Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

07 September 2020

Pesantren Jadi Saluran Potensial Penyebaran Teknologi Pertanian

Pesantren Jadi Saluran Potensial Penyebaran Teknologi Pertanian
Foto : Pertemuan Anggota Komisi IV DPR RI, Asep M. Affandi dengan Tiga Unit Kerja Kementan di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pilarpertanian - Anggota Komisi IV DPR RI, Asep M. Affandi mengungkapkan bahwa pesantren dapat menjadi saluran penyebaran teknologi pertanian yang potensial. Hal ini disampaikan saat pertemuan dengan tiga Unit Kerja Kementerian Pertanian yang berada di Jawa Barat, yaitu BPTP Jabar, Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) dan Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jumat (4/9) di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tasikmalaya.

“Dunia pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama, akan tetapi mengimplementasikan “life skill” bagi para santrinya, termasuk masalah pertanian, peternakan dan perikanan. Pertanian dijadikan “life skill” utama bagi para santri.” ujarnya.

Asep yang juga pimpinan Ponpes Miftahul Huda ini menambahkan bahwa pertanian, peternakan dan perikanan merupakan penyangga pondok pesantren. “Masing-masing santri memiliki tanggung jawab untuk mengelola lahan pertanian secara bergilir.” lanjutnya.

Menurutnya, kedepan, program-program tepat guna seperti budi daya sistem hidroponik, aeroponik atau vertical garden sangat cocok dikembangkan di pondok pesantren. Jika memungkinkan, Asep merasa perlu adanya program screen house di ponpes-ponpes disertai penanganan pascapanen untuk semua komoditas yang dikembangkan berikut permodalan dan akses pasar. “Hal lain yang tidak kalah penting adalah program penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pertanian di pesantren.” tambahnya.

Selain Asep, Anggota Komisi IV yang turut hadir adalah Haerudin. Senada dengan Asep, Haerudin juga menyoroti mengenai pentingnya penyebaran teknologi pertanian. “Salah satunya bisa dengan optimalisasi Taman Teknologi Pertanian (TTP) dan Taman Sains Pertanian (TSP) yang telah dikembangkan Kementerian Pertanian.” ungkapnya. Selain itu, Haerudin juga mengharapkan program-program seperti penyebaran benih-benih unggul maupun bibit unggul ternak bagi masyarakat masih perlu untuk dilanjutkan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPTP Jawa Barat, Wiratno menyampaikan bahwa BPTP Jawa Barat siap secara langsung mendampingi pondok pesantren dalam penerapan teknologi yang dimiliki oleh Badan Litbang Pertanian. “Segera kami koordinasikan di internal untuk menyiapkan materi-materi dalam pengembangan pertanian dan peternakan di lingkungan pesantren” tuturnya.

Salah satu contohnya adalah teknologi bioproduk yang dimiliki Balitbangtan, yang akan diaplikasikan dalam mendukung kebangkitan pertanian organik di wilayah Jawa Barat. “Dari beberapa lokasi uji coba bioproduk pada tanaman padi, hasilnya dapat meningkatkan hasil panen hingga 20%.” ungkap Wiratno.

BPTP Jawa Barat juga akan melakukan pengkajian pemanfaatan jamu ternak terhadap ternak-ternak yang ada di pondok pesantren. Jamu ternak ini mampu menambah bobot badan sekaligus mengurangi bau kotoran ternak. “Kita akan berikan latihan pembuatan jamu ternak tersebut sehingga kedepan dapat dilakukan secara mandiri.” tambahnya.

Kepala Balitsa, Thamrin menyampaikan pihaknya siap mendukung pengembangan pertanian di pondok pesantren melalui benih-benih unggul sayuran dan teknik budi dayanya. “Kami akan coba lakukan percobaan di lahan-lahan milik pondok pesantren.” tegasnya.

Sementara, BIB Lembang, siap mendukung program peternakan di pesantren melalui penyaluran semen beku yang dimiliki. Selain itu, BIB akan mengundang secara rutin perwakilan santri dalam pelatihan teknis peternakan seperti penyuntikan IB, pembuatan pakan dan manajemen ternak.

Pada pertemuan tersebut, Wiratno juga meminta dukungan Komisi IV agar BPTP Jawa Barat dapat memiliki Kebun Percobaan di wilayah kerjanya. “Kami siap mengoptimalkan pemanfaatan lahan di Provinsi Jawa Barat, Kami ingin memanfaatkan itu semua untuk Kebun Percobaan tempat kami melakukan penelitian dan pengkajian teknologi spesifik lokasi serta pengembangan benih-benih unggul untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Barat” tutup Wiratno. (DR/NRP/ND)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *