Mentan/Kepala Bapanas Amran: Serapan Bulog Sekitar 8 Persen dari Produksi Beras Nasional, Tak Sebabkan Kenaikan Harga
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Mengatakan Bahwa Pemerintah Akan Menindak Tegas Oknum yang Merugikan Petani dan Masyarakat Terkait Pangan Pokok Strategis.

Mentan/Kepala Bapanas Amran: Serapan Bulog Sekitar 8 Persen dari Produksi Beras Nasional, Tak Sebabkan Kenaikan Harga

Pilarpertanian - Adanya fluktuasi harga beras secara nasional diseriusi pemerintah dengan menerapkan berbagai langkah. Selain berupa intervensi dengan menggelontorkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Perum Bulog, dilakukan pula pengawasan langsung ke pasar-pasar dengan menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Beras Tahun 2025.


Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman telah memastikan kedua strategi intervensi perberasan tersebut sedang berjalan. Pembentukan Satgas tersebut dipelopori Amran berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025 yang diterbitkan pada 20 Oktober lalu.


“Kami sudah turunkan tim intervensi harga dan intervensi SPHP di daerah dengan harga yang tinggi,” ucap Mentan/Kepala Bapanas Amran saat dijumpai selepas Konferensi Pers Satu Tahun Pembangunan Pertanian di Jakarta pada Rabu (22/10/2025).


Terkait fluktuasi harga beras, Amran menjawab bahwa penyebabnya bukan karena pemerintah yang menugaskan Bulog untuk menyerap produksi beras dalam negeri sebesar 3 juta ton. Akselerasi penyerapan Bulog merupakan keberpihakan pada petani Indonesia yang berhasil menorehkan rekor stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tertinggi sepanjang sejarah.



“Perintah Bapak Presiden Prabowo itu gabah Rp 6.500 per kilogram. Tapi tidak semuanya. Kenapa? Kemampuan Bulog hanya sekitar 8 persen. Makanya, ada ahli mengatakan, itu karena Bulog menyerap banyak. Padahal yang diserap cuma 8 persen. 92 persen adalah swasta,” sebut Amran.


Adapun realisasi penyerapan setara beras dari produksi dalam negeri yang telah dilaksanakan Bulog telah mencapai 3,002 juta ton per 20 Oktober. Capaian ini jika dibandingkan proyeksi produksi beras setahun seperti yang ada di Proyeksi Neraca Pangan Nasional berkisar sekitar 8,74 persen dari total produksi beras setahun 34,34 juta ton.


“Nah, ini salah paham. Selalu mengatakan, karena Bulog menyerap banyak, sehingga harga naik. Tidak semuanya naik. Ini karena stok CBP kita tertinggi sejak 1969, Kami ditakdirkan di 2025, atas perintah oleh Bapak Presiden, bisa mencapai 4,2 juta ton di Juni,” kata Amran lagi.


Ia pun mengungkapkan perspektifnya tentang penyebab harga masih berada melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Ada permainan pihak-pihak di tengah rantai pasok yang menyebabkan fluktuasi.


“Ada pemahaman yang keliru bahwa ini adalah ini mekanisme pasar. Itu berlaku seluruh dunia, kecuali Indonesia. Lalu kenapa harga naik? Karena ada di tengahnya itu middle man yang memainkan peran dan tidak mencintai merah putih” beber Amran.


“Misal minyak goreng, dulu sempat langka. Harga naik turun padahal Indonesia suplai ke seluruh dunia. Ini mirip seperti beras. Indonesia dari perhitungan FAO (Food and Agriculture Organization) sampai BPS (Badan Pusat Statistik), produksi beras tinggi di tahun ini,” tambah Amran.


Oleh karena itu, pemerintah akan bersikap tegas terhadap urusan yang menyangkut hajat hidup masyarakat, termasuk beras. Pangan pokok strategis harus dijaga kestabilannya, baik stok maupun harganya bagi masyarakat.


“Sekarang, sudah ada fakta, sudah ada bukti. Bukan omon-omon. Tersangka hari ini, pupuk itu puluhan. Beras 41. Ini tidak main-main, kita tindak langsung. Tidak ada kompromi bagi pelaku kejahatan terhadap hajat hidup orang banyak. Pangan bermasalah, negara bermasalah. Itu selalu pesan Bapak Presiden,” pungkas Amran dalam jumpa pers hari ini.


Terkait itu, kondisi harga beras terhadap HET mulai memperlihatkan progres yang positif. Dalam Panel Harga Pangan, jumlah daerah yang tercatat memiliki harga beras premium yang telah seusai HET, di awal September hanya ada 98 kabupaten/kota. Sampai minggu ketiga Oktober bertambah 16,32 persen menjadi 114 kabupaten/kota.


Sementara untuk kondisi beras medium setali tiga uang. Pada awal September tercatat 252 kabupaten/kota yang telah sesuai dengan HET beras medium. Kemudian sampai minggu ketiga Oktober bertambah 15,07 persen menjadi 290 kabupaten/kota.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Amran menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (24/9) pagi. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum para petani melakukan aksi demonstrasi bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional. Mentan Amran langsung menemui para petani setelah mendengar kedatangan mereka seusai salat subuh. Ia memilih berdialog […]

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Pilarpertanian – Upaya pengembangan potensi varietas lokal kopi di Kabupaten Sumba Barat Daya terus diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Budidaya Kopi yang dilaksanakan di Desa Laga Lete, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam kegiatan tersebut, Nani Suwarni, Pemeriksa PVT Ahli Madya, menyampaikan materi mengenai kebijakan dan mekanisme pendaftaran varietas lokal, khususnya […]

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan skema pembiayaan pengembangan industri bioetanol nasional yang akan melibatkan BUMN, swasta, dan masyarakat. Pemerintah menyiapkan kepastian lahan dan legalitas kawasan, sementara rakyat didorong menjadi bagian dari ekosistem usaha agar manfaat ekonomi pengembangan bioetanol dapat dirasakan secara luas. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai Rapat Program Khusus […]

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Pilarpertanian – Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej menyebut temuan dugaan ketidaksesuaian beras fortifikasi dengan informasi pada label kemasan memiliki indikasi dugaan tindak pidana penipuan. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional bersama Satgas Pangan. Edward mengatakan dugaan tindak pidana tersebut sebagaimana diatur […]

Mentan Amran Berikan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Palestina, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Pertanian

Mentan Amran Berikan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Palestina, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Pertanian

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyepakati pemberian beasiswa bagi hingga 20 mahasiswa Palestina sebagai bentuk dukungan konkret Indonesia terhadap generasi muda Palestina. Kesepakatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama Indonesia dan Palestina di bidang pendidikan, pertanian, serta sosial dan keagamaan. Kesepakatan itu disampaikan Mentan Amran saat menerima Utusan Khusus […]

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan yang berhasil menggagalkan upaya importasi ilegal beras dan garam. Menurut Mentan Amran, penindakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi 115 juta petani Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. “Pak Menkeu, Pak Dirjen, mewakili petani 115 juta orang saya […]

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (18/9/2026) sebagai upaya mempercepat penanaman, meningkatkan indeks pertanaman (IP), serta memperkuat produksi pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di Desa Bandar Laksamana, Kecamatan Saba Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dan dilaksanakan […]

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi bagi Brigade Pangan Model dan Penanggung Jawab (LO) Brigade Pangan Kabupaten/Kota yang berlangsung di BBPMKP Ciawi, Bogor, pada 15–17 September […]

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membuka pendataan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk penyaluran pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2027 pada Selasa, 22 September 2026. Dalam proses ini, Kementan memperketat validasi data agar penerima dan kebutuhan pupuk benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Pemutakhiran data mencakup identitas petani, luas dan lokasi lahan, komoditas […]