ubinan mencapai 10,43 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini PM-AAS di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mencetak capaian yang lebih tinggi. Panen perdana di kawasan PM-AAS seluas 100 hektare menghasilkan produktivitas mencapai 11,2 ton gabah per hektare, melampaui target sekaligus memperkuat efektivitas modernisasi pertanian yang dijalankan Kementerian Pertanian.


Capaian tersebut diperoleh berdasarkan hasil ubinan pada lahan seluas satu hektare yang ditanam pada 30 April 2026 menggunakan varietas Inpari 48 dengan umur panen 98 hari setelah tanam. Hasil ubinan mencapai 7,7 kilogram atau setara 11,2 ton gabah per hektare, menunjukkan bahwa penerapan teknologi budidaya secara terpadu melalui PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan.


Keberhasilan di Sidrap memperkuat konsistensi hasil PM-AAS di berbagai daerah. Sebelumnya, penerapan PM-AAS di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berhasil menghasilkan produktivitas 10,43 ton GKP per hektare, hampir dua kali lipat dibandingkan rata-rata produktivitas petani setempat yang selama ini berkisar 5–6 ton per hektare.



Capaian di dua wilayah tersebut menunjukkan bahwa pendekatan PM-AAS mampu diterapkan pada berbagai kondisi agroekosistem dengan hasil yang sama-sama tinggi.


Panen perdana PM-AAS di Kelurahan Majjeling, Kecamatan Maritengngae, Kamis (6/8), berlangsung meriah dengan melibatkan tujuh unit combine harvester yang memanen hamparan sawah seluas 100 hektare secara bersamaan.


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa PM-AAS merupakan salah satu strategi utama Kementerian Pertanian dalam mempercepat peningkatan produksi pangan nasional.


Program ini dikembangkan melalui penelitian dan pengujian selama hampir dua tahun dengan mengintegrasikan penggunaan varietas unggul, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, pengelolaan air, serta pendampingan budidaya secara intensif sehingga mampu menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani.


Sejalan dengan arahan Mentan Amran, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, mengatakan PM-AAS merupakan pendekatan budidaya yang mengintegrasikan seluruh komponen teknologi dalam satu sistem produksi yang saling mendukung, mulai dari penggunaan varietas unggul spesifik lokasi, mekanisasi pertanian, pengelolaan hara dan air, hingga pendampingan budidaya secara intensif.


“Pilot project yang kami lakukan di berbagai daerah menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Karena itu tahun ini PM-AAS mulai diperluas di seluruh Indonesia dengan target penerapan mencapai satu juta hektare. Harapannya, produktivitas meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak,” ujar Fadjry.


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin, mengatakan panen perdana ini bukan sekadar keberhasilan memanen padi, tetapi menjadi bukti bahwa penerapan teknologi modern dan tata kelola pertanian yang baik mampu meningkatkan hasil produksi.


“Target pelaksanaan PM-AAS di Sulawesi Selatan mencapai 91 ribu hektare. Sidrap menjadi tumpuan Sulsel dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.


Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas dukungan yang terus diberikan kepada petani. Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa petani Sidrap mampu menjawab kepercayaan pemerintah melalui peningkatan produktivitas.


“Alhamdulillah hasilnya over target. Ini membuktikan bahwa petani Sidrap mampu menjawab kepercayaan pemerintah,” kata Syaharuddin.


Ia menjelaskan, meski sempat menghadapi dampak El Nino, sektor pertanian Sidrap tetap mampu bertahan. Dari sekitar 52 ribu hektare lahan pertanian, hanya sekitar seribu hektare yang terdampak, sementara sekitar 50 ribu hektare kini telah memasuki masa panen.


Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap menyiapkan hadiah umrah bagi petani dengan hasil panen tertinggi di kawasan PM-AAS seluas 100 hektare. Selain itu, pemerintah juga kembali memberikan dukungan pengembangan PM-AAS seluas 10 ribu hektare yang dilengkapi bantuan benih unggul, pupuk urea, pupuk Phonska, silika, pupuk organik, dan dolomit untuk mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga 300.


“Kita tidak ingin mengecewakan Menteri Pertanian. Karena hasilnya melampaui target, Sidrap kembali dipercaya mendapatkan bantuan untuk seribu hektare berikutnya,” tegas Syaharuddin.


Keberhasilan PM-AAS di Sidrap semakin memperkuat bukti bahwa modernisasi pertanian mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas padi di berbagai daerah. Bersama capaian di Brebes yang menghasilkan 10,43 ton per hektare, hasil panen 11,2 ton per hektare di Sidrap menjadi indikator bahwa penerapan teknologi budidaya terpadu, mekanisasi, serta pendampingan yang berkelanjutan mampu mempercepat peningkatan produksi sekaligus menjadi fondasi penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Pilarpertanian – Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej menyebut temuan dugaan ketidaksesuaian beras fortifikasi dengan informasi pada label kemasan memiliki indikasi dugaan tindak pidana penipuan. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional bersama Satgas Pangan. Edward mengatakan dugaan tindak pidana tersebut sebagaimana diatur […]

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membuka pendataan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk penyaluran pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2027 pada Selasa, 22 September 2026. Dalam proses ini, Kementan memperketat validasi data agar penerima dan kebutuhan pupuk benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Pemutakhiran data mencakup identitas petani, luas dan lokasi lahan, komoditas […]

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan produksi pangan nasional, khususnya beras terus dijaga untuk mempertahankan ketahanan pangan dan keberlanjutan swasembada. Pada saat yang sama, sektor pertanian juga siap mendukung agenda kemandirian energi nasional melalui pengembangan energi berbasis sumber daya domestik. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana […]

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi bagi Brigade Pangan Model dan Penanggung Jawab (LO) Brigade Pangan Kabupaten/Kota yang berlangsung di BBPMKP Ciawi, Bogor, pada 15–17 September […]

Drone Turun ke Sawah Konawe, Kementan Uji Pertanian Modern untuk Kejar Swasembada Pangan

Drone Turun ke Sawah Konawe, Kementan Uji Pertanian Modern untuk Kejar Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus mempercepat swasembada pangan melalui optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman (IP), serta penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian. Langkah tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Bersama di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Desa Meraka, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (14/9/2026). Kegiatan tanam dilaksanakan pada hamparan lahan CSR seluas 112 hektare. Pada […]

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan skema pembiayaan pengembangan industri bioetanol nasional yang akan melibatkan BUMN, swasta, dan masyarakat. Pemerintah menyiapkan kepastian lahan dan legalitas kawasan, sementara rakyat didorong menjadi bagian dari ekosistem usaha agar manfaat ekonomi pengembangan bioetanol dapat dirasakan secara luas. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai Rapat Program Khusus […]

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (18/9/2026) sebagai upaya mempercepat penanaman, meningkatkan indeks pertanaman (IP), serta memperkuat produksi pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di Desa Bandar Laksamana, Kecamatan Saba Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dan dilaksanakan […]

Kementan: Digitalisasi Perizinan Pestisida Harus Beri Kepastian bagi Industri

Kementan: Digitalisasi Perizinan Pestisida Harus Beri Kepastian bagi Industri

Pilarpertanian – Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian, Indra Zakaria Rayuzman, menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan produk pestisida yang beredar memenuhi persyaratan mutu sekaligus memberikan pelayanan perizinan yang cepat, transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Hal itu disampaikan Indra saat membuka Pameran dan Seminar APROPI AgrochemBIZ Show […]

Terharu dengar Kisah Maba Unismuh yang Ditinggal Ayah Sejak Kecil, Mentan Amran Langsung Beri Bantuan

Terharu dengar Kisah Maba Unismuh yang Ditinggal Ayah Sejak Kecil, Mentan Amran Langsung Beri Bantuan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman terharu mendengar kisah Harlen, mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) yang menjalani hidup sebagai piatu dan telah ditinggal ayah sejak kecil. Di tengah keterbatasan, Harlen tetap berjuang melanjutkan pendidikan dan tinggal di asrama karena tidak sanggup membayar biaya kos. Mentan Amran yang mendengar kisah tersebut langsung memberikan […]