Tarik Minat Petani Muda, Kementan Upayakan Kembangkan Ekosistem Kewirausahaan Pertanian

Tarik Minat Petani Muda, Kementan Upayakan Kembangkan Ekosistem Kewirausahaan Pertanian
Caption: suasana seminar kewirausahaan ekosistem pertanian. Kementan RI terus berupaya melakukan regenerasi petani di Indonesia. (Foto:Anto/Pilar)

Pilarpertanian - Jakarta : Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong generasi milenial saat ini untuk terjun ke sektor pertanian maupun berwirausaha produk-produk pertanian. Saat ini sudah semakin banyak anak muda yang melihat pertanian sebagai sektor yang mampu memberikan kesejahteraan sekaligus ruang berinovasi.

Kementan RI juga terus mengupayakan tumbuhnya ekosistem kewirausahaan pertanian, suatu jaringan kolaboratif yang menghubungkan petani milenial, lembaga pendidikan, koperasi, dan pemerintah. Ekosistem ini mengintegrasikan rantai pasokan dari hulu ke hilir menggunakan mekanisasi modern dan pendampingan bisnis, yang bertujuan untuk mentransformasikan pertanian subsistem menjadi agribisnis yang menguntungkan dan mandiri.

Hal itu mengemuka dalam Seminar Nasional Kewirausahaan bertema “Membangun Ekosistem Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Mendorong Produktivitas, Inovasi, dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045” di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Dalam acara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti memaparkan berbagai kebijakan dan strategi pengembangan SDM pertanian serta penguatan kelembagaan ekonomi petani dalam mendukung ekosistem kewirausahaan pertanian yang berdaya saing.

“Ada enam unsur dalam ekosistem kewirausahaan pertanian untuk bisa menjadi penggerak transformasi pertanian di Indonesia. Yaitu SDM yang kompeten, pemanfaatan inovasi dan teknologi, Akses pembiayaan, penguatan kelembagaan petani, akses pasar dan kemitraan strategis,” papar Idha Widi.

Kepala BPPSDMP Kementan RI, Idha Widi Arsanti menjelaskan pada wartawan tentang kebijakan regenerasi petani. (Foto: Anto/Pilar)

Dia berharap, dengan adanya kerja sama dan sinergi yang baik antara pemerintah, akademisi, maupun pelaku usaha pertanian maka dapat terus menumbuhkan semangat anak muda dalam berwirausaha sektor pertanian. Karena regenerasi pelaku usaha tani perlu terus ditumbuhkan, agar semakin banyak lagi anak-anak muda yang dapat bekerja di sektor pertanian.

Salah satu program kementan RI untuk regenerasi petani adalah Proyek YESS (Youth Enterpreneurship And Employment Support Services, yang merupakan kerjasama BPPSDMP Kementan dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD). “Tahun depan, proyek ini akan dilakukan di delapan provinsi, setelah sebelumnya hanya di empat provinsi, guna meningkatkan minat anak muda untuk berwirausaha dalam pertanian,” ungkap Idha Widi.

Dalam proyek ini, BPPSDM Kementan berupaya mendorong petani muda untuk berwirasusaha di bidang pertanian. Program ini memberikan sejumlah manfaat bagi petani muda berupa bimbingan teknis, pelatihan, pemagangan, pendampingan akses KUR (kredit usaha rakyat), optimalisasi jejaring/kluster.

Harapannya dapat membangun keberlanjutan serta penumbuhan melalui peningkatan kapasitas keterampilan dan kemampuan manajemen usaha, perubahan mindset usaha, dalam rangka menggenjot produksi pertanian di Indonesia.

Dikesempatan yang sama, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan, Kementerian PPN/Bappenas, Maliki, mengungkapkan, pemerintah melalui 15 kementerian dan lembaga saat ini berupaya mencetak wirausaha di bidangnya masing-masing. Dan di Kementerian Pertanian, program kewirausahaan pertanian merupakan strategi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

“Di Kementerian Pertanian terdapat program yang mendorong para petani agar dapat berwirausaha dalam bidang pertanian, karena kesempatannya terbuka lebar. Pengembangan wirausaha di sektor pertanian ini merupakan kunci bagi negara untuk mensejahterakan para petani, mengingat mayoritas masyarakat kita berprofesi sebagai petani,” ujar Maliki.

Program pengembangan ekosistem wirausaha pertanian ini, kata Maliki, diharapkan dapat mentransformasikan usaha tani dari skala kecil menjadi menengah dan dari menengah menjadi besar. “Kalau kita bisa mentransformasi wirausaha petani, maka bisa menjadi lebih kuat, lebih produktif, dan naik kelas. Tentunya ini akan memberikan ataupun meningkatkan kesejahteraan dari para petani itu sendiri,” pungkasnya.(AgW)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan