Hilirisasi dan Kelembagaan Sudah Matang, 3 Komoditas Unggulan Kab. Lumajang Siap Sukseskan HDDAP
Koordinasi Kegiatan HDDAP Antara Kementerian Pertanian dan Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur untuk Mendorong Kesejahteraan Petani Melalui Pengembangan 1000 Hektare Kawasan Pertanian Modern.

Hilirisasi dan Kelembagaan Sudah Matang, 3 Komoditas Unggulan Kab. Lumajang Siap Sukseskan HDDAP

Pilarpertanian - Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, mewakili Bupati, membuka rangkaian kegiatan HDDAP dengan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kesejahteraan petani melalui pengembangan 1.000 hektare kawasan pertanian modern. Program ini diarahkan pada modernisasi pertanian, penguatan kelembagaan, serta membuka akses petani ke pasar yang lebih luas. Ia menyoroti bahwa selama ini dalam siklus pertanian, keuntungan besar kerap dinikmati oleh tengkulak. “Ini yang akan coba diubah dari program ini,” ujarnya. Harapan tersebut sejalan dengan potensi komoditas unggulan Lumajang seperti pisang mas kirana dan manggis yang telah menembus pasar ekspor, serta komoditas kentang yang juga memiliki kualitas yang tidak kalah baik.


Mewakili Direktur Perbenihan, Direktur Buah dan Florikultura, Fausiah T. Lajda menyampaikan bahwa HDDAP merupakan program strategis yang hanya dilaksanakan di 13 kabupaten di Indonesia. Di Jawa Timur sendiri terdapat tiga kabupaten, termasuk Lumajang. “Ini perlu disyukuri bersama, karena Lumajang mendapatkan program HDDAP di 3 Kabupaten Sekaligus” ujarnya. Ia juga menyampaikan pentingnya penjadwalan agar semua kegiatan dapat di monitoring dan berjalan sesuai perencanaan.


Dalam mendukung hilirisasi, koordinasi dengan offtaker terus dilakukan sejak tahap awal perencanaan. Hal ini penting agar standar dan kebutuhan pasar dapat dipahami sejak dini. “Kita harus tahu kriteria dan SOP dari offtaker sebelum produksi dilakukan,” sehingga dapat mengantisipasi risiko hasil panen yang tidak memenuhi standar dan akhirnya tidak terserap pasar. Dengan demikian, proses produksi dapat lebih terarah sesuai permintaan pasar dan meminimalkan potensi kerugian petani.


Penguatan hilirisasi semakin terlihat saat dilakukan kunjungan lapangan di sejumlah titik, di antaranya Jambearum, Desa Jambekumbu, dan Pakel. Di tingkat lapangan, hasil panen petani menjadi titik awal dari rantai hilirisasi yang kemudian terhubung dengan fasilitas pascapanen.



Kunjungan lapang di Kecamatan Gucialit, menunjukkan fasilitas packing house dengan kapasitas 2–2,5 ton per hari berfungsi dengan baik sebagai pusat pengumpulan serta proses awal pascapanen, seperti sortasi dan grading untuk menentukan kualitas dan tujuan distribusi. Hasil yang telah melalui proses ini kemudian menjadi salah satu pemasok utama bahan baku untuk kebutuhan pengolahan hasil pertanian bernilai tambah.


Tenaga Ahli, Heru Widodo, turut menyoroti perkembangan tersebut. “Dulu packing house ini belum dimanfaatkan secara optimal, namun sekarang sudah terintegrasi dengan alur hilirisasi” ujarnya. Ia menegaskan bahwa penguatan fungsi packing house menjadi bagian penting dalam memastikan nilai tambah tetap berada di tingkat petani.


Selanjutnya, di Desa Jambekumbu, Kelompok Tani Mawar Indah memanfaatkan bangsal pascapanen untuk mengolah hasil tersebut menjadi produk bernilai tambah. Dengan alur ini, hilirisasi tidak hanya berhenti pada distribusi produk segar, tetapi juga mendorong pengolahan yang mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi petani. Dengan kebutuhan pasar mencapai sekitar 1.500 ton dan kemampuan suplai sekitar 750 ton, peluang peningkatan produksi dan lahan masih sangat terbuka, hal ini sejalan dan dapat didukung langsung oleh program HDDAP.


Tidak hanya itu, hilirisasi di Kecamatan Gucialit juga menunjukkan pemanfaatan hasil samping yang optimal. Bahkan, batang pisang dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sehingga memberikan nilai tambahan bagi petani sekaligus mengurangi potensi limbah di lapangan. Hal ini memperkuat bahwa hilirisasi tidak hanya berfokus pada produk utama, tetapi juga pada efisiensi dan keberlanjutan dalam keseluruhan rantai produksi.


Kolaborasi dengan offtaker Sewu Segar Nusantara (SSN) juga menunjukkan hasil positif dalam menjaga kualitas pisang mas kirana agar sesuai dengan standar pasar. Dengan adanya kepastian pasar, petani memiliki arah yang jelas dalam proses produksi, baik dari sisi kualitas maupun kontinuitas pasokan. Hal ini sekaligus memperkuat peran kelembagaan petani agar mampu menjembatani proses dari hulu hingga hilir secara lebih terstruktur.


Dari sisi teknis, kesiapan budidaya juga semakin matang. Penggunaan benih kultur jaringan untuk pisang kirana terus didorong, disertai pengendalian hama penyakit seperti layu fusarium melalui agen hayati Trichoderma yang telah diteliti oleh laboratorium di Tanggul. Tantangan penularan melalui alat pertanian juga telah diantisipasi dengan upaya sterilisasi di lapangan.


PIC Kabupaten Lumajang, Ircham Riyadi, memastikan bahwa seluruh tahapan kegiatan telah berjalan sesuai prosedur. “Sebelum penanaman kita juga nanti ada sekolah lapang, jadi tidak perlu ragu, kegiatan ini akan berjalan,” ujarnya. Kegiatan Training of Trainers (TOT) juga telah disiapkan dengan melibatkan berbagai pihak sebagai bentuk penguatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan.


Menutup rangkaian kegiatan, seluruh pihak menegaskan pentingnya pengawalan dan sinergi antar pemangku kepentingan. Dengan kesiapan hilirisasi dan penguatan kelembagaan yang semakin matang, Kabupaten Lumajang optimistis program ini dapat berjalan optimal. “Tujuan kita sama, mendukung kesejahteraan petani,” sebagai komitmen bersama dalam menyukseskan HDDAP secara berkelanjutan.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kementan Percepat Gerakan Tanam di Lahan Oplah dan Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat gerakan tanam pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak yang digelar pada Jumat (3/7/2026) di 25 provinsi dengan target tanam […]

Pacu Produksi Padi, Penyuluh Kabupaten Sukabumi Inisiasi Demplot PM-AAS Secara Swadaya

Pacu Produksi Padi, Penyuluh Kabupaten Sukabumi Inisiasi Demplot PM-AAS Secara Swadaya

Pilarpertanian – Penyuluh pertanian di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menginisiasi penerapan metode PM-AAS melalui kegiatan demplot padi yang dilaksanakan secara swadaya. Kegiatan ini menjadi upaya nyata untuk memperkenalkan teknologi budidaya kepada petani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas padi di wilayah tersebut. Koordinator BPP Surade, Rimawan mengatakan sejak awal pelaksanaan, banyak petani yang datang untuk melihat langsung […]

Wanam Sejahtera Lewat Sektor Pertanian, Mentan Amran: Anggaran untuk Papua Kami Tambahkan

Wanam Sejahtera Lewat Sektor Pertanian, Mentan Amran: Anggaran untuk Papua Kami Tambahkan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat komitmennya membangun kesejahteraan masyarakat Papua melalui sektor pertanian. Seiring keberhasilan program pengembangan pertanian di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan yang telah meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, Kementan menambah alokasi anggaran untuk memperluas pembangunan pertanian di Tanah Papua sesuai aspirasi masyarakat. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan keberhasilan […]

Wamentan Sudaryono: Negara Hadir Jaga Harga Ayam dan Telur, Peternak Untung Konsumen Terlindungi

Wamentan Sudaryono: Negara Hadir Jaga Harga Ayam dan Telur, Peternak Untung Konsumen Terlindungi

Pilarpertanian – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pemerintah hadir untuk menjaga keseimbangan harga ayam dan telur agar peternak memperoleh keuntungan yang layak sekaligus masyarakat tetap mendapatkan harga pangan yang terjangkau. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rembuk perunggasan yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Kementerian Pertanian, asosiasi peternak, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan […]

Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat

Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempercepat implementasi sistem Pertanian Modern PM-AAS sebagai strategi baru meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Berdasarkan hasil analisis usaha tani PM-AAS, penerapan sistem budidaya modern mampu meningkatkan pendapatan petani hingga lebih dari tiga kali lipat dibandingkan metode budidaya konvensional. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat memberikan arahan kepada […]

Dorong HKI PVT, Pusat PVTPP Kementan Terus Tingkatkan Inovasi Varietas Unggul

Dorong HKI PVT, Pusat PVTPP Kementan Terus Tingkatkan Inovasi Varietas Unggul

Pilarpertanian – Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan permohonan dan penerbitan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) guna memperbanyak ketersediaan benih varietas unggul baru dalam mendukung tercapainya swasembada berkelanjutan. Upaya ini dengan mendorong semua pihak, yakni instansi pemerintah, perguruan tinggi dan industri perbenihan. “Pada tahun […]

Kementan Dorong Potensi Durian Babel Sebagai Unggulan Nasional

Kementan Dorong Potensi Durian Babel Sebagai Unggulan Nasional

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) menyambut positif Kontes Durian Tingkat Provinsi Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Lewat kontes durian ini, Kementan dapat mengakselerasi pendaftaran dan pelepasan varietas unggul lokal secara nasional guna meningkatkan produksi dalam negeri bahkan ekspor. “Kegiatan ini menjadi ajang pencarian varietas durian unggul […]

Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan

Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan

Pilarpertanian – Komisi IV DPR RI mendukung langkah Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat kesiapsiagaan subsektor peternakan menghadapi potensi dampak fenomena El Nino melalui penguatan kapasitas laboratorium veteriner. Penguatan sistem kesehatan hewan dinilai menjadi kunci untuk mengantisipasi risiko gangguan produksi peternakan akibat musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Dukungan tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja spesifik […]

Metode PM AAS Tingkatkan Produksi Padi di Kabupaten Sukabumi

Metode PM AAS Tingkatkan Produksi Padi di Kabupaten Sukabumi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah masif memperluas penerapan metode Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) guna mendorong percepatan peningkatan produksi padi dan modernisasi pertanian melalui mekanisasi, digitalisasi, dan penerapan teknologi budidaya presisi. Kabupaten Sukabumi sebagai penghasil beras nomor dua nasional saat ini sangat antusias menerapkan metode tersebut untuk mendongkrak produksi padi yang lebih tinggi […]