Kunjungi Lahan Pertanian Modern di Karawang, Mentan Dorong Model Pertanian Terintegrasi Ramah Lingkungan
Foto : Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Saat Menghadiri Peresmian Gedung Tudang Sipulung di Karawang, Jawa Barat.

Kunjungi Lahan Pertanian Modern di Karawang, Mentan Dorong Model Pertanian Terintegrasi Ramah Lingkungan

Pilarpertanian - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo  meninjau lahan pertanian modern mendukung program Pengembangan Pertanian Modern di Jatisari Karawang hari Rabu (15/12). Pilot project yang dimiliki Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan akan menerapkan sistem pertanian yang terintegrasi mulai dari aspek hulu, on farm sampai ke hilir.


Pada kesempatan tersebut dilakukan juga peresmian gedung Tudang Sipulung dengan fungsi sebagai gedung kontrol operasi pertanian modern.


Di luas hamparan 14,7 Ha, rencana akan ditanam padi seluas 11,2 Ha, jagung seluas 3 Ha, dan kedelai seluas 0,5 Ha. Adapun eksisting pertanaman saat ini padi dengan Varietas Inpari 32, jagung varietas Nasa 29 dan Pioneer 32 dan kedelai varietas Grobogan. Nantinya varietas unggulan dari Litbang pertanian akan diujikan di lahan tersebut dengan sistem pertanian ramah lingkungan.


SYL apresiasi model pertanaman modern. Ia mendorong sistem pertanian ke arah organik dengan meminimalisir penggunaan bahan kimia. “Saya ingin lahan disini bisa menunjukkan model pertanian yang tepat dengan hasil yang tinggi, tiga bulan ke depan kita akan lihat hasilnya saat panen nanti,” ujar SYL.



Pertanian modern juga harus didukung dengan ketersediaan alsintan seperti traktor, transplanter padi, alat tanam jagung, combine harvester dan drone semprot hama.


Pertanian modern adalah praktik pertanian yang menggunakan ilmu dan teknologi terkini untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas proses sekaligus mengurangi input sumber daya alam seperti lahan, air, dan energi. Pertanian modern juga melibatkan penggunaan berbagai mesin, rekayasa genetik, sistem informasi, dan lainnya.


Pemanfaatan lahan dioptimalkan semaksimal mungkin. “Disini harus bisa empat kali tanam, harus inovasi, semua harus kerja sama, offtaker, riset, petani milenial,” harap SYL.


SYL kembali menekankan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim. Fungsi peramalan OPT yang diemban oleh Balai Besar POPT menjadi sangat diperlukan pada kondisi seperti ini.


“Peramalan hama dan penyakit harus jadi bagian dalam andil menghadapi segala situasi saat ini dan harus bisa mengamankan produksi pangan,” lanjutnya.


Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi mengatakan sektor pertanian perlu beradaptasi untuk menjawab tantangan ke depan. “Kegiatan yang dilakukan hari ini adalah perwujudan dari peningkatan produksi pangan dengan berbasiskan pertanian modern termasuk pengendalian hama dan penyakit, implementasi dari cara bertindak 1 dan 4 dari program Kementan,” ujar Suwandi.


Sejauh ini ada dua tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian. Pertama adalah tantangan cuaca dan kedua adalah krisis pandemi. Namun keduanya bukan alasan untuk tidak berproduksi, mengingat pertanian sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi dan mekanisasi.


Suwandi berharap BBPOPT sebagai unit pelayanan teknis di bawah Ditjen Tanaman Pangan bisa memberikan model peramalan hama penyakit dan proteksi tanaman pangan yang akan membantu dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim dan serangan OPT.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Pilarpertanian – Upaya pengembangan potensi varietas lokal kopi di Kabupaten Sumba Barat Daya terus diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Budidaya Kopi yang dilaksanakan di Desa Laga Lete, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam kegiatan tersebut, Nani Suwarni, Pemeriksa PVT Ahli Madya, menyampaikan materi mengenai kebijakan dan mekanisme pendaftaran varietas lokal, khususnya […]

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan skema pembiayaan pengembangan industri bioetanol nasional yang akan melibatkan BUMN, swasta, dan masyarakat. Pemerintah menyiapkan kepastian lahan dan legalitas kawasan, sementara rakyat didorong menjadi bagian dari ekosistem usaha agar manfaat ekonomi pengembangan bioetanol dapat dirasakan secara luas. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai Rapat Program Khusus […]

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan yang berhasil menggagalkan upaya importasi ilegal beras dan garam. Menurut Mentan Amran, penindakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi 115 juta petani Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. “Pak Menkeu, Pak Dirjen, mewakili petani 115 juta orang saya […]

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Pilarpertanian – Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej menyebut temuan dugaan ketidaksesuaian beras fortifikasi dengan informasi pada label kemasan memiliki indikasi dugaan tindak pidana penipuan. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional bersama Satgas Pangan. Edward mengatakan dugaan tindak pidana tersebut sebagaimana diatur […]

Kementan: Digitalisasi Perizinan Pestisida Harus Beri Kepastian bagi Industri

Kementan: Digitalisasi Perizinan Pestisida Harus Beri Kepastian bagi Industri

Pilarpertanian – Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian, Indra Zakaria Rayuzman, menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan produk pestisida yang beredar memenuhi persyaratan mutu sekaligus memberikan pelayanan perizinan yang cepat, transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha. Hal itu disampaikan Indra saat membuka Pameran dan Seminar APROPI AgrochemBIZ Show […]

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membuka pendataan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk penyaluran pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2027 pada Selasa, 22 September 2026. Dalam proses ini, Kementan memperketat validasi data agar penerima dan kebutuhan pupuk benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Pemutakhiran data mencakup identitas petani, luas dan lokasi lahan, komoditas […]

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (18/9/2026) sebagai upaya mempercepat penanaman, meningkatkan indeks pertanaman (IP), serta memperkuat produksi pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di Desa Bandar Laksamana, Kecamatan Saba Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dan dilaksanakan […]

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi bagi Brigade Pangan Model dan Penanggung Jawab (LO) Brigade Pangan Kabupaten/Kota yang berlangsung di BBPMKP Ciawi, Bogor, pada 15–17 September […]

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

Pilarpertanian – Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19, meningkat 1,05 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada pada level 127,84. Capaian tersebut menjadi level tertinggi dan menunjukkan penguatan posisi ekonomi petani seiring harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi dibandingkan biaya yang harus dibayarkan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan peningkatan […]