Lewat Hak PVT, Kementan-Kemdiktisaintek Akselerasi Riset Kampus Jadi Senjata Swasembada Pangan Berkelanjutan
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Leli Nuryati Saat Menghadiri Bimbingan Teknis Perlindungan Varietas Tanaman 2026.

Lewat Hak PVT, Kementan-Kemdiktisaintek Akselerasi Riset Kampus Jadi Senjata Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) memperkuat komitmennya dalam mendukung kedaulatan pangan nasional dengan memfasilitasi perlindungan varietas tanaman atas hasil inovasi dari perguruan tinggi. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pendampingan intensif bagi 63 peneliti dari 48 universitas se-Indonesia dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) 2026 yang berlangsung pada 11 hingga 13 Mei 2026.


“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman antara Menteri Pertanian dan Menteri Diktisaintek dalam mendorong implementasi hasil riset kampus guna mempercepat swasembada pangan berkelanjutan. Sinergi ini menempatkan perguruan tinggi sebagai salah satu ujung tombak pengembangan teknologi pertanian dan memastikan riset para akademisi tidak hanya berakhir di atas kertas, melainkan bertransformasi menjadi varietas unggul yang siap meningkatkan produktivitas pertanian nasional,” demikian dikatakan Kepala Pusat PVTPP, Leli Nuryati dalam Bimtek tersebut yang diselenggarakan di Universitas Pakuan, Selasa (12/5/2026).


Menurut Leli, kehadiran varietas unggul yang adaptif dan berkualitas adalah kunci utama untuk mewujudkan visi swasembada pangan berkelanjutan. Dalam mewujudkan Visi Misi Pemerintahan Bapak Presiden RI Prabowo, Kementan memiliki program prioritas nasional, diantaranya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, peningkatan produksi padi, jagung, dan komoditas strategis lainnya, penyediaan benih/varietas unggul, alat mesin pertanian dan pupuk bersubsidi, penyuluhan dan regenerasi petani, hilirisasi pertanian serta mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).


“Kami berkomitmen mendorong hasil riset kampus, sehingga bisa mendorong program strategis kita yakni swasembada pangan berkelanjutan. Keberadaan varietas unggul memiliki peran yang sangat strategis. Varietas unggul mampu meningkatkan produktivitas, ketahanan terhadap hama dan penyakit, toleransi terhadap perubahan iklim, serta meningkatkan kualitas hasil panen,” cetusnya.



Lebih lanjut Leli menegaskan perlindungan hukum melalui Hak PVT bukan sekadar prosedur administratif, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan ekonomi bangsa. Menurutnya, Pusat PVTPP mengemban peran ganda yakni memberikan kepastian hukum bagi pemulia dan memfasilitasi perizinan pertanian yang menjadi kunci akselerasi ekonomi di pasar global.


“Dengan memiliki varietas yang unggul, selain dapat memaksimalkan hasil panen petani kita, namun juga dapat mendorong ekspor produk pertanian yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani, pelaku usaha dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.


“Perguruan tinggi memiliki kontribusi besar dalam menghasilkan inovasi varietas unggul. Banyak inovasi yang lahir dari para akademisi dan peneliti di kampus yang sesungguhnya memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dan dunia usaha. Hasil inovasi tersebut perlu mendapatkan perlindungan hukum agar hak pemulia dapat terlindungi dan inovasi menghasilkan benih unggul dapat terus berkembang,” sambung Leli.


Di tempat yang sama, pakar pemuliaan tanaman, IPB University, Prof. Sobir menekankan keuntungan langsung bagi para akademisi. Menurutnya, pendaftaran Hak PVT adalah investasi karir yang nyata bagi dosen.


“Semakin sering akademisi meng-Hak PVT-kan hasil risetnya, maka mereka akan mendapatkan hak akan inovasi ilmiahnya secara penuh. Selain itu, ini sangat bagus juga untuk menunjang jenjang karir teman-teman dosen karena inovasi yang terproteksi memiliki bobot nilai yang tinggi,” tuturnya.


Sebagai wujud pelayanan prima dan upaya “jemput bola”, Pusat PVTPP mengerahkan tim ahli yang terdiri dari 9 Pemeriksa PVT guna memberikan asistensi teknis langsung kepada para peserta. Pendampingan ini mencakup tata cara penulisan riwayat pemuliaan hingga proses pengajuan hak PVT secara daring, sehingga inovasi hasil riset dapat segera mendapatkan legalitas.


Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Kemdiktisaintek, Prof. Yos Sunitiyoso mengapresiasi langkah aktif PVTPP dalam menjembatani dunia riset dengan perlindungan hukum negara. Perguruan tinggi memiliki banyak inovasi varietas tanaman yang unggul dihasilkan dosen, tetapi hanya sedikit yang didaftarkan mendapatkan kekayaan intelektual berupa hak PVT.


“Harapannya dari Bimtek ini dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya dengan dilakukan PVT hasil riset varietasnya, agar tidak hanya menjadi kertas saja,” ungkap Yos.


Kegiatan ini juga akan memberikan penghargaan kepada 8 peserta sebagai bentuk motivasi bagi para akademisi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan varietas unggul di Indonesia. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi pertanian nasional dan mempercepat hilirisasi teknologi dari laboratorium kampus ke lahan petani.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan produksi pangan nasional, khususnya beras terus dijaga untuk mempertahankan ketahanan pangan dan keberlanjutan swasembada. Pada saat yang sama, sektor pertanian juga siap mendukung agenda kemandirian energi nasional melalui pengembangan energi berbasis sumber daya domestik. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana […]

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Pilarpertanian – Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej menyebut temuan dugaan ketidaksesuaian beras fortifikasi dengan informasi pada label kemasan memiliki indikasi dugaan tindak pidana penipuan. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional bersama Satgas Pangan. Edward mengatakan dugaan tindak pidana tersebut sebagaimana diatur […]

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Pilarpertanian – Upaya pengembangan potensi varietas lokal kopi di Kabupaten Sumba Barat Daya terus diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Budidaya Kopi yang dilaksanakan di Desa Laga Lete, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam kegiatan tersebut, Nani Suwarni, Pemeriksa PVT Ahli Madya, menyampaikan materi mengenai kebijakan dan mekanisme pendaftaran varietas lokal, khususnya […]

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan skema pembiayaan pengembangan industri bioetanol nasional yang akan melibatkan BUMN, swasta, dan masyarakat. Pemerintah menyiapkan kepastian lahan dan legalitas kawasan, sementara rakyat didorong menjadi bagian dari ekosistem usaha agar manfaat ekonomi pengembangan bioetanol dapat dirasakan secara luas. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai Rapat Program Khusus […]

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan yang berhasil menggagalkan upaya importasi ilegal beras dan garam. Menurut Mentan Amran, penindakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi 115 juta petani Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. “Pak Menkeu, Pak Dirjen, mewakili petani 115 juta orang saya […]

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (18/9/2026) sebagai upaya mempercepat penanaman, meningkatkan indeks pertanaman (IP), serta memperkuat produksi pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di Desa Bandar Laksamana, Kecamatan Saba Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dan dilaksanakan […]

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membuka pendataan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk penyaluran pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2027 pada Selasa, 22 September 2026. Dalam proses ini, Kementan memperketat validasi data agar penerima dan kebutuhan pupuk benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Pemutakhiran data mencakup identitas petani, luas dan lokasi lahan, komoditas […]

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi bagi Brigade Pangan Model dan Penanggung Jawab (LO) Brigade Pangan Kabupaten/Kota yang berlangsung di BBPMKP Ciawi, Bogor, pada 15–17 September […]

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Amran menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (24/9) pagi. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum para petani melakukan aksi demonstrasi bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional. Mentan Amran langsung menemui para petani setelah mendengar kedatangan mereka seusai salat subuh. Ia memilih berdialog […]