Kementan Dukung  Pengembangan Mocaf dari Singkong Hingga Ekspor
Olahan Singkong atau Modified Cassava Flour (Mocaf) Sebagai Bahan Baku Olahan Pangan.

Kementan Dukung Pengembangan Mocaf dari Singkong Hingga Ekspor

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong pengembangan singkong serta segala bentuk olahannya untuk peningkatan produktivitas melalui salah satu upaya penggunaan tepung ubi kayu sebagai bahan baku olahan pangan juga akan lebih menjamin upaya peningkatan ketahanan pangan berbasis sumberdaya local. Mocaf (modified cassava flour) atau lebih dikenal dengan tepung ubi kayu merupakan produk yang relatif mudah dibuat dengan harga lebih murah dibandingkan terigu yang umumnya digunakan sebagai bahan baku olahan pangan.


Dalam Webinar Propaktani (30/12) melalui zoom meeting dan live streaming youtube.com/propaktani, Achmad Subagio Guru Besar UNEJ menyampaikan bahwa dirinya berupaya membawa singkong naik kelas, “ Dengan pengolahan menjadi bentuk tepung dengan cita rasa dan aroma singkong yang tidak terlalu kuat sehingga lebih mudah diterima pasar dan fleksibel untuk diolah menjadi bentuk apa pun, “ kata Subagio.


Tak hanya bertujuan mengangkat derajat singkong, Subagio yang mendapat julukan sebagai ‘profesor singkong’ itu juga berupaya memberdayakan lahan kritis atau lahan yang cenderung kurang subur menjadi hidup kembali dengan ditanami singkong sebagai pasokan bahan baku untuk tepung Mocaf.


Disamping itu, Subagio juga menciptakan beras cerdas yakni beras analog berbahan dasar tepung Mocaf, dan berbagai olahan turunan Tepung Mocaf lainnya. Meski demikian, Subagio tak mematenkan hak cipta dari hasil penelitian tepung Mocafnya agar masyarakat luas dapat mengadaptasi dan mengembangkannya.



Sementara itu, Deden M. Fajar Shiddiq., ST., MT, Atase Perdagangan KBRI Malaysia, menyatakan bahwa sampai dengan bulan Oktober 2021, Malaysia mengimpor berbagai jenis tepung dari berbagai negara sebesar USD 418,2 juta. “Indonesia merupakan negara pengimpor tepung mocaf nomor 2 di Malaysia setelah Thailand dengan nilai perdagangan 0,72 miliar USD “ ujar Deden. Perizinan tepung terigu diatur oleh Ministry of Domestic Trade and Customer Affairs Malaysia. Berdasarkan regulasi impor tepung mocaf di Malaysia (Akta Makanan 1983 dan Peraturan Makanan 1985) antara lain tidak boleh mengandung zat tambahan, tidak boleh menghasilkan lebih dari 1,5% abu (ash), dan berasal dari tapioka yang bersih dan sehat.


Bayu Nugroho Kepala ITPC Los Angeles mengatakan, “Singkong yang merupakan salah satu umbi-umbian khas Indonesia ini mampu tembus pasar global karena diolah dalam bentuk singkong beku yang dapat dijadikan cemilan premium di banyak negara Eropa dan Amerika. Seperti ketahui bahwa pasar global menginginkan produk singkong berkualitas baik. Seperti singkong berwarna putih, rasa enak, tidak pahit, sianida rendah serta fresh pada saat diterima. Terdapat produk yang dikembangkan IKM Tanah Air dari olahan singkong dan mampu tembus pasar internasional, diantaranya keripik singkong, pati ubi kayu, dan mocaf”, papar Bayu. “Animo orang – orang Eropa, Amerika, Rusia, Malaysia, Singapura sangat tinggi karena mocaf gluten free dan baik bagi kesehatan”, lanjutnya.


Riza Azyumarridha Azra, seorang generasi milenial yang mendirikan Rumah Mocaf yakni perusahaan yang berlandaskan asas sociopreneurship di Kutabanjarnegara, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Jateng. “Saya mulai belajar membuat tepung Mocaf dari nol hingga berhasil, lalu menularkannya melalui edukasi ke sejumlah petani lain tentang cara pembuatan tepung Mocaf. Mereka di bekali hingga dapat secara mandiri memproduksi sampai memasarkan mocaf dan mendapat harga yang lebih tinggi dibanding menjual singkong dalam keadaan segar,” ujar Riza.


“Itulah yang membulatkan tekad saya untuk mendirikan Rumah Mocaf ini,” katanya. Lebih lanjut Riza menjelaskan, “Dalam mendirikan Rumah Mocaf ini saya bertekad mempertahankan konsep sociopreneur yang sudah menjadi ruh bisnisnya. Kendati suatu saat terjadi industrialisasi, kami akan tetap dengan konsep socioprenuer yang disebut sebagai demokratisasi ekonomi yakni adanya keterbukaan, keadilan dan tidak ada yang merasa dirugikan. Semua masyarakat yang terlibat saling menguatkan untuk terus mengembangkan tepung mocaf”, jelasnya.


Dalam mengelola usahanya, ia melakukan upaya besar dengan menerapkan konsep dengan membagi deskripsi pekerjaan dengan yang dirinya sebut cluster. “Cluster pertama para petani sebagai produsen bahan baku. Pendampingan dan edukasi yang diberikan untuk petani adalah seputar produktivitas, literasi finance, integrated farming untuk menentukan HPP singkong. Selama ini petani hanya menanam, tanpa membuat analisa usaha, analisa usaha lahan dan margin,” urainya.


Dirinya pun melakukan Integrated farming dengan ternak kambing dan sapi, dengan memanfaatkan kulit singkong diolah menjadi pakan dan kotoran ternak untuk pupuk. “Sehingga lahan menjadi lebih produktif dengan produksi tiga kali lipat dan menghasilkan singkong organik, yang terpercaya sehingga memiliki nilai jual yang tinggi, “ tuturnya.


Cluster kedua mengaktifkan para wanita, ibu rumah tangga diberdayakan mengolah singkong menjadi chips mocaf. Sehingga timbul perekonomian baru yang memberikan penghasilan baru. Sementara cluster ketiga yaitu memberdayakan anak – anak muda yang bertugas melakukan quality control, branding, packaging, edukasi dan pendampingan kepada petani serta pengrajin. Karena target market Rumah Mocaf, maka kualitas menjadi yang utama. “Tugas lain cluster ketiga ini adalah membuat inovasi produk turunan, seperti mie Mocaf, kue pie Mocaf, dan produk lainnya”, tambahnya.


Upaya Riza merupakan jawaban atas program Gerakan Diversifikasi Pangan yang dilakukan Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendengungkan slogan indah dan bahagia dengan pangan lokal. Gerakan ini sebagai upaya untuk mendorong ketersediaan dan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman. Menurut Mentan Syahrul, gerakan diversifikasi pangan ini mewakili harapan dan kebutuhan dari seluruh rakyat Indonesia agar ketahanan pangan tetap kokoh, yang memperkuat hadirnya negara yang sejahtera.


Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan keynote speech dalam Webinar Bimtek Propaktani melalui zoom meeting dan live streaming youtube.com/propaktani, “Tantangan saat ini adalah kompetisi dengan produk komoditas lain yang harganya lebih tinggi ataupun umur lebih pendek seperti contohnya jagung, sehingga perlu upaya-upaya untuk meningkatkan produktivitas budi daya singkong serta meningkatkan nilai tambah melalui berbagai produk olahan. Semua bersama bangun singkong Indonesia jadi pangan lokal yang bisa didorong dalam bentuk korporasi,” ujar Suwandi.


Menurutnya, perlu penanganan model korporasi karena di korporasi terintegrasi jadi satu inputnya. Dengan korporasi yang memanfaatkan mekanisasi dan bekerja sama menjadi off taker industri, maka petani akan mendapat kemudahan sumber pendanaan untuk KUR. Yang menjadi kunci selanjutnya adalah teknologi pengolahan. Ada sekitar 28 produk turunan yang bisa dimanfaatkan untuk dikembangkan ke pasar maupun supermarket dengan branding yang bagus. “Makanan lokal kuncinya ada di hilir market driven, bagaimana menciptakan pasar supaya pangan lokal jadi gaya hidup. Bangun market drivennya, pasar dibangun, baru produksi mengikuti. Kalau pasar bagus petani akan mengikuti berproduksi,” kata Suwandi.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kementan Gencarkan Hilirisasi Komoditas Singkong Bernilai Jual Tinggi

Kementan Gencarkan Hilirisasi Komoditas Singkong Bernilai Jual Tinggi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) di tahun 2022 selain fokus meningkatkan produksi, juga gencar melakukan hilirisasi produk pangan lokal yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satunya pengembangan produk aneka olahan singkong guna menggairahkan sektor perekonomian masyarakat pedesaan dan nasional. Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menuturkan upaya nyata untuk meningkatkan semangat petani singkong yakni menghadirkan hilirisasi. Pasalnya, […]

Benih Sumber Kehidupan, Bagaimana Hasilkan Benih Unggul Bermutu

Benih Sumber Kehidupan, Bagaimana Hasilkan Benih Unggul Bermutu

Pilarpertanian – Propaktani Direktorat Jenderal Tanaman Pangan terus gencar melakukan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) secara daring. BTS Propaktani ini cukup efektif dalam menyebarluaskan informasi pertanian, khususnya untuk komoditas tanaman pangan dan bisa menjangkau banyak partisipan di seluruh Indonesia. Sudah ratusan ribu partisipan mengikuti melalui zoom dan kanal Youtube Propaktani TV. Selama 3 jam di […]

Kementan Tingkatkan Pengembangan Budi Daya dan Hilirisasi Ubi Jalar

Kementan Tingkatkan Pengembangan Budi Daya dan Hilirisasi Ubi Jalar

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) di tahun 2022 ini memfokuskan program yang menggairahkan peningkatan produksi dan hilirisasi komoditas pangan lokal, misalnya ubi jalar. Komoditas tanaman pangan ini tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan tetapi juga sebagai bahan baku industri dan pakan ternak sehingga dapat dipastikan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani dan memperkuat perekonomian nasional. Direktur […]

Kementan Gencarkan Pangan Lokal, Mulai Lirik Tanam dan Hilirisasi Gandum

Kementan Gencarkan Pangan Lokal, Mulai Lirik Tanam dan Hilirisasi Gandum

Pilarpertanian – Propaktani Ditjen Tanaman Pangan terus gencar melakukan Bimbingan Teknis & Sosialisasi (BTS) secara daring. Di episode 285 pada Jumat (14/01) mengangkat topik ”Ayo Mengenal dan Menanam Gandum”. BTS Propaktani ini cukup efektif dalam menyebarluaskan informasi melalui daring. Selama 3 jam disetiap sesi, diisi dengan topik-topik menarik dari para narasumber pakar/ahli, pelaku usaha, pejabat […]

Kalbar Siap Sinergi Dukung Tanam Empat Kali Menuju Swasembada Pangan

Kalbar Siap Sinergi Dukung Tanam Empat Kali Menuju Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian untuk terus menggenjot produksi pangan nasional menuju swasembada berkelanjutan yang pencanangannya pada Bulan Agustus 2022, luas tanam komoditas, Padi, Jagung, Kedelai perlu ditingkatkan di masing-masing provinsi/kabupaten. Untuk dapat mencapai target luas tanam tersebut, Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melaksanakan rapat koordinasi bersama Dinas Pertanian Tanaman […]

Lampung Siap Genjot Pertanaman Jadi 4 Kali Setahun dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim

Lampung Siap Genjot Pertanaman Jadi 4 Kali Setahun dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim

Pilarpertanian – Menghadapi tantangan pencapaian target produksi pangan di tahun 2022, Kementerian Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung beserta Dinas Pertanian Se-Kabupaten/Kota di provinsi Lampung melakukan rapat koordinasi percepatan tanam (Kamis, 13/01/2022) untuk menentukan langkah bersama pencapaian target produksi tahun 2022. Dalam rakor yang diselenggarakan secara virtual tersebut, Direktur Jenderal […]

Indonesia Catat Transaksi Ekspor Pertanian 2021 Meningkat, Hingga US$4,24 Miliar

Indonesia Catat Transaksi Ekspor Pertanian 2021 Meningkat, Hingga US$4,24 Miliar

Pilarpertanian – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia membukukan transaksi ekspor pertanian hingga US$4,24 miliar. Nilai tersebut meningkat 2,86 persen dibanding tahun sebelumnya yang membukukan transaksi senilai US$4,12 miliar. “Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya ekspor tanaman obat, aromatik, dan rempah-rempah,” ungkap Kepala BPS, Margo Yuwono pada konferensi pers BPS yang dilakukan secara daring, Senin, 17 […]

Anggur: Calon Ikon Baru Kota Tangsel

Anggur: Calon Ikon Baru Kota Tangsel

Pilarpertanian – Siapa sangka Tangsel memiliki potensi luar biasa untuk pengembangan benih anggur. Kurang lebih lahan seluas 200 m2 yang berada di Balai Penyuluhan Pertanian, Ciputat, Tangerang Selatan dipenuhi lebih dari 60 jenis varietas tanaman merambat ini. Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto bersama dengan Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengapresiasi upaya dan inisiasi Komunitas Anggur Tangsel […]

Kementan Populerkan Gadung Sebagai Pangan Alternatif Perkuat Perekonomian

Kementan Populerkan Gadung Sebagai Pangan Alternatif Perkuat Perekonomian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mempopulerkan komoditas pangan lokal yakni gadung sebagai pangan alternatif yang memiliki banyak nilai ekonomi untuk meningkatkan perekonomian. Gadung memiliki keunggulan dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kegunaan seperti bahan pangan (karbohidrat dan protein) sumber mineral K, Ca dan Mg yang lebih baik dari jagung, beras dan gandum dapat diolah menjadi bio-etanol […]