Guru Besar IPB: Pertanian Adalah Solusi Jutaan Orang Yang Terdampak PHK
Foto : Guru Besar IPB, Profesor Hermanto Siregar Mengatakan Bahwa Sektor Pertanian Menjadi Sektor Penyelamat Banyak Orang yang Kehilangan Pekerjaan.

Guru Besar IPB: Pertanian Adalah Solusi Jutaan Orang Yang Terdampak PHK

Pilarpertanian - Guru Besar IPB, Profesor Hermanto Siregar mengatakan bahwa sektor pertanian sejauh ini merupakan sektor penyelemat bagi jutaan orang yang kehilangan lapangan pekerjaan. Apalagi menurut dia, angka pengangguran sampai tahun 2021 ini kurang lebih mencapai 11,4 persen.


“Karena itu pertanian adalah sumber pekerjaan yang dominan dan angkanya selama pandemi mencapai 30 persen,” ujar Hermanto dalam sesi diskusi webinar berjudul Jadi Petani Milenial, Kenapa Tidak, Selasa, 31 Agustus 2021.


Berkaitan dengan hal ini, Hermanto mengatakan bahwa dukungan pemerintah terhadap pengelolaan petani muda perlu didorong secara serius. Terutama dalam menghadapi gelombang petani tua yang semakin menurun.


“Yang mau saya tekankan pada SDM pertanian itu adalah menghadapi beberapa kritikal. Yang paling utama adalah usia petani yang semakin tua. Dan ini masalah buat kita,” katanya.



Tapi di samping itu, Hermanto mengapresiasi upaya pemerintah dalam melakukan pelatihan 1 juta petani milenial. Bahkan dia mengapresiasi ruang pusat data Agriculture War Room (AWR) yang mampu menjangkau persoalan pertanian di lapangan.


“Kostratani menurut saya sangat bagus sekali ya karena pendekatannya dengan semua lini bisa terjangkau. Termasuk dengan kampus, pemasaran hasil pertanian, bahkan perlindungan hak petani. Saya kira ini luar biasa,” katanya.


Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan bahwa salah satu fokus utama Kementan saat ini adalah mengisi semua peluang yang ada. Diantaranya menyiapkan SDM pertanian untuk mengakselerasi ekspor produk olahan.


“Kami akan fokus mengisi semua peluangnya. Terlebih peluang bisnis di subsektor hortikultura yang sangat digemari anak muda karena akses pasarnya terbuka lebar dan untungnya jelas. Hilirisasi ini sangat penting sekali, karena itu diperlukan tenaga muda atau petani milenial,” katanya.


Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menambahkan bahwa SDM pertanian selama ini adalah harapan bangkitnya Pertanian Indonesia dan berkontribusi dalam modernisasi pertanian Indonesia di era digital saat ini. Regenerasi yang terus berjalan juga memastikan pertanian nasional terus menyediakan kebutuhan pangan bagi 270 juta penduduk Indonesia.


“Karena itu kami fokus pada regenerasi dan pendampingan petani milenial. Mereka akan kami kawal hingga menjadi wirausahawan handal,” tutupnya.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Rembug Paripurna KTNA 2021, Susun Visi 5 Tahun Ke Depan

Rembug Paripurna KTNA 2021, Susun Visi 5 Tahun Ke Depan

Pilarpertanian – Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional segera menggelar rembug paripurna organisasi sebagai penyegaran dan pergantian jajaran pengurus baru untuk 5 tahun ke depan. KTNA adalah organisasi yang lahir dari rahim petani pada tahun 1971 di Cihea, Cianjur, Jawa Barat. Sekjen KTNA nasional, H. Mohamad Yadi Sofyan Noor, SH. mengatakan, pergantian pengurus ini […]

Peternak Blitar: Terima Kasih Pak Presiden dan Pak Mentan, Jagung Sudah Diterima

Peternak Blitar: Terima Kasih Pak Presiden dan Pak Mentan, Jagung Sudah Diterima

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan intervensi kongkret untuk menstabilkan harga pakan yang mengalami kenaikan dan harga telur yang mengalami penurunan. Untuk memenuhi pasokan jagung pakan bagi peternak mandiri, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengeluarkan kebijakan berupa bantuan kirim jagung bagi peternak, salah satunya terjadi di peternak Blitar, Jawa Timur. “Hari ini sudah diterima […]

Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bantu Petani Membeli Alsintan dan Merevitalisasi Penggilingan Padi Kecil dan Mikro

Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bantu Petani Membeli Alsintan dan Merevitalisasi Penggilingan Padi Kecil dan Mikro

Pilarpertanian – Program bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang selama ini digencarkan Kementerian Pertanian, terbukti mampu menaikkan level mekanisasi Indonesia. Namun kedepannya, dalam rangka kemandirian petani, secara bertahap mengurangi bantuan alsintan dan mendorong petani/kelompoktani memanfaatkan fasilitas pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian untuk membeli alsintan. Dengan adanya andil dari petani dalam pembelian alsintan akan menimbulkan […]

Rembug Paripurna KTNA di Usia Emas

Rembug Paripurna KTNA di Usia Emas

Dengan usia 50 Tahun yang tentunya sudah cukup dewasa, tetap mampu berperan terus dalam memotivasi semangat para Petani-Nelayan untuk tetap berproduksi.

Hadapi Era Pasar Bebas Pemerintah Ajak Stakeholder Perkuat Penerapan Standar Mutu Produk dan Olahan Pangan

Hadapi Era Pasar Bebas Pemerintah Ajak Stakeholder Perkuat Penerapan Standar Mutu Produk dan Olahan Pangan

Pilarpertanian – Memasuki era pasar bebas, penerapan standar dan mutu di bidang pangan wajib diterapkan dari hulu sampai hilir. Saat ini setiap pangan yang diedarkan di wilayah NKRI yang diproduksi dalam negeri atau impor untuk diperdagangkan dalam bentuk kemasan berlabel wajib memiliki ijin edar. Ijin Edar yang dimaksud seperti PAST (Pangan Segar Asal Tumbuhan), PASH […]

Kementan Raih Dua Penghargaan Tertinggi pada Anugerah Humas Indonesia 2021

Kementan Raih Dua Penghargaan Tertinggi pada Anugerah Humas Indonesia 2021

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil memenangkan dua penghargaan tertinggi sebagai Kementerian yang memberi laporan Informasi publik terinovatif dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama terbaik dalam ajang Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2021. Ketua sekaligus Pemimpin Redaksi Humas Indonesia, Aswono Wikan mengatakan bahwa kompetisi ini diikuti langsung oleh 107 entri dari lembaga, kementerian maupun […]

Teknis Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di Kampung Cabai

Teknis Pengendalian OPT Ramah Lingkungan di Kampung Cabai

Pilarpertanian – Ada empat fokus perhatian Kementerian Pertanian dalam membangun komoditas hortikultura yaitu meningkatkan daya saing produksi, produktivitas, akses pasar, dan dukungan logistik. Budidaya yang dikembangkan juga merupakan sistem modern yang ramah lingkungan serta mendorong peningkatan nilai tambah produk untuk kesejahteraan petani. Hal tersebut diharapkan dipahami dan dikuasai oleh para petani. Oleh karena itu Kementerian […]

Produksi Jagung Cukup, Akademisi IPB: Jangan Sampai Impor Untuk Persiapan 2024

Produksi Jagung Cukup, Akademisi IPB: Jangan Sampai Impor Untuk Persiapan 2024

Pilarpertanian – Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi mensinyalir dengan kondisi produksi jagung dalam negeri saat ini dalam cukup untuk memenuhi kebutuhan, terjadinya anomali harga pakan ternak naik secara implisit memiliki kepentingan untuk dilakukan impor jagung. Pasalnya, mengacu data prognosa produksi jagung dengan kadar air 14% tahun 2021 sebesar 18,7 juta ton, kebutuhan setahun […]

Tingkatkan Nilai Tambah Olahan Cabai dengan Metode Pengeringan

Tingkatkan Nilai Tambah Olahan Cabai dengan Metode Pengeringan

Pilarpertanian – Kementerian pertanian mendukung penuh upaya peningkatan nilai tambah produk Hortikultura melalui penggunaan teknologi peningkatan mutu, product development dan pemanfatan teknologi. Naiknya nilai tambah produk hortikultura diyakini mampu menyokong perekonomian nasional salah satunya dengan menumbuhkan UMKM yang diharapkan mampu menaikkan posisi petani dan pelaku usaha hortikultura. Mendukung hal tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura dalam berbagai […]