Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

20 January 2017

Daging Sapi Mahal, Daging Kerbau Sebagai Alternatif

Daging Sapi Mahal, Daging  Kerbau Sebagai Alternatif

Pilarpertanian - Pemerintah terus berupaya mem­berikan alternatif protein peng­ganti daging sapi segar yang harganya terus mengalami pen­ingkatan. Daging sapi dan daging kerbau beku masih menjadi pilihan yang diberi­kan agar masyarakat bisa mendapatkan daging selain daging sapi.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
 
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
 
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Musdhalifah M.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
 
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Menko Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Musdhalifah Machmud mengatakan, untuk kuartal akhir 2016 dan kuartal awal 2017, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) masih akan melanjutkan skema intervensi harga daging sapi segar dengan daging beku. Cara ini dirasa lebih efektif dalam beberapa waktu ke depan. “Kita masih tunggu refleksinya, tunggu respons. Karena kita sudah luncurkan daging sapi dan kerbau beku sebagai alternatif kan,” ujar Musdhalifah dikutip Republika. Dia menyampaikan, Pemerintah telah memberikan mandat kepada Bulog untuk mendatangkan daging beku sebanyak mungkin. Tidak ada batasan berapa banyak Bulog akan mengintervensi harga daging sapi segar melalui daging beku. Asalkan masyarakat membutuhkan, maka daging beku ini akan terus didatangkan.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
 
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Menurutnya, memang butuh waktu bagi masyarakat untuk beralih dari penggunaan daging sapi segar ke daging beku baik sapi maupun kerbau. Namun, jika sudah terbiasa dan merasa harga daging sapi segar sudah tidak sanggup terbeli karena harga yang memang terlampau mahal, maka masyarakat akan mulai membiasakan mengonsumsi kedua jenis daging alternatif. “Kan perlu transisi, nanti minat konsumsinya ke daging jenis apa. Pokoknya kita siapkan alternatif pengganti daging sapi segar,” papar Musdhalifah.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
 
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Sementara itu Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Asnawi mengatakan, menyambut baik impor daging kerbau dari India. Adanya ini akan membuat harga daging yang dijual di pasaran semakin terjangkau.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Pedagang melihatnya secara positive thinking. Karena posisinya sekarang pemerintah perlu memberikan pelayan ke seluruh lapisan masyarakat, pemerintah menyesuaikan kebutuhan masing-masing konsumen, tidak semua masyarakat punya pendapatan yang sama. Asnawi mengungkapkan, daging kerbau yang dijual di pasaran punya harga yang jauh lebih murah ketimbang daging sapi segar. Setidaknya ada perbedaan harga hingga 35 ribu per kg untuk kedua jenis daging tersebut. “Daging kerbau yang harganya Rp 70 ribu-Rp 80 ribu per kg. Daging sapi beku perbedaannya Rp 15 ribu-Rp 20 ribu per kg, atau di sekitar 90 ribu. Dan daging sapi segar itu bedanya juga Rp 20 ribu (dengan daging sapi beku), sekitar Rp 115 ribu per kg,” katanya. (E14)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *