Panen Perdana Pisang Bajo, Sukabumi: Siap Ekspor!
Lahan Pohon Pisang Barangan Jumbo di Kampung Pisang Desa Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Panen Perdana Pisang Bajo, Sukabumi: Siap Ekspor!

Pilarpertanian - Pisang terpilih menjadi salah satu komoditas buah unggulan untuk dikembangkan dan mendapat porsi kawasan cukup luas pada program Kampung Hortikultura. Sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), tujuan pengembangan kawasan Kampung Pisang ini antara lain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, memenuhi permintaan ekspor, dan diversifikasi pangan.


Tahun lalu, Kabupaten Sukabumi mendapat alokasi kegiatan APBN untuk mengembangkan kawasan Kampung Pisang. Salah satu Kampung Pisang yang dikembangkan berada di Desa Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat telah berhasil mengembangkan pisang jenis barangan jumbo (bajo) dan hasilnya pun sudah dapat dipanen sejak pekan lalu.


Dihubungi secara tertulis pada Senin (7/2), Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto sangat mengapresiasi kegiatan panen pisang bajo di Desa Warung Kiara ini. Prihasto berharap pengembangan ini dapat terus berlanjut dan dapat menghasilkan pisang berskala ekspor.


“Selamat atas panen perdananya. Sukabumi selama ini dikenal dengan pisang ambon. Saat ini, juga dapat turut dikenal sebagai penghasil pisang bajo. Kemudian, mewujudkan pengembangan kawasan yang berorientasi ekspor adalah kebijakan Kementan di bawah arahan Bapak Menteri SYL. Oleh karena itu, saya harap pengembangan Kampung Pisang Bajo ini dapat terus berlanjut hingga mampu menghasilkan pisang berkualitas ekspor,” ujar Prihasto.



Menurut Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman, pisang bajo ini merupakan jenis pisang baru. Namun, kualitas dari pisang ini memberikan harapan baru untuk dapat menembus pasar mancanegara.


“Pisang bajo ini memang pendatang baru di dunia perpisangan. Tetapi, jangan heran kalau pisang bajo menjadi harapan. Kita lihat kualitasnya. Ukurannya jumbo, rasanya manis, dan kulitnya mulus. Saya harap pisang bajo dapat tembus ke pasar mancanegara,” ujar Liferdi saat menghadiri panen raya pisang bajo di Sukabumi.


Pada kesempatan ini, Liferdi turut menyebutkan bahwa Kementan akan mempromosikan buah-buahan melalui program ODICOFF ke 34 negara di dunia dan berharap pisang bajo dapat menjadi salah satu komoditas yang dipromosikan.


“Kami berharap pisang bajo dapat berpartisipasi dalam ODICOFF 2022 nanti agar bisa meraih pasar dan kerja sama baru secara internasional. Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak demi menghasilkan kualitas pisang bajo yang terbaik dan sesuai dengan keinginan pasar ekspor,” tambah Liferdi.


Pengembangan Kampung Pisang Bajo ini merupakan sinergi antara Poktan Pandawa Siaga Tani dengan PT Caraka Prima Sakti, dan PT Rejeki Pangan Lestari sebagai offtaker. Poktan Pandawa Siaga Tani menerima bantuan berupa benih kultur jaringan dari PT Caraka Prima Sakti dan PT Rejeki Pangan Lestari serta saprodi dari Direktorat Buah dan Florikultura.


Pemulia benih dan breeder varietas pisang bajo, I Gusti Made Gama mengungkapkan keunggulan dari pisang ini adalah daging buah yang garing, rasa yang sangat manis, dan aroma khas pisang barangan. Ukurannya pun juga cukup besar dengan berat mencapai 3 kilogram per sisirnya.


“Pisang ini saya kerjakan cukup lama untuk memastikan kestabilan dan keunggulannya. Tadi saya lihat di lapangan hasilnya cukup bagus dan besar. Untuk 1 sisir, beratnya mencapai 3 kilogram. Saya harap ke depannya pisang ini dapat menembus pasar dunia dan untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kerja sama berbagai pihak, baik dari swasta maupun pemerintah,” ungkap I Gusti Made Gama.


Turut hadir dalam panen raya pisang bajo ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana. Thendy menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh pengembangan pisang bajo di Desa Warung Kiara dan terbuka lebar jika ada kesempatan pengembangan area di wilayah lain.


“Di Sukabumi itu segalanya ada dan pertanian, terutama pisang, menjadi unggulan kami. Selama ini, kami hanya kenal pisang ambon dan pisang lumut. Hari ini, Warung Kiara dapat membuktikan bahwa pisang bajo juga dapat tumbuh subur di Sukabumi. Kami sangat mendukung pengembangan pisang bajo ini ke depannya, apabila memang ada area-area lain yang cocok untuk ditanam pisang bajo,” kata Thendy.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Di Hadapan Jajaran TNI, Mentan Amran Sebut Ketahanan Pangan Tercapai Berkat Sinergi dan Disiplin Prajurit

Di Hadapan Jajaran TNI, Mentan Amran Sebut Ketahanan Pangan Tercapai Berkat Sinergi dan Disiplin Prajurit

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan Amran) Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan penguatan ketahanan pangan nasional tidak terlepas dari sinergi kuat dan kedisiplinan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang mengawal pelaksanaan program pertanian hingga ke tingkat lapangan. Menurut Mentan Amran, keterlibatan TNI dari tingkat terbawah hingga pimpinan tertinggi menjadi faktor kunci dalam memastikan program pertanian berjalan efektif […]

Mentan Amran Raih Most Popular Leader Awards 2026, Pemimpin Tangguh ditengah Krisis Global

Mentan Amran Raih Most Popular Leader Awards 2026, Pemimpin Tangguh ditengah Krisis Global

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian kembali menorehkan capaian membanggakan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menerima penghargaan Most Popular Leader Awards 2026 dari The Iconomics dalam rangkaian CEO Forum & Indonesia Best CEO Awards 2026 yang digelar di Gedung Sapta Pesona, Kamis (23/4/2026). Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, kepemimpinan visioner, dan kontribusi nyata dalam […]

Tanam Serentak di Jambi, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

Tanam Serentak di Jambi, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melaksanakan kegiatan tanam serentak di 15 lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) pada Selasa (21/4/2026) yang dipusatkan di Kelurahan Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Pelaksanaan tanam serentak di Jambi ini, menjadi bagian dari percepatan pemanfaatan lahan CSR Tahun 2025 dengan target pengembangan 5.000 hektare di wilayah tersebut, sebagai […]

Pacu Produksi Nasional, Kementan Tanam Padi Serempak di 25 Provinsi

Pacu Produksi Nasional, Kementan Tanam Padi Serempak di 25 Provinsi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mengakselerasi tanam serentak seluas 50 ribu hektare di 25 provinsi sebagai langkah cepat menjaga produksi pangan nasional, sekaligus merespons ancaman musim kemarau dan percepatan pemulihan lahan terdampak bencana. Gerakan tanam serentak yang dilaksanakan Kamis (30/4/2026) ini mencakup lahan optimalisasi (oplah), cetak sawah rakyat (CSR), serta lahan terdampak bencana, dengan titik […]

Kementan Gencarkan Pengembangan Hortikultura Lahan Kering untuk Antisipasi El Nino

Kementan Gencarkan Pengembangan Hortikultura Lahan Kering untuk Antisipasi El Nino

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan program pengembangan hortikultura di lahan kering sebagai langkah antisipatif menghadapi El Nino. Upaya ini diwujudkan melalui implementasi program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dengan fokus pada penguatan produksi, teknologi, dan kelembagaan petani. Langkah ini menjadi bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim, terutama […]

Kementan Percepat Tanam di Grobogan, Alsintan Disalurkan Antisipasi Kemarau

Kementan Percepat Tanam di Grobogan, Alsintan Disalurkan Antisipasi Kemarau

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat olah lahan dan penanaman di sejumlah sentra produksi pangan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penurunan curah hujan yang berpotensi mengganggu musim tanam hingga memicu gagal tanam. Salah satu upaya dilakukan di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kementan menyalurkan bantuan tiga unit pompa air berkapasitas 6 inci […]

Hadapi Tantangan Iklim, Kementan Andalkan Pompanisasi untuk Kejar Tanam di Sukoharjo

Hadapi Tantangan Iklim, Kementan Andalkan Pompanisasi untuk Kejar Tanam di Sukoharjo

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat olah lahan dan tanam di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan lewat intervensi pompanisasi untuk mengantisipasi kekeringan akibat fenomena El Nino. Berdasarkan data, Sukoharjo memiliki luas baku sawah (LBS) 20.085 hektare. Dari jumlah itu, luas tanam atau standing crop padi saat ini mencapai 14.573 hektare. Namun, sekitar 6.516 […]

Kementan Percepat Tanam Serentak Dukung Ketahanan Pangan

Kementan Percepat Tanam Serentak Dukung Ketahanan Pangan

Pilarpertanian – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan melalui pencapaian swasembada pangan nasional berkelanjutan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan Gerakan Tanam Serempak seluas 50.000 hektare pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan tanam dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, serta dilaksanakan serentak di […]

Dari Jambi, Wamentan Sudaryono Pimpin Tanam Padi Serentak di 16 Provinsi Hadapi El Nino

Dari Jambi, Wamentan Sudaryono Pimpin Tanam Padi Serentak di 16 Provinsi Hadapi El Nino

Pilarpertanian – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memimpin Gerakan Tanam Padi Serentak yang dilaksanakan di 16 provinsi secara daring sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim. Kegiatan ini dipusatkan di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Jambi, Selasa (21/4/2026), dan dilakukan secara […]