Adriano, Simbol Mahasiswa Pembela Rakyat Miskin, Mentan Amran: Aspirasi Riil untuk Rakyat Alor
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Saat Melakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Adriano, Simbol Mahasiswa Pembela Rakyat Miskin, Mentan Amran: Aspirasi Riil untuk Rakyat Alor

Pilarpertanian - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi khusus kepada Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berani menyuarakan persoalan masyarakat di daerah asalnya hingga mendorong pemerintah turun langsung melihat kondisi masyarakat.


Apresiasi tersebut disampaikan Mentan Amran saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor, Sabtu (8/8), setelah sebelumnya bertemu Adriano dalam kuliah umum di UNDIP, Semarang, Kamis (6/8).


Saat mengisi kuliah umum di hadapan 5.155 mahasiswa baru UNDIP, Adriano menyampaikan kondisi masyarakat Alor yang masih menghadapi persoalan distribusi pangan. Ia menceritakan harga beras di sejumlah wilayah dapat melonjak hingga Rp25.000-Rp30.000 per kilogram ketika distribusi terganggu.


Mendengar aspirasi tersebut, Mentan Amran langsung meminta jajaran terkait menindaklanjuti persoalan pangan di Alor. Tidak berhenti pada instruksi, Amran kemudian membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta dan memilih datang langsung ke Alor untuk melihat kondisi masyarakat serta memastikan aspirasi yang disampaikan Adriano ditindaklanjuti.



“Urgensi kunjungan ke Alor ini yang pertama, ada kami memberi kuliah umum di UNDIP, Universitas Diponegoro. Kemudian tiba-tiba ada sosok pemuda Alor yang tampil. Kalau pun berteriak, saya terima dengan senang hati, karena teriakannya adalah membawa aspirasi rakyat nyata, real,” ujar Amran saat berada di Alor, Sabtu (8/8).


Menurut Amran, keberanian Adriano menyampaikan persoalan masyarakat patut diapresiasi karena tidak didasari kepentingan pribadi.


“Saya bangga dengan namanya Andriano. Ini adalah putra terbaik NTT. Ini harus kita kawal. Kenapa? Mereka membaca denyut nadi masyarakat. Apa keinginan masyarakat? Bukan bahasa basi, bukan hanya pencitraan, apalagi mengada-ada. Inilah mahasiswa yang harus diteladani. Ini mahasiswa terbaik yang pernah aku temui, ini luar biasa,” tegas Amran.


Amran menilai Adriano telah menunjukkan karakter mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian pemerintah.


“Membawa aspirasi rakyat bukan kepentingan pribadi. Padahal dia juga hidup pas-pasan. Tetapi memperjuangkan rakyat Alor, NTT khususnya. Insyaallah kami langsung turun,” katanya.


Amran mengatakan kedatangannya ke Alor merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam memastikan aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi diterjemahkan menjadi tindakan nyata.


“Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Kami langsung terbang dari Jakarta, dari Jawa Tengah, langsung ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi. Di bawah naungan Kementerian Pertanian,” ujar Amran.


Dalam kunjungan tersebut, Adriano turut mendampingi Mentan Amran meninjau langsung sejumlah lokasi dan melihat berbagai program pertanian yang disiapkan pemerintah untuk masyarakat Alor.


Usai mendampingi Mentan Amran, Adriano menyampaikan rasa syukurnya karena aspirasinya mendapat respons langsung dari pemerintah pusat.


“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena Pak Menteri sudah berkenan datang ke daerah kami yang terpencil ini. Kami sangat senang,” ujar Adriano.


Menurut Amran, persoalan masyarakat Alor harus dijawab melalui program yang memberikan manfaat baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk kebutuhan pangan yang mendesak, pemerintah memastikan ketersediaan beras dan mendorong penguatan produksi padi serta jagung.


“Pak Andriano, beras sudah aman. Ada di gudang-gudang sekarang. Harga itu Rp13 ribu, sama dengan harga Jakarta. Kita sekarang tidak akan kesulitan beras,” tegas Amran.


Amran juga meminta Bulog memastikan stok beras di Alor tetap tersedia dan melakukan operasi pasar apabila masyarakat membutuhkan.


“Bulog operasi pasar. Tidak ada batasan. Kalau ada yang mau beli beras, kita keluarkan. Lakukan pasar di mana dibutuhkan. Pasar murah,” imbuhnya.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan skema pembiayaan pengembangan industri bioetanol nasional yang akan melibatkan BUMN, swasta, dan masyarakat. Pemerintah menyiapkan kepastian lahan dan legalitas kawasan, sementara rakyat didorong menjadi bagian dari ekosistem usaha agar manfaat ekonomi pengembangan bioetanol dapat dirasakan secara luas. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai Rapat Program Khusus […]

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

Pilarpertanian – Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19, meningkat 1,05 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada pada level 127,84. Capaian tersebut menjadi level tertinggi dan menunjukkan penguatan posisi ekonomi petani seiring harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi dibandingkan biaya yang harus dibayarkan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan peningkatan […]

Drone Turun ke Sawah Konawe, Kementan Uji Pertanian Modern untuk Kejar Swasembada Pangan

Drone Turun ke Sawah Konawe, Kementan Uji Pertanian Modern untuk Kejar Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus mempercepat swasembada pangan melalui optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman (IP), serta penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian. Langkah tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Bersama di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Desa Meraka, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (14/9/2026). Kegiatan tanam dilaksanakan pada hamparan lahan CSR seluas 112 hektare. Pada […]

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membuka pendataan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk penyaluran pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2027 pada Selasa, 22 September 2026. Dalam proses ini, Kementan memperketat validasi data agar penerima dan kebutuhan pupuk benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Pemutakhiran data mencakup identitas petani, luas dan lokasi lahan, komoditas […]

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Pilarpertanian – Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej menyebut temuan dugaan ketidaksesuaian beras fortifikasi dengan informasi pada label kemasan memiliki indikasi dugaan tindak pidana penipuan. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional bersama Satgas Pangan. Edward mengatakan dugaan tindak pidana tersebut sebagaimana diatur […]

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (18/9/2026) sebagai upaya mempercepat penanaman, meningkatkan indeks pertanaman (IP), serta memperkuat produksi pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di Desa Bandar Laksamana, Kecamatan Saba Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dan dilaksanakan […]

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan yang berhasil menggagalkan upaya importasi ilegal beras dan garam. Menurut Mentan Amran, penindakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi 115 juta petani Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. “Pak Menkeu, Pak Dirjen, mewakili petani 115 juta orang saya […]

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi bagi Brigade Pangan Model dan Penanggung Jawab (LO) Brigade Pangan Kabupaten/Kota yang berlangsung di BBPMKP Ciawi, Bogor, pada 15–17 September […]

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Ratas di Istana, Mentan Amran Perkuat Produksi Pertanian Dukung Kemandirian Energi

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan produksi pangan nasional, khususnya beras terus dijaga untuk mempertahankan ketahanan pangan dan keberlanjutan swasembada. Pada saat yang sama, sektor pertanian juga siap mendukung agenda kemandirian energi nasional melalui pengembangan energi berbasis sumber daya domestik. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) di Istana […]