Tanam Serentak di Jambi, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR
Pelaksanaan Kegiatan Tanam Serentak di Kelurahan Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Jambi.

Tanam Serentak di Jambi, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian melaksanakan kegiatan tanam serentak di 15 lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) pada Selasa (21/4/2026) yang dipusatkan di Kelurahan Muara Bulian, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.


Pelaksanaan tanam serentak di Jambi ini, menjadi bagian dari percepatan pemanfaatan lahan CSR Tahun 2025 dengan target pengembangan 5.000 hektare di wilayah tersebut, sebagai upaya memastikan lahan yang telah dicetak dapat segera dioptimalkan untuk produksi.


Pada pelaksanaan kali ini, tanam dilakukan di berbagai wilayah dengan total luasan tersebar, antara lain Kalimantan Tengah seluas 1.500 hektare, Sumatera Selatan 612 hektare, Kalimantan Selatan 1.000 hektare, Papua Selatan 520 hektare, serta Sulawesi Selatan 484 hektare.


Selain itu, kegiatan juga berlangsung di Sulawesi Tengah 200 hektare, Sulawesi Tenggara 100 hektare, Kalimantan Barat 50 hektare, Kalimantan Timur 48 hektare, Kalimantan Utara 321 hektare, Jambi 180 hektare, Gorontalo 60 hektare, serta wilayah lainnya dengan luasan lebih kecil seperti Bengkulu, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.



Kegiatan dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono; Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti; Sekretaris Badan, Zuroqi Mubarok; Gubernur Jambi, Al Haris; dan Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief.


Gerakan ini merupakan langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi berkelanjutan. Selain itu, percepatan tanam juga menjadi strategi antisipasi terhadap dampak perubahan iklim, termasuk potensi El Nino, yang dapat memengaruhi produksi pangan.


Pada pelaksanaannya, tanam padi dilakukan secara serempak bersama petani dan Brigade Pangan dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian, seperti rice transplanter dan drone, sebagai bagian dari upaya modernisasi pertanian.


Secara nasional, program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 dilaksanakan di 19 provinsi sebagai bagian dari strategi perluasan lahan produktif untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung swasembada padi berkelanjutan.


Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pelaksanaan tanam serempak menjadi langkah konkret dalam menjaga momentum produksi nasional di tengah tantangan iklim.


“Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional aman,” tegasnya.


Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa gerakan tanam serempak tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus berlanjut secara konsisten di seluruh lokasi CSR.


“Saya berharap proses tanam ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus melakukan tanam di lahan CSR, terutama sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan iklim seperti El Nino,” ujarnya.


Ia menambahkan, program CSR menjadi bagian penting dalam menjaga swasembada pangan nasional, terutama di tengah dinamika global yang berpotensi memengaruhi stabilitas pangan.


“Semangat kita jelas, tanam lebih cepat, panen lebih banyak. Dengan begitu, kita bisa menjaga produksi dan ketahanan pangan nasional tetap kuat,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pertanian juga berdialog dengan petani dan pelaksana di berbagai lokasi CSR, antara lain di Tapin (Kalimantan Selatan), Bone (Sulawesi Selatan), Seruyan (Kalimantan Tengah), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), Muara Enim (Sumatera Selatan), dan Morowali Utara (Sulawesi Tengah).


Dari dialog tersebut, terungkap sejumlah kendala di lapangan, seperti akses jalan desa untuk mendukung mobilisasi alat dan mesin pertanian, ketersediaan benih, serta kebutuhan tambahan alsintan dan pompa guna mempercepat proses tanam.


Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian menegaskan bahwa Kementerian Pertanian akan memfasilitasi kebutuhan yang disampaikan petani dan pelaksana di berbagai wilayah sesuai prioritas dan kesiapan di lapangan.


“Kita akan fasilitasi kebutuhan yang menjadi kendala di lapangan, baik terkait alsintan, benih, maupun dukungan infrastruktur dasar, agar proses tanam dapat berjalan lebih cepat dan optimal,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur dan pengelolaan air sebagai langkah antisipasi kekeringan.


“Antisipasi kekeringan harus disiapkan sejak awal, melalui pemanfaatan sumur bor, pipanisasi, serta dukungan irigasi teknis agar proses tanam tetap berjalan optimal,” ujarnya.


Gubernur Jambi, Al Haris, menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung program Kementerian Pertanian untuk mencapai swasembada pangan.


Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, hingga penyuluh pertanian dan petani di lokasi pelaksanaan.


Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pengawalan di lapangan menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan tanam serempak.


“Target kita bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut benar-benar tertanami. Percepatan tanam harus terus dijaga dan tidak berhenti di hari ini, dengan pengawalan penyuluh serta kesiapan petani untuk langsung menanam tanpa menunggu kondisi sempurna, sementara kendala teknis diselesaikan secara paralel,” ujarnya.


Gerakan tanam serempak ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda, khususnya Brigade Pangan, dalam proses tanam.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11

Pilarpertanian – Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencetak rekor tertinggi pada September 2026, menembus 131,11 atau naik 1,49 persen dibandingkan Agustus 2026. Kenaikan ini menunjukkan harga yang diterima petani tumbuh lebih cepat daripada biaya yang harus mereka keluarkan. Gabah, karet, cabai rawit, dan kelapa sawit menjadi komoditas utama yang mendorong penguatan tersebut. Deputi Bidang Statistik […]

Mentan Amran Ajak Masyarakat Toraja Kembangkan Komoditas Unggulan Daerah

Mentan Amran Ajak Masyarakat Toraja Kembangkan Komoditas Unggulan Daerah

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat Toraja untuk mengambil bagian dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui pengembangan komoditas unggulan daerah. Pemerintah siap mendukung pengembangan kopi, jambu mete, kelapa, kakao, hingga lada agar potensi pertanian setempat dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Musyawarah […]

Kementan Percepat Tanam CSR 2026, Pastikan Lahan Segera Produktif

Kementan Percepat Tanam CSR 2026, Pastikan Lahan Segera Produktif

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian mempercepat penanaman pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026 untuk memastikan lahan yang telah dikonstruksi dan diolah segera produktif. Percepatan ini penting agar investasi pemerintah dalam pembukaan lahan baru memberikan manfaat nyata bagi petani, meningkatkan indeks pertanaman (IP), dan memperkuat produksi pangan nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serempak […]

Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan Dorong Generasi Muda Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan Dorong Generasi Muda Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Pilarpertanian – Generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun pertanian modern, inovatif, dan berkelanjutan. Untuk mendorong peran tersebut, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Workshop on Empowering Young Leaders for a Sustainable Food and Agriculture Future di Auditorium PEPI, Tangerang, Rabu (14/10/2026), yang juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Menjadi bagian dari […]

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, PVTPP Dampingi Pengembangan PM-AAS di Sukabumi, Produktivitas Padi Capai 11,2 Ton per Hektare

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, PVTPP Dampingi Pengembangan PM-AAS di Sukabumi, Produktivitas Padi Capai 11,2 Ton per Hektare

Pilarpertanian – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian, terus mendorong penguatan produksi pangan melalui pendampingan kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan pengembangan teknologi budidaya padi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Upaya ini menunjukkan hasil awal yang menjanjikan melalui panen perdana penerapan Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran. Pada […]

Mentan Amran Berikan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Palestina, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Pertanian

Mentan Amran Berikan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Palestina, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Pertanian

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyepakati pemberian beasiswa bagi hingga 20 mahasiswa Palestina sebagai bentuk dukungan konkret Indonesia terhadap generasi muda Palestina. Kesepakatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama Indonesia dan Palestina di bidang pendidikan, pertanian, serta sosial dan keagamaan. Kesepakatan itu disampaikan Mentan Amran saat menerima Utusan Khusus […]

Jaga Produksi Pangan, Kementan Optimalkan Ratusan Pompa Air di Tegal

Jaga Produksi Pangan, Kementan Optimalkan Ratusan Pompa Air di Tegal

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat mitigasi kekeringan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melalui optimalisasi pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Langkah ini dilakukan guna membantu petani mempertahankan produktivitas lahan dan menekan risiko kehilangan hasil panen di tengah ancaman El Nino. Melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan telah mendistribusikan 627 […]

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Pilarpertanian – Inovasi pembangunan pertanian tidak hanya diwujudkan melalui penerapan teknologi, tetapi juga melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi petani. Salah satunya adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah untuk menekan biaya produksi sekaligus memperkuat fondasi usaha tani dalam […]

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Emrus: Mentan Amran Satu-satunya Menteri Berkinerja Terbaik

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Emrus: Mentan Amran Satu-satunya Menteri Berkinerja Terbaik

Pilarpertanian – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendapat sorotan positif dari pakar komunikasi politik Emrus Sihombing. Dalam evaluasinya terhadap kinerja kabinet, Emrus menilai Kementerian Pertanian sebagai satu-satunya kementerian yang menunjukkan kinerja baik dan menonjol. “Menteri yang bagus kinerjanya belum tampak, kecuali […]