Perlu Sinergi Membangun Food Estate
Kegiatan Merawat Ketahanan Pangan dengan Mekanisme Kerja Lintas Sektoral yang Baik Menjadikan Gagasan Food Estate Menjadu Relevan di Indonesia.

Perlu Sinergi Membangun Food Estate

Pilarpertanian - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, program food estate yang dicanangkan pemerintah harus menjadi tanggung jawab bersama dalam kesuksesannya. Dia menilai, jika kegiatan merawat ketahanan pangan menuntut mekanisme kerja lintas sektoral, gagasan tentang food estate menjadi relevan.


Dia menjelaskan, inisiatif food estate sebagai antisipasi terhadap gangguan ketahanan pangan nasional telah dimunculkan dalam dokumen RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) tahun 2020-2024. Program food estate bahkan sudah ditetapkan sebagai Program Strategis Nasional (PSN).


“Sehingga kesuksesan program food estate menjadi tanggung jawab bersama, bukan satu lembaga saja Kementerian Pertanian. Semua harus bahu-membahu dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Bamsoet saat dihubungi, Selasa (17/1/2023).


Untuk periode 2021-2023, pemerintah sudah menetapkan pembagian tugas lintas sektor. Kementerian Pertanian berperan menyediakan sarana produksi dan pengawalan budidaya. Kementerian PUPR berperan merehabilitasi dan meningkatkan jaringan irigasi; Kemendes PDTT bertugas merevitalisasi lahan transmigrasi eksisting; Kementerian LHK melakukan konservasi dan rehabilitasi lahan gambut, dan Kementerian BUMN bertugas mewujudkan korporasi, merancang desain dan Tata Ruang (RDRT), validasi tanah hingga sertifikasi.



“Upaya mewujudkan food estate yang sudah dimulai di sejumlah daerah layak diapresiasi. Namun, karena tantangan pada dekade-dekade mendatang diasumsikan lebih berat akibat perubahan pola musim, Indonesia harus lebih bersungguh-sungguh, dan bekerja lebih keras mewujudkan food estate,” ungkap Bamsoet.


Dikatakannya, dengan jumlah penduduk yang saat ini lebih dari 275 juta jiwa, ketahanan dan kecukupan bahan pangan harus menjadi prioritas. Karena itulah, PPHN mendorong kesungguhan pemerintah untuk merealisasikan food estate di dalam negeri dan mengajak semua elemen masyarakat memberi perhatian serius terhadap masalah ini.


Bamsoet mengungkapkan, pada Maret 2022, Sekretaris Jenderal PBB harus membentuk Champions of the Global Crisis Response Group on Food, Energy and Finance (GCRG). Forum ini dibentuk karena dunia sedang berselimut tiga krisis sekaligus, yakni krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan.


“Maka, dengan kesungguhan merealisasikan food estate, Indonesia tidak hanya sedang berupaya merespons potensi krisis bahan pangan. Bahkan Indonesia boleh berambisi mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan. Karena itu, food estate di dalam negeri idealnya direalisasikan dengan program yang terencana, berkelanjutan, sistematis dan inovatif. Tidak dengan saling menyalahkan satu sama lain,” kata Bamsoet.


Dikatakannya, hingga kini, ketergantungan Indonesia pada bahan pangan impor menjadi fakta tak terbantahkan. Memang, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, beberapa komoditas kebutuhan pokok masih diimpor. Antara lain kedelai, gula, gandum, daging sapi.


Di kesempatan berbeda, Direktur Peluasan dan Perlindungan Lahan Kementan Baginda Siagian mengatakan, mengelola sebuah lahan pertanian di lahan rawa ini tidak mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi mulai dari tata air mikro, serangan hama hingga cuaca.


“Lahan food estate yang sebagian besar ada di lahan rawa, tidak bisa dibandingkan dengan lahan di Jawa. Tingkat kesulitannya jauh lebih besar,” kata Baginda.


Baginda mengungkapkan, dari luasan lahan food estate sebesar 44 ribu ha yang sudah ada, hasil produksinya mencapai kisaran 4 ton. Karena itulah, ia optimis, dengan lahan yang lebih besar, produksinya juga akan semakin meningkat.


“Kita tetap optimisme ke depan, food estate di Kalteng tetap menjadi program prioritas. Ke depan, kita juga bakal menggarap lahan kita di Papua, itu harus kita jadikan lahan produksi dan itu butuh tahapan. Kita perbaiki sekarang ini tentu saja lahannya ada irigasi dan lain-lain belum tentu in-out air di situ bisa normal. Semua akan diupayakan semaksimal mungkin. Kita sudah berusaha keras, petani dapat kemudahan juga manfaat lainnya dari pada lahan-lahan tersebut menjadi lahan tidur,” kata Baginda.


Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng, Sunarti mengatakan, food estate di Kalteng sudah berjalan tahun ketiga dan hampir memasuki tahun keempat, yang diawali di tahun 2020 dengan Program Intensifikasi di Kapuas sebanyak 20 ribu hektar dan Pulang Pisau 10 ribu hektar.


“Intensifikasi berhasil dengan cukup baik, terbukti dari peningkatan produksi padi kita dan juga indeks pertanaman,” ungkap Sunarti.


Sunarti mengungkapkan, di tahun 2021 ada penambahan intensifikasi 14.135 hektar, dimana di Kapuas seluas 13 ribu hektar dan di Pulang Pisau seluas 1.135 hektar.


“Food estate yang ada di A5 Dadahup ini menjadi PR kita yang utama, meskipun lahan kita sudah terbuka tetapi tidak serta merta bisa langsung kita budidaya tanaman padinya karena lahan di sini sudah tidak pernah diolah kurang lebih 15 tahun dan tingkat keasaman lahannya cukup tinggi,” kata Sunarti.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Lewat Mekanisasi, Kementan Upayakan Residu Tanaman Miliki Nilai Tambah

Lewat Mekanisasi, Kementan Upayakan Residu Tanaman Miliki Nilai Tambah

Pilarpertanian – Jakarta — Kementerian Pertanian melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) mendorong perubahan paradigma dalam pengelolaan residu tanaman. Sisa panen yang selama ini kerap dipandang sebagai limbah diarahkan menjadi sumber daya produktif yang dapat memberikan nilai tambah bagi petani melalui penerapan mekanisasi, layanan jasa alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pendekatan pertanian sirkular. […]

Perkuat Produksi Nasional, Kementan Dorong Peningkatan Indeks Pertanaman di Lahan Oplah dan CSR

Perkuat Produksi Nasional, Kementan Dorong Peningkatan Indeks Pertanaman di Lahan Oplah dan CSR

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus mempercepat peningkatan indeks pertanaman (IP) melalui Gerakan Tanam Serempak yang dipusatkan di Desa Suka Pulung, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 25 provinsi pada lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024 dan 2025 serta lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 sebagai bagian […]

Mentan Amran di Musda MUI Sulsel: Saatnya Kawal Indonesia Menuju Negara Superpower

Mentan Amran di Musda MUI Sulsel: Saatnya Kawal Indonesia Menuju Negara Superpower

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras menjadi bukti bahwa target besar bangsa dapat diwujudkan melalui kerja keras, keberanian mengambil keputusan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak para ulama untuk turut mengawal transformasi Indonesia menuju negara maju dan berdaulat. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran […]

Aspirasi Puncak Papua Direspons, Mentan Amran Siap Kirim Alsintan dan Bidik 500 Hektare Kopi

Aspirasi Puncak Papua Direspons, Mentan Amran Siap Kirim Alsintan dan Bidik 500 Hektare Kopi

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merespons langsung aspirasi Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua Tengah, dengan menyiapkan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani di 25 distrik. Tak hanya alsintan, Mentan Amran juga membuka pengembangan kopi Arabika secara bertahap hingga 500 hektare untuk memperkuat sumber ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan tersebut. Dukungan tersebut […]

Tindak Tegas 13 Pegawai Kementan Terbukti Judol, Mentan Amran : Dicopot Permanen, Titik

Tindak Tegas 13 Pegawai Kementan Terbukti Judol, Mentan Amran : Dicopot Permanen, Titik

Pilarpertanian – Ketegasan dalam menegakkan disiplin menjadi bagian dari cara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membina jajaran Kementerian Pertanian. Menurutnya, memberikan sanksi tegas terhadap pegawai yang melakukan pelanggaran bukan semata-mata hukuman, melainkan bentuk tanggung jawab seorang pimpinan untuk mengarahkan bawahannya menjadi aparatur yang lebih baik. “Itulah bukti cinta saya pada mereka,” tegas Mentan Amran seusai […]

Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan, Mentan Amran: Jangan Biarkan Rakyat Ditipu

Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan, Mentan Amran: Jangan Biarkan Rakyat Ditipu

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan Islam, untuk bersama-sama memerangi mafia pangan dan praktik penipuan yang merugikan rakyat. Menurutnya, pemberantasan mafia pangan merupakan bagian dari perjuangan mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus melindungi kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran pada Muktamar V Wahdah Islamiyah yang diselenggarakan di […]

Angka Tetap BPS: Produksi Beras Januari–April 2026 Tumbuh, Luas Panen dan Produksi Padi Ikut Naik

Angka Tetap BPS: Produksi Beras Januari–April 2026 Tumbuh, Luas Panen dan Produksi Padi Ikut Naik

Pilarpertanian – Produksi beras nasional pada Januari–April 2026 tercatat mencapai 14,03 juta ton. Berdasarkan angka tetap Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tersebut meningkat 16.810 ton atau 0,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 14,01 juta ton, sebagaimana disampaikan dalam Berita Resmi Statistik BPS, Selasa (1/9). Pertumbuhan produksi beras tersebut sejalan dengan peningkatan […]

Mentan Amran: Presiden Perintahkan Kirim Pompa, 200 Unit Langsung Dikerahkan untuk Tangani Karhutla

Mentan Amran: Presiden Perintahkan Kirim Pompa, 200 Unit Langsung Dikerahkan untuk Tangani Karhutla

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, Kementan mengirim 200 unit pompa air ke empat provinsi di Kalimantan untuk mendukung upaya pemadaman. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan arahan Presiden Prabowo disampaikan pada malam hari dan langsung ditindaklanjuti Kementan pada keesokan […]

Komisi IV DPR RI Apresiasi Kementan Jaga Swasembada, Dorong Penguatan Anggaran Pertanian 2027

Komisi IV DPR RI Apresiasi Kementan Jaga Swasembada, Dorong Penguatan Anggaran Pertanian 2027

Pilarpertanian – Komisi IV DPR RI mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian dalam menjaga swasembada pangan nasional. Di tengah tantangan sektor pertanian dan kondisi iklim yang dinamis, Kementan dinilai mampu menjaga swasembada, khususnya beras dan jagung. Dukungan terhadap kinerja tersebut turut diikuti dorongan agar anggaran Kementan pada 2027 diperkuat. Apresiasi tersebut disampaikan anggota Komisi IV DPR RI […]