Kementan Gencarkan Pengembangan Hortikultura Lahan Kering untuk Antisipasi El Nino
Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian Freedy Lumban Gaol saat Mengunjungi Lahan di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Kementan Gencarkan Pengembangan Hortikultura Lahan Kering untuk Antisipasi El Nino

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan program pengembangan hortikultura di lahan kering sebagai langkah antisipatif menghadapi El Nino. Upaya ini diwujudkan melalui implementasi program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dengan fokus pada penguatan produksi, teknologi, dan kelembagaan petani.


Langkah ini menjadi bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim, terutama di wilayah dataran tinggi dan lahan kering yang rentan terhadap keterbatasan air. Melalui HDDAP, Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong pengembangan kawasan hortikultura terpadu berbasis komoditas unggulan sekaligus memperkuat sistem agribisnis dari hulu hingga hilir.


Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian sekaligus Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol, menyampaikan bahwa program HDDAP di Kabupaten Enrekang akan dilaksanakan di 10 kecamatan dengan fokus pengembangan komoditas unggulan hortikultura, yakni bawang merah sebanyak 13 klaster dan kentang sebanyak 4 klaster. Komoditas bawang merah sendiri menjadi penggerak utama ekonomi daerah, dengan nilai perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp40 triliun per tahun.


Freddy menekankan bahwa keberhasilan pengembangan hortikultura di lahan kering sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.



“Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani merupakan kekuatan utama dalam mendorong kemajuan sektor hortikultura. Seluruh pihak yang terlibat dalam HDDAP harus memiliki semangat yang sama untuk mentransformasi pertanian menuju sistem agribisnis modern,” kata Freddy dalam audiensi dan rapat koordinasi di Enrekang, Sulawesi Selatan, Selasa (21/4/2026) lalu.


Ia menambahkan bahwa program HDDAP diarahkan untuk mendorong petani naik kelas melalui penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) sebagai pusat pengelolaan agribisnis terpadu, mulai dari budi daya, pascapanen, hingga pemasaran berbasis kualitas.


Dalam pelaksanaannya, HDDAP telah mencatat progres signifikan, antara lain verifikasi dan validasi CPCL bawang merah yang telah mencapai 95 persen dan kentang 100 persen. Selain itu, penyusunan dokumen perencanaan kawasan (Horticulture Cluster Development Plan/HCDP) terus dipercepat untuk memastikan implementasi kegiatan berjalan tanpa jeda.


Berbagai tantangan khas lahan kering turut diantisipasi, seperti keterbatasan sumber air, ketergantungan pada musim hujan, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga fluktuasi harga. Untuk itu, intervensi yang disiapkan meliputi pengembangan irigasi berbasis pompa, pemetaan sumber air, penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), serta penguatan rantai pasok dan kemitraan dengan offtaker.


Selain menjaga produksi di tengah ancaman El Nino, pengembangan hortikultura lahan kering ini juga membuka peluang pasar ekspor. Bawang merah asal Enrekang disebut memiliki potensi menembus pasar internasional, termasuk kawasan Timur Tengah, dengan catatan penguatan konsistensi produksi dan pemasaran.


Secara sosial, program ini juga memberikan dampak positif melalui penciptaan lapangan kerja baru, khususnya bagi tenaga fasilitator dan tenaga ahli lokal yang terlibat dalam pendampingan petani.


Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Enrekang, Zulkarnain Kara, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program tersebut. Ia menjelaskan bahwa fenomena El Nino harus diantisipasi dengan pendekatan berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor.


“Kita akan menghadapi El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif melalui pemanfaatan teknologi pertanian. Kami menyambut baik program HDDAP sebagai solusi konkret dalam menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.


Dari sisi petani, program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi bawang merah dan kentang. Anggota Kelompok Tani Santabi, Kadirbali, menyambut positif implementasi program HDDAP yang dinilai memberikan harapan baru bagi petani. Tim Ditjen Hortikultura yang ditugaskan di Enrekang juga sangat optimis sebagaimana tagline mereka “Keluarga HDDAP Enrekang Gas Poll”.


“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Dukungan seperti pompanisasi, benih, serta sarana produksi lainnya sangat penting untuk meningkatkan produktivitas lahan kering,” ungkap Kadirbali.


Kementerian Pertanian menegaskan bahwa percepatan implementasi HDDAP pada tahun 2026 menjadi prioritas utama dengan prinsip tidak boleh ada kekosongan kegiatan di lapangan. Penguatan kelembagaan petani, dukungan infrastruktur air, serta integrasi hulu-hilir menjadi kunci keberhasilan program dalam meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hortikultura di lahan kering.


Sementara itu, dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa berbagai strategi dilakukan untuk mengantisipasi ancaman El Nino. Sektor pertanian diharapkan mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan perubahan iklim, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.


”Sesuai dengan peringatan dari BMKG bahwasanya ada El Nino. Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan. Dengan kerja cepat dan kolaborasi yang kuat, sektor pertanian Indonesia akan tetap tangguh demi menjaga ketahanan pangan nasional,” tutur Mentan Amran.(BB)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet untuk memperkuat kerja bersama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan dan mendorong transformasi pertanian nasional. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat komoditas strategis, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penyambutan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (19/10/2026). Mentan […]

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Emrus: Mentan Amran Satu-satunya Menteri Berkinerja Terbaik

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Emrus: Mentan Amran Satu-satunya Menteri Berkinerja Terbaik

Pilarpertanian – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendapat sorotan positif dari pakar komunikasi politik Emrus Sihombing. Dalam evaluasinya terhadap kinerja kabinet, Emrus menilai Kementerian Pertanian sebagai satu-satunya kementerian yang menunjukkan kinerja baik dan menonjol. “Menteri yang bagus kinerjanya belum tampak, kecuali […]

Kementan Percepat Tanam CSR 2026, Pastikan Lahan Segera Produktif

Kementan Percepat Tanam CSR 2026, Pastikan Lahan Segera Produktif

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian mempercepat penanaman pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026 untuk memastikan lahan yang telah dikonstruksi dan diolah segera produktif. Percepatan ini penting agar investasi pemerintah dalam pembukaan lahan baru memberikan manfaat nyata bagi petani, meningkatkan indeks pertanaman (IP), dan memperkuat produksi pangan nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serempak […]

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pilarpertanian – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki tata kelola pangan, dan meningkatkan keberpihakan kebijakan kepada petani. Salah satu capaian yang menonjol adalah percepatan target swasembada pangan, didukung kebijakan dari hulu hingga hilir. Tantangan yang dihadapi tidak […]

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pembukaan Jambore dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) Nasional di Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang […]

Jaga Produksi Pangan, Kementan Optimalkan Ratusan Pompa Air di Tegal

Jaga Produksi Pangan, Kementan Optimalkan Ratusan Pompa Air di Tegal

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat mitigasi kekeringan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melalui optimalisasi pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Langkah ini dilakukan guna membantu petani mempertahankan produktivitas lahan dan menekan risiko kehilangan hasil panen di tengah ancaman El Nino. Melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan telah mendistribusikan 627 […]

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu prestasi utama pemerintahannya dalam dua tahun terakhir. Di tengah ketidakpastian global dan ancaman krisis yang dapat mengganggu perdagangan internasional, Indonesia mampu menjaga ketersediaan pangan melalui penguatan produksi dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan Presiden […]

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, PVTPP Dampingi Pengembangan PM-AAS di Sukabumi, Produktivitas Padi Capai 11,2 Ton per Hektare

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, PVTPP Dampingi Pengembangan PM-AAS di Sukabumi, Produktivitas Padi Capai 11,2 Ton per Hektare

Pilarpertanian – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian, terus mendorong penguatan produksi pangan melalui pendampingan kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan pengembangan teknologi budidaya padi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Upaya ini menunjukkan hasil awal yang menjanjikan melalui panen perdana penerapan Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran. Pada […]

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Pilarpertanian – Inovasi pembangunan pertanian tidak hanya diwujudkan melalui penerapan teknologi, tetapi juga melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi petani. Salah satunya adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah untuk menekan biaya produksi sekaligus memperkuat fondasi usaha tani dalam […]