Konferensi APO 2024 Sepakati ‘Gainsharing’ Dukung Pembangunan Pedesaan
Konferensi Asian Productivity Organization 2024 yang Diadakan di Negara Laos.

Konferensi APO 2024 Sepakati ‘Gainsharing’ Dukung Pembangunan Pedesaan

Pilarpertanian - Pembangunan pedesaan sangat penting bagi pertumbuhan sosial ekonomi yang seimbang di kawasan Asia-Pasifik. Organisasi antar pemerintah regional non politik dan nirlaba, Asian Productivity Organization [APO] mendorong dan mendukung pembagian keuntungan melalui praktik pemberian reward [gainsharing] secara adil kepada para pekerja.


Revitalisasi daerah pedesaan menjadi isu mendesak dan strategis di antara 21 negara anggota APO pada Konferensi APO 2024 di Laos dua hari, 2 – 3 Oktober 2024. Konferensi APO mengusung tema ´Pembagian Keuntungan Produktivitas bagi Pembangunan Pedesaan´ dari entitas ekonomi dan keuangan pada 21 negara anggota APO.


Konferensi APO 2024 dibuka oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Laos, Malaythong Kommasith di Vientiane pada Rabu pagi [2/10] yang dihadiri 123 peserta dari 21 negara serta enam narasumber dari Inggris, Jepang, Laos, Malaysia dan Filipina. Sementara kehadiran Indonesia diwakili oleh pejabat Kementerian Pertanian RI dan Kementerian Desa & Pembangunan Daerah Tertinggal serta perwakilan petani milenial.


Menteri Perindustrian dan Perdagangan Laos, Malaythong Kommasith mengatakan, Konferensi APO 2024 di Vientiane akan mengkaji tantangan dan peluang menerapkan model pembagian keuntungan untuk mendorong pembangunan pedesaan yang berkelanjutan, menetapkan solusi terbaik, dan mengkaji faktor-faktor utama dalam model pembagian keuntungan di lingkungan pedesaan.



“Pembagian keuntungan dan pemberian reward di antara pemangku kepentingan pedesaan dapat menekan urbanisasi, dengan menghasilkan pendapatan agribisnis di daerah pedesaan,” katanya.


Upaya tersebut sejalan harapan Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman bahwa pemerintah desa dapat berperan aktif dalam menggerakkan roda ekonomi pedesaan melalui pengembangan pertanian, karena menyangkut hajat hidup orang terhadap pemenuhan kebutuhan pangan.


“Kementan memiliki sejumlah program yang bisa sinergi dengan kegiatan pembangunan desa seperti penambahan areal tanam melalui gerakan tanam serentak didukung pompanisasi dan kawasan pertanian terpadu,” katanya.


Mentan Amran mendorong pemerintah desa untuk tidak ragu membangun pertanian di wilayahnya. Apalagi saat ini telah terbukti, pertanian telah menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional di masa pandemi.


Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Idha Widi Arsanti menekankan pada pelibatan generasi muda khususnya milenial pada pengembangan pertanian di pedesaan.


“BPPSDMP Kementan mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani, sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” kata Kabadan yang akrab disapa Santi.


Pembangunan pedesaan, katanya, harus diupayakan dengan meningkatkan kapasitas petani, didukung peran generasi muda, dukungan kebijakan dan perbaikan infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan individu.


Visi APO 2025


Revitalisasi daerah pedesaan merupakan isu yang mendesak di antara negara-negara anggota APO. Praktik bagi hasil keuntungan produktivitas berdasarkan Visi APO 2025 telah diterapkan pada berbagai konteks. Tujuannya, meningkatkan kolaborasi dan memastikan bahwa manfaat peningkatan produktivitas didistribusikan secara merata.


Penyebaran dan penerapan model-model tersebut dalam pembangunan pedesaan berkontribusi pada pertumbuhan sosial ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di negara-negara anggota APO.


Ketua Kelompok Substansi Hukum dan Humas BPPSDMP Kementan, Septalina Pradini mengatakan bahwa peserta Konferensi APO 2024 di Laos sepakat mengakui bahwa wilayah pedesaan saat ini dan ke depan menghadapi tantangan berat.


“Hal itu akibat keterbatasan akses hasil produksi pertanian ke pasar, pendidikan rendah dan pekerjaan tidak layak memicu urbanisasi. Pembangunan pedesaan sangat penting bagi pertumbuhan sosial ekonomi yang seimbang di kawasan Asia Pasifik,” kata Septalina yang hadir mewakili BPPSDMP Kementan.


Septalina menambahkan, ´Laporan Masa Depan Kota-Kota Asia & Pasifik 2023´ yang dilansir oleh Badan PBB, ECSAP and Habitat, menyebut tentang tantangan dampak urbanisasi seperti kesenjangan sosial, ketahanan pangan dan degradasi lingkungan serta perubahan iklim.


Konferensi APO 2024, katanya, menegaskan pentingnya pembangunan pedesaan untuk pertumbuhan sosial ekonomi yang seimbang di kawasan Asia-Pasifik.


“APO mendorong pembagian keuntungan dan penghargaan sebagai bentuk hasil peningkatan produktivitas secara adil,” kata Septalina yang hadir di Vientiane bersama Ketua Tim Kerja BBPMKP Ciawi, Dea Christina Junissa IS, Amanda Listisa Puteri wakil Biro Humas Kemendes, dan I Nengah Sumerta wakil petani milenial dari Bali.


Sementara keenam narasumber menyoroti isu berbeda terkait Gainsharing. Benjamin Kwasi Addom dari Ghana elaborasi tentang ´Pertanian dan Pembangunan Pedesaan di Era Digital´; Somdeth Bodhisane [Laos] mengupas tentang ´Konsep dan Teori Ekonomi tentang Gainsharing bagi Pengembangan Agribisnis dan Pembangunan Pedesaan´.


Narasumber Jerome Penales Yanson [Filipina] mengulas tentang ´Kerangka Kerja Kebijakan dan Peraturan bagi Pembangunan Pedesaan´; Hideyuki Ezaki [Jepang] elaborasi tentang Kebijakan Gainsharing di Jepang; Sugumaran Muniretham [Malaysia] menyoroti Manajemen Gainsharing dan Phouthaphone Southammavong [Laos] mengulas tentang peran industri dan usaha bagi pembangunan pedesaan.


Diketahui, APO adalah organisasi antar pemerintah regional yang khusus untuk meningkatkan produktivitas di kawasan Asia Pasifik melalui kerja sama yang saling menguntungkan. APO bersifat non politik, nirlaba, dan non diskriminatif.


Didirikan pada tahun 1961 dengan delapan anggota pendiri, saat ini APO terdiri dari 21 negara anggota. APO berupaya membentuk masa depan kawasan Asia Pasifik dengan mendorong pembangunan sosial ekonomi anggotanya melalui layanan konsultasi kebijakan nasional, bertindak sebagai wadah pemikir, inisiatif peningkatan kemampuan kelembagaan, dan berbagi pengetahuan untuk meningkatkan produktivitas. [liene]/PW


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Brigade Pangan Insan Cita Jayakerta Jadi Model Regenerasi Petani dan Modernisasi Pertanian

Brigade Pangan Insan Cita Jayakerta Jadi Model Regenerasi Petani dan Modernisasi Pertanian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus memperkuat pengembangan Brigade Pangan sebagai strategi percepatan modernisasi pertanian, peningkatan produktivitas, serta regenerasi petani untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan. Melalui penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, serta pengembangan sumber daya manusia pertanian, Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi pertanian modern di berbagai daerah. Menteri Pertanian […]

Kementan Genjot Indeks Pertanaman Melalui Gerakan Tanam Serempak Oplah dan CSR

Kementan Genjot Indeks Pertanaman Melalui Gerakan Tanam Serempak Oplah dan CSR

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali melaksanakan Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (31/7/2026) sebagai upaya meningkatkan indeks pertanaman, memperkuat produksi pangan nasional, serta mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di Desa Kumapo, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan dilaksanakan secara serempak di 25 provinsi […]

Mentan Amran Tegaskan Harga Beras Harus Terjangkau dan Sesuai HET di Seluruh Indonesia

Mentan Amran Tegaskan Harga Beras Harus Terjangkau dan Sesuai HET di Seluruh Indonesia

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga beras harus sama dan sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan Mentan Amran setelah mengecek langsung ketersediaan beras di Alor, Sabtu (8/8). Mentan Amran memerintahkan Bulog dan jajaran terkait menjaga stok serta memastikan tidak ada lagi lonjakan harga hingga […]

Hingga Agustus 2026, Kementan Terbitkan 889 Sertifikat Hak PVT Untuk Percepat Penyediaan Benih Unggul Baru

Hingga Agustus 2026, Kementan Terbitkan 889 Sertifikat Hak PVT Untuk Percepat Penyediaan Benih Unggul Baru

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) baru-baru ini kembali menerbitkan Sertifikat Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) sebagai bentuk komitmen nyata untuk menyediakan benih varietas unggul baru guna mengakselerasi terwujudnya swasembada pangan nasional berkelanjutan. Berdasarkan data Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), jumlah sertifikat Hak PVT yang diterbitkan pada bulan Januari-Agustus 2026 sebanyak 63 sertifikat […]

Panen Perdana PM-AAS di Sidrap Lampaui Target, Hasil Capai 11,2 Ton per Hektare

Panen Perdana PM-AAS di Sidrap Lampaui Target, Hasil Capai 11,2 Ton per Hektare

Pilarpertanian – Penerapan Program Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-AAS) kembali membuktikan keberhasilannya dalam meningkatkan produktivitas padi nasional. Setelah sebelumnya mencatat hasil ubinan mencapai 10,43 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini PM-AAS di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mencetak capaian yang lebih tinggi. Panen perdana di […]

Didukung 26 Organisasi Kepemudaan, Mentan Amran Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Mafia Beras Fortifikasi

Didukung 26 Organisasi Kepemudaan, Mentan Amran Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Mafia Beras Fortifikasi

Pilarpertanian – Upaya pemerintah membongkar dugaan praktik mafia beras fortifikasi mendapat dukungan kuat dari 26 organisasi kepemudaan nasional. Dalam pertemuan di kediamannya di Kalibata, Jakarta, Minggu (2/8), Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama para pimpinan organisasi kepemudaan sepakat mengawal penuntasan praktik yang dinilai merugikan petani sekaligus merampas hak masyarakat. Di hadapan para pemuda, Mentan […]

Kementan dan Pemerintah Aceh Bersinergi Percepat Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana

Kementan dan Pemerintah Aceh Bersinergi Percepat Pemulihan Sektor Pertanian Pascabencana

Pilarpertanian – Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, menyambut baik penjelasan juru bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengenai mekanisme dukungan Kementerian Pertanian untuk pemulihan sektor pertanian dan perkebunan pascabencana hidrometeorologi di Aceh. “Penjelasan yang disampaikan Pemerintah Aceh sudah tepat dan sejalan dengan data yang kami miliki. Ini menunjukkan komunikasi yang […]

Mafia Beras Rugikan Rakyat, Mentan Amran: Jangan Dialihkan Isunya, Ini Penipuan

Mafia Beras Rugikan Rakyat, Mentan Amran: Jangan Dialihkan Isunya, Ini Penipuan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa persoalan mafia beras bukan semata-mata soal besaran keuntungan pelaku usaha, melainkan praktik penipuan yang merugikan masyarakat dalam skala sangat besar. Penegasan tersebut disampaikan di Mentan di hadapan 5.155 mahasiswa baru Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang Tahun Akademik 2026/2027 usai memberikan kuliah umum, Kamis (6/8). Dalam kesempatan […]

Adriano, Simbol Mahasiswa Pembela Rakyat Miskin, Mentan Amran: Aspirasi Riil untuk Rakyat Alor

Adriano, Simbol Mahasiswa Pembela Rakyat Miskin, Mentan Amran: Aspirasi Riil untuk Rakyat Alor

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi khusus kepada Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berani menyuarakan persoalan masyarakat di daerah asalnya hingga mendorong pemerintah turun langsung melihat kondisi masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan Mentan Amran saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor, Sabtu (8/8), […]