Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

21 August 2018

Program Produksi Benih Mangga Unggul Secara Massal

Program Produksi Benih Mangga Unggul Secara Massal

Pilarpertanian - Pilar – Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) kerjasama dengan penangkar benih untuk memproduksi benih Mangga Unggul secara massal. Program ini telah dilakukan sejak tahun 2017. Balitbu Tropika di Solok Sumatera Barat telah memproduksi dan mendistribusikan sebanyak 17.000 benih mangga.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Tahun 2018 program pengembangan mangga secara nasional diperkirakan mencapai 3.100 Ha. Dengan asumsi jarak tanam 10 x 10 m dibutuhkan benih mangga sebanyak 310.000 batang.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Guna memenuhi kebutuhan benih tersebut akan diproduksi benih sebar mangga sebanyak 148.000 batang. Dan untuk mencukupi kebutuhan benih sebar secara nasional maka perlu diproduksi 162.000 batang dari beberapa varietas unggul.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Program pengembangan mangga untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor telah dilakukan sejak tahun 1990an dengan menggunakan vaietas Arumanis dan Gedong Gincu. Selanjutnya tahun 2010 mulai dikembangkan varietas unggul baru yaitu Garifta Merah dan Garifta Orange pada wilayah dengan agroklimat yang sesuai di 11 propinsi di Indonesia.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Selanjutnya 2014 setelah mendaftarkan VUB Agri Gardina 45 dan Gadung 21.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Dalam rangka percepatan VUB, Balitbu Tropika bertugas memproduksi Benih Sumber dan Benih Sebar Mangga untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Dalam melaksanaan produksi benih ini disamping memproduksi sendiri di Kebun Percobaan (KP) Cukurgondang Jawa Timur, Balitbu Tropika bekerjasama dengan penangkar benih mangga di Kab. Pasuruan.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Kerjasama telah terjalin dengan 3 penangkar benih yaitu Chozin dari Desa Pateguhan, Kec. Gondang Wetan Kab. Pasuruan untuk produksi 75.000 batang, Tono di Desa Werakas, Kec. Winongan memproduksi sebanyak 47.000 batang dan Akhadi di desa Kejobo Kec. Bugul Kota Pasuruan memproduksi sebanyak 26.000 batang.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Dalam kerjasama ini, Balitbu Tropika berkewajiban menyediakan saprodi dan sumber entres. Entres berasal dari pohon induk (BF dan BPMT) yang berada di KP Cukurgondang. Selain itu penangkar juga difasilitasi dengan biaya pemeliharaan benih. Sedangkan penangkar berkontribusi dalam menyediakan tempat /lahan pembibitan dan tenaga kerja.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Peneliti Balitbu Rebin, mengatakan bahwa batang bawah mangga menggunakan varietas Madu, Lali Jiwo, Wajik dan Agung, yang disemai pada musim buah 2018. Sedangkan batang atas menggunakan 5 varietas unggul mangga komersial yang telah dilepas antara lain: (1) Gadung 21, (2) Arumanis 143, (3) Garifta Merah, (4) Agri Gardina 45, dan (5) Gedong Gincu.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Benih diproduksi melalui pengawasan yang ketat dengan prosedur berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) perbenihan mangga. Satu minggu sebelum penyambungan, jumlah dan varietas yang akan diproduksi dilaporkan ke BPSB kabupaten Pasuruan untuk dilakukan pemeriksaan tahap I. Selanjutnya penyambungan dilakukan dengan sistem sambung celah (shoot grafting).Kerjasama ini memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak, terutama untuk Balitbu yaitu Percepatan proses produksi benih dan percepatan pengembangan VUB.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Menurut Kepala Balitbu Tropika, Ellina Mansyah kerjasama ini akan bermanfaat untuk penangkar antara lain, tersedianya lapangan kerja baru; peningkatan pengetahuan penangkar dalam produksi benih mangga melalui transfer teknologi dan peningkatan penghasilan penangkar. (REM/KK)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *