Hadapi Era Pasar Bebas Pemerintah Ajak Stakeholder Perkuat Penerapan Standar Mutu Produk dan Olahan Pangan
Foto : Penerapan Standar dan Mutu pada Pangan Wajib Diterapkan Semua Pihak untuk Menghadapi Era Pasar Bebas.

Hadapi Era Pasar Bebas Pemerintah Ajak Stakeholder Perkuat Penerapan Standar Mutu Produk dan Olahan Pangan

Pilarpertanian - Memasuki era pasar bebas, penerapan standar dan mutu di bidang pangan wajib diterapkan dari hulu sampai hilir. Saat ini setiap pangan yang diedarkan di wilayah NKRI yang diproduksi dalam negeri atau impor untuk diperdagangkan dalam bentuk kemasan berlabel wajib memiliki ijin edar. Ijin Edar yang dimaksud seperti PAST (Pangan Segar Asal Tumbuhan), PASH (Pangan Segar Asal Hewan), PSAI (Pangan Segar Asal Ikan), SP-PIRT (Sertifikat Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga) dan MD/ML.


Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Registrasi Pangan Olahan BPOM, Anisya dalam webinar bimtek Propaktani episode 103 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan bersama KOPITU. Anisya menjelaskan pangan dapat diklasifikasikan menjadi pangan segar dan pangan olahan.


“Kategori pangan olahan dibedakan menjadi dua jenis perizinan. Pertama disebut SPP-IRT, perizinan ini dikhususkan untuk industri pangan skala rumah tangga yang diproduksi secara manual hingga semi otomatis. Kedua disebut MD/ML BPOM, dikhususkan untuk industri pangan skala menengah hingga besar, dengan sistem produksi menggunakan mesin otomatis atau dengan teknologi pengolahan seperti UHT, Pasteurisasi dan retort.” Ucap Anisya.
Trend di masyarakat saat ini adalah adanya produk pangan yang memiliki rasa enak namun aman untuk dikonsumsi. Untuk rasa enak mungkin tidak bukan satu masalah besar bagi para pengusaha, yang menjadi konsen kita saat ini adalah keamanan olahan pangan dan salah satu cara menjaga keamanan olahan pangan adalah dengan menjaga kualitas saat proses produksinya.


Menurut Christine Purnama, Fasilitator Nasional Penyuluh Keamanan Pangan BPOM, pangan yang aman adalah pangan yang bebas dari cemaran, baik biologi, fisik dan kimia. Selain itu beberapa aspek penting juga perlu diperhatikan dalam proses produksi makanan seperti lokasi dan lingkungan produksi, peralatan produksi, fasilitas higienitas produksi, pemeliharaan dan program higiene sanitasi, penyimpanan, suplai air dan pelatihan karyawan.



Ditempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan mengatakan, “Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus menjamin terwujudnya penyelenggaraan keamanan pangan dan setiap warga negara juga harus turut serta dalam menjamin keamanan pangan. Hal tersebut tertuang dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Hal tersebut sejalan dengan Program Kementerian Pertanian dibawah kepemimpinan Bapak Syahrul Yasin Limpo yaitu Program Peningkatan Ketersediaan, Akses dan Kualitas Konsumsi Pangan.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Indef: Pengambilan BKP ke Bapanas Akan Timbulkan Polemik Baru

Indef: Pengambilan BKP ke Bapanas Akan Timbulkan Polemik Baru

Pilarpertanian – Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Tauhid mengatakan bahwa pengambilalihan Badan Ketahanan Pangan (BKP Kementan) ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) hanya akan menimbulkan polemik baru dengan semua kebijakannya yang akan tumpang tindih. Menurut Tauhid, potensi kewenangan tumpang tindih sangatlah besar mengingat fungsi pada badan khusus yang baru itu selama […]

Gunung Kidul Siap Pasok Benih Jagung Hibrida Dukung Kebutuhan Pakan Ternak

Gunung Kidul Siap Pasok Benih Jagung Hibrida Dukung Kebutuhan Pakan Ternak

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian bersama Bupati Gunung Kidul melakukan tanam perdana perbenihan Jagung Hibrida produksi rakitan anak bangsa varietas RK.457 dan JH.37 seluas 9 Ha di Desa Kedungkeris Kecamatan Nglipar Kabupaten Gunungkidul, Rabu (12/10). Dalam sambutannya, Bupati Gunung Kidul Sunaryanta mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian dengan bantuan alokasi kegiatan yang diterima. […]

Kunjungi Temanggung, Mentan SYL Inginkan Scale-Up Food Estate Hortikultura

Kunjungi Temanggung, Mentan SYL Inginkan Scale-Up Food Estate Hortikultura

Pilarpertanian – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Jumat, 15 Oktober 2021. Di sana, Mentan SYL didampingi Bupati Temanggung, Muhammad Al Khadziq mengunjungi Persiapan Kick Off Pengembangan Food Estate di Embung Bansari sekaligus inspeksi benih bawang merah dan bawang putih. Menurut Mentan SYL, kedatangannya tersebut memastikan Temanggung yang […]

Petani Lampung Panen Program Pemberdayaan Petani Dalam Pemasyarakatan PHT (P4)

Petani Lampung Panen Program Pemberdayaan Petani Dalam Pemasyarakatan PHT (P4)

Pilarpertanian – Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) adalah teknik atau upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan pendekatan bioekologi untuk mencegah kerusakan dan kerugian tanaman secara ekonomi serta mengupayakan pengendalian ramah lingkungan. Pelaksanaan PHT di masa mendatang diharapkan dapat mendukung pencapaian visi pembangunan pertanian, yaitu pertanian yang maju, modern, dan mandiri. Kementerian Pertanian tahun ini meluncurkan […]

Peringati Hari Pangan Sedunia, Mentan: Kita Semua Bisa Menjadi Pahlawan Pangan

Peringati Hari Pangan Sedunia, Mentan: Kita Semua Bisa Menjadi Pahlawan Pangan

Pilarpertanian – Setiap tanggal 16 Oktober, seluruh masyarakat dunia memperingati World Food Day atau Hari Pangan Sedunia (HPS). Sesuai dengan tema yang diangkat Food and Agriculture Organization (FAO) kali ini, yaitu “Our Actions are Our Future – better production, better nutrition, a better environment and a better life”, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat […]

PISPI Dorong Stakeholder Pertanian Bersatu Bangun Kedaulatan Pangan Nasional

PISPI Dorong Stakeholder Pertanian Bersatu Bangun Kedaulatan Pangan Nasional

Pilarpertanian – Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI), menggelar pelantikan Badan Pengurus Pusat (BPP) periode 2020-2025  pada Selasa, 12 Oktober 2021, secara luring terbatas di Brilian Center BRI, Jawa Tengah. Acara pelantikan ini turut juga diikuti secara daring oleh pengurus, anggota PISPI, petani bahkan masyarakat secara umum. Koordinator Presidium, Agus Ambo Djiwa, menyampaikan PISPI lahir dari […]

Bapanas Hanya Replika BKP Kementan

Bapanas Hanya Replika BKP Kementan

Pilarpertanian – Ekonom senior dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai kehadiran Badan Pangan Nasional (Bapanas) tidak akan memiliki penguatan fungsi apapun terhadap jalannya pembangunan sektor pertanian ke depan. Sebab menurut Faisal, Bapanas hanya terbatas pada urusan sembilan komoditas. Padahal sektor pertanian memiliki beragam jenis unggulan yang mesti dikembangkan. “Saya kita tak sesuai dengan gagasan awalnya, […]

Ganyong, Kaya Manfaat Untuk Pangan dan Kesehatan

Ganyong, Kaya Manfaat Untuk Pangan dan Kesehatan

Pilarpertanian – Ganyong merupakan tanaman umbi-umbian berasal dari Amerika Selatan. Di kancah internasional, ganyong memiliki sebutan sebagai Queensland Arrowroot. Memiliki nama ilmiah Canna edulis kerr. merupakan jenis umbi-umbian yang dimanfaatkan rimpangnya untuk dikonsumsi. Meskipun sempat hampir terlupakan, kini ganyong mulai dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternative. Umbi ganyong diketahui dapat menjadi sumber pangan alternatif karena kandungan […]

BPS: Potensi Produksi Padi 2021 Capai 55,27 Juta Ton, Naik Dibanding 2020

BPS: Potensi Produksi Padi 2021 Capai 55,27 Juta Ton, Naik Dibanding 2020

Pilarpertanian – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi di Indonesia sepanjang Januari hingga September 2021 diperkirakan sekitar 45,61 juta ton gabah kering giling (GKG), atau mengalami kenaikan sekitar 65,39 ribu ton GKG (0,14 persen) dibandingkan 2020 yang sebesar 45,55 juta ton GKG. Sementara itu, potensi produksi sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sebesar 9,66 juta […]