Di Hadapan Mahasiswa Unhas, Mentan Amran: Masa Depan Pertanian Ditentukan Karakter dan Mindset Generasi Muda
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Saat Memberikan Kuliah Umum di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Di Hadapan Mahasiswa Unhas, Mentan Amran: Masa Depan Pertanian Ditentukan Karakter dan Mindset Generasi Muda

Pilarpertanian - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa masa depan pertanian Indonesia ditentukan oleh kualitas karakter dan pola pikir generasi mudanya. Hal tersebut disampaikan dalam kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Jumat (27/02/2026), di hadapan mahasiswa S1, S2, dan S3, khususnya Fakultas Pertanian.


“Kebijakan tidak mungkin timbul begitu saja. Harus ada orang di belakangnya yang berkarakter, berproses, dan penuh tekanan dalam hidupnya,” tegasnya.


Mentan Amran menekankan bahwa pendidikan tinggi saja tidak cukup tanpa pembentukan karakter dan pengalaman lapangan.


“Sekolah setinggi langit, kalau tidak berproses di alam bebas, jangan mimpi mampu mengambil dan menindaklanjuti kebijakan,” ujarnya.



Menurutnya, sebelum berbicara tentang kebijakan, mahasiswa harus membangun fondasi diri: jujur, disiplin, kerja keras, dan berintegritas. Setelah itu barulah mampu menganalisis dan mengambil keputusan strategis dengan matang.


“Anda dulu yang punya karakter. Setelah itu baru mengambil kebijakan,” katanya.


Dalam kuliah tersebut, Mentan Amran juga memaparkan contoh konkret bagaimana kebijakan yang tepat mampu menghasilkan lompatan besar tanpa menambah anggaran.


Salah satu reformasi yang dilakukan hanya membutuhkan perubahan satu hingga dua pasal regulasi, namun berdampak signifikan terhadap efisiensi negara.


“Hasilnya, tidak menambah biaya. Justru menghemat Rp14 triliun per tahun,” ungkapnya.


Reformasi tersebut juga berdampak langsung pada sektor pupuk nasional. Harga pupuk turun 20 persen secara nasional. Tambahan ketersediaan pupuk meningkat 700 ribu ton. Tujuh pabrik pupuk baru berdiri, lima di antaranya diresmikan sebelum pergantian pemerintahan.


Ia mencontohkan, sebelumnya distribusi pupuk terikat 145 regulasi dan membutuhkan tanda tangan 12 menteri, 38 gubernur, serta 514 bupati. Kini mekanismenya dipangkas menjadi lebih sederhana dan langsung menyasar petani.


Menurutnya, persoalan bangsa sering kali bukan pada kekurangan anggaran, melainkan pada regulasi yang tidak pernah dibongkar selama puluhan tahun.


Reformasi kebijakan tersebut disebut berkontribusi pada peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai indikator kesejahteraan menunjukkan tren peningkatan.


Produksi pertanian Indonesia bahkan disebut menempati posisi kedua tertinggi di dunia setelah Brasil. Stok pangan nasional pun mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan, dengan proyeksi menembus 5–6 juta ton dalam waktu dekat.


Indonesia juga telah mengekspor 10 ribu ton beras ke Palestina dan menargetkan ekspor lanjutan ke Mesir.


Menurut Mentan Amran, capaian tersebut menunjukkan bahwa perubahan regulasi yang tepat dapat berdampak sistemik terhadap ekonomi nasional.


Di akhir kuliah umum, Mentan Amran mengajak mahasiswa Unhas untuk tidak menunggu perubahan dari luar.


“Kesempatan Anda berubah tergantung Anda hari ini. Tidak ada yang mengubah nasib mahasiswa pertanian Unhas kalau bukan dirinya sendiri,” ujarnya.


Ia mendorong mahasiswa untuk berani menerima tekanan, tantangan, dan proses panjang sebagai bagian dari pembentukan kepemimpinan.


“Rubah mindset. Change your mindset. You can change the world.”


Menurutnya, masa depan pertanian Indonesia dan arah kebijakan bangsa ke depan sangat ditentukan oleh kualitas karakter dan pola pikir generasi mudanya hari ini.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Antusiasme Temu Teknologi Kelapa di PENAS XVII Gorontalo, Bahas Budidaya hingga Hilirisasi

Antusiasme Temu Teknologi Kelapa di PENAS XVII Gorontalo, Bahas Budidaya hingga Hilirisasi

Pilarpertanian – Gorontalo; Temu Teknologi Kelapa di PENAS XVII Gorontalo disambut antusias, mengulas budidaya, inovasi teknologi, hingga strategi hilirisasi untuk mendorong nilai tambah komoditas kelapa. Rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo tak hanya menghadirkan gelar teknologi dan pameran produk unggulan dari berbagai daerah. Ajang nasional ini juga menjadi wadah peningkatan kapasitas […]

Menteri Pertanian Tinjau Gelar Teknologi Hilirisasi Perkebunan pada PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Menteri Pertanian Tinjau Gelar Teknologi Hilirisasi Perkebunan pada PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Pilarpertanian – Gorontalo, 20 Juni 2026 – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII resmi diselenggarakan di Provinsi Gorontalo pada tanggal 20–25 Juni 2026. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan GORR David-Tony, Desa Hepu Hulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo ini menjadi ajang temu karya, inovasi, kemitraan, serta penguatan kolaborasi antara petani, nelayan, penyuluh pertanian, pemerintah, akademisi, dan […]

Bangun Ekosistem, Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam Tiga Tahun

Bangun Ekosistem, Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam Tiga Tahun

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat langkah menuju swasembada bawang putih nasional melalui pembangunan ekosistem terintegrasi dari perbenihan hingga pemasaran untuk konsumsi. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan menjamin harga, menyediakan benih, sarana produksi, alat mesin pertanian (alsintan), serta memperkuat peran BUMN pangan agar petani memiliki kepastian usaha dan mampu meningkatkan produksi […]

Hadapi Kemarau 2026, Kementan Genjot Percepatan Semai, Olah Lahan dan Tanam Padi di Kabupaten Sukabumi

Hadapi Kemarau 2026, Kementan Genjot Percepatan Semai, Olah Lahan dan Tanam Padi di Kabupaten Sukabumi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) secara masif meluncurkan Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan Tanam Serentak di 11 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat, salah satunya di Kabupaten Sukabumi yang merupakan sentra produksi padi nomor 2 nasional. Gerakan strategis ini bertujuan untuk mendongkrak Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna meningkatkan produksi beras dalam menghadapi ancaman dampak El […]

Di PENAS 2026, Wapres Gibran Sebut Indonesia Kian Mandiri Pangan Berkat Petani dan Nelayan

Di PENAS 2026, Wapres Gibran Sebut Indonesia Kian Mandiri Pangan Berkat Petani dan Nelayan

Pilarpertanian – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyatakan Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional berkat kerja keras petani dan nelayan serta dukungan kebijakan pemerintah yang berpihak pada sektor pertanian dan perikanan. Hal tersebut disampaikan Wapres saat membuka Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo, Sabtu (20/6). Menurut Wapres […]

Kementan: Hati-hati Hoaks Rekrutmen “Petugas Sensus Pertanian 2026”, Masyarakat Waspada Modus Penipuan

Kementan: Hati-hati Hoaks Rekrutmen “Petugas Sensus Pertanian 2026”, Masyarakat Waspada Modus Penipuan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan mengenai rekrutmen “Petugas Sensus Pertanian 2026” adalah hoaks dan tidak berasal dari Kementerian Pertanian. Dalam informasi palsu tersebut, pelaku mencatut nama Kementerian Pertanian dan foto Mentan Amran dengan menawarkan lowongan kerja petugas sensus pertanian bagi lulusan SMA/sederajat dengan iming-iming […]

Di Hadapan 100 Ribu Petani dan Nelayan seluruh Indonesia di PENAS XVII, Presiden Prabowo Pastikan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Di Hadapan 100 Ribu Petani dan Nelayan seluruh Indonesia di PENAS XVII, Presiden Prabowo Pastikan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pilarpertanian – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga dan memperkuat swasembada pangan nasional secara berkelanjutan di hadapan lebih dari 100 ribu petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku usaha pertanian yang menghadiri puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Presiden Prabowo menyatakan Indonesia kini berada pada posisi yang […]

Kementan Dorong UGM Daftarkan HAKI PVT

Kementan Dorong UGM Daftarkan HAKI PVT

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) tengah masif mendorong Universitas Gadjah Mada untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Atas Intelektual (HAKI) Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). Pasalnya, UGM merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia telah banyak menghasilkan varietas unggul yang berproduktivitas tinggi serta adaptasi terhadap perubahan iklim namun hingga […]

Warehouse Hilirisasi Perkebunan Diserbu Pengunjung PENAS XVII, Penasaran Bioreaktor CPO Jadi B100

Warehouse Hilirisasi Perkebunan Diserbu Pengunjung PENAS XVII, Penasaran Bioreaktor CPO Jadi B100

Pilarpertanian – Gorontalo ; Warehouse Hilirisasi Perkebunan di PENAS XVII Gorontalo diserbu ribuan pengunjung yang penasaran teknologi bioreaktor CPO jadi B100. Memasuki hari kedua Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, kawasan Gelar Teknologi (Geltek) menjadi salah satu titik paling ramai dikunjungi peserta dan masyarakat. Ribuan pengunjung dilaporkan memadati area pameran sejak pagi, dengan […]