Kapulaga, Komoditas Ekspor Yang Mudah Budidayanya
Redaksi dan Informasi pemasangan iklan Hubungi: Admin Pilarpertanian

Kapulaga, Komoditas Ekspor Yang Mudah Budidayanya

Pilarpertanian - Kapulaga adalah salah satu rempah yang banyak diminati masyarakat. Tak hanya untuk bahan masakan, kapulaga juga dibutuhkan untuk industri makanan, minuman hingga farmasi. Tak hanya pasar dalam negeri, permintaan rempah ini di pasar internasional juga semakin meningkat. Di Indonesia, pertanaman kapulaga tersebar di 20 provinsi di Indonesia, terluas di Jawa Barat yang mencapai lebih dari 27 ribu meter persegi dengan produksi 62.923 ton.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Tanaman kapulaga merupakan tanaman perdu yang tumbuh baik pada kondisi ternaungi. Tanaman kapolaga menghendaki tanah subur, gembur dan berdrainase baik. Tanah seperti ini banyak di Indonesia pada berbagai ketinggian di bawah 1000 m di atas permukaan laut (dpl), curah hujan 2000-4000 mm per tahun,” ujar peneliti Kapulaga dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Rosihan Rosman, Selasa (26/5) di Bogor.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry menerangkan bahwa Kapulaga merupakan tanaman asli Indonesia. “Di Indonesia sendiri, terdapat dua jenis kapulaga, ada kapulaga lokal dan juga kapulaga sabrang dari India, tetapi pada umumnya, para petani lebih memilih untuk menanam jenis local”, jelasnya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Kapulaga memiliki siklus hidup yang panjang dimana produksi buah setelah melewati panen pertama kegiatan panen dapat dilakukan 4 kali dalam setahun. Setiap tahun, jumlah buah yang di panen juga akan terus meningkat.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Tanaman kapulaga sering digunakan sebagai bahan untuk obat-obatan, rempah – rempah, sampai kosmetik sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan bahkan merupakan komoditas ekspor yang penting terutama untuk negara-negara Timur Tengah, Mesir dan India”, tambahnya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Nilai ekspor kapulaga semakin meningkat hingga mencapai 6.248 ton atau senilai hampir 8 juta dollar Amerika. Di dalam negeri sendiri, kebutuhan kapulaga juga masih besar karena luasnya pemanfaatan di industri makanan, minuman dan farmasi. “Harganya per kg kapulaga kering antara Rp. 90.000 – Rp. 110.000,” jelas Rosihan.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Kementerian Pertanian pun terus mendorong ekspor dari komoditas perkebunan. Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, sektor perkebunan saat ini menjadi andalan ekspor pertanian.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Dalam mendorong ekspor, Kementerian Pertanian juga melakukan terobosan yakni mulai dari pemanfaatan teknologi di hilir, efisiensi biaya produksi dan daya saing melalui modernisasi.” Ungkapnya saat melepas ekspor rempah di Manado, akhir April yang lalu.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Rosihan melanjutkan mengenai cara budidaya kapulaga yang disarankan dimulai dari pemilihan bibit yang berkualitas. “Bisa secara generatif persemaian biji atau vegetatif dari anakan. Perbanyakan generatif melalui biji lebih lama waktunya. Sebaiknya dari vegetatif berupa anakan,” bebernya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Bahan tanam dari biji memerlukan persemaian lebih dahulu dan memakan waktu 3-4 bulan tergantung media tanam. Bahan tanam dari biji dipindahkan kelapang, menunggu hingga tinggi mencapai 30-50 cm. Sebaliknya jika menggunakan vegetatif, dari anakan yang telah mencapai tinggi 30-50 cm dan dalam kondisi sehat.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Tanaman kapulaga selama tumbuhnya memerlukan naungan. Sehingga sebelum ditanam terlebih dahulu dipersiapkan pohon pelindung. Pohon pelindung dapat berupa pohon sengon, kelapa, petai dan sebagainya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Jarak tanam 1 x 2 meter, 1,5 x 2 meter atau 1 x 2,5 meter. Sebelum tanam dipersiapkan lubang tanam dengan ukuran 30x30x30 cm. Bibit berupa anakan ditanam seminggu setelah tanah dicampur pupuk kandang sebanyak 0,5 kg per lubang tanam,” jelasnya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Pemupukan merupakan upaya untuk meningkatkan kebutuhan hara agar tanah menjadi lebih subur. Pemupukan diberikan awal tanam berupa pupuk organik di sekitar tanaman. “Untuk memenuhi kebutuhan hara selama pertumbuhannya, selain pupuk organik dapat diberikan pupuk anorganik. Pupuk anorganik dapat diberikan dengan dosis 40 g urea dan 40 g TSP,” tambahnya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Pemeliharaaan tanaman kapulaga meliputi, penyiraman, penyulaman, penyiangan, pengemburan, dan pemupukan. Penyulaman ditujukan untuk mengganti tanaman yang mati atau tidak baik tumbuhnya. Penyiraman diperlukan pada saat tanaman masih muda dan kondisi kering.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Penyiangan dilakukan untuk menghilangkan gulma yang tumbuh disekitarnya. Gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Adanya gulma terjadi persaingan dalam mengambil unsur hara tanah. Selain itu gulma akan mengganggu perkembangan buah. “Penggemburan dilakukan agar tanaman dapat berbuah lebih banyak dan akar tumbuh dengan baik. Penggemburan dilakukan pada saat musim hujan.” Lanjut Rosihan.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Panen kapulaga dilakukan setelah tanaman berumur 1,5-2 tahun hingga umur 10 sampai 15 tahun. Buah berbentuk bulat berukuran 1 cm yang bergerombol di atas permukaan tanah, jumlahnya berkisar 10-20 buah per gerombol.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Buah yang dipanen dipipil, kemudian dibersihkan kotorannya dan dicuci. Setelah itu, diletakkan pada tampah atau tempat lainnya, untuk siap dijemur. Buah yang sudah bersih dijemur hingga kering pada sinar matahari.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Pengolahan hasil umumnya dilakukan berulang-ulang hingga beberapa hari. Pada kondisi cuaca baik (tidak hujan), penjemuran dilakukan 4-5 hari, sedangkan bila cuaca agak kurang baik atau musim penghujan, pengeringan memerlukan waktu 6-8 hari.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Selama proses pengeringan, penyimpanan ketika malam hari, buah tidak ditumpuk, melainkan tetap pada tempat penjemurannya. Hal ini untuk menjaga agar buah tidak busuk.(RS)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan



Artikel Lainnya

Mentan Amran: Indonesia Siap Mainkan Panggung Ekonomi Dunia, Ajak HIPMI Percepat Hilirisasi Pertanian

Mentan Amran: Indonesia Siap Mainkan Panggung Ekonomi Dunia, Ajak HIPMI Percepat Hilirisasi Pertanian

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mempercepat hilirisasi sektor pertanian sebagai strategi membawa Indonesia menjadi pemain utama dalam ekonomi global. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Sidang Dewan Pleno (SDP) HIPMI 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Kota Makassar, Minggu (15/2/2026). Forum ini menjadi momentum konsolidasi pengusaha […]

Usai Terima Laporan Kenaikan, Mentan Amran Sidak Pasar, Harga Langsung Turun 15 Ribu

Usai Terima Laporan Kenaikan, Mentan Amran Sidak Pasar, Harga Langsung Turun 15 Ribu

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung turun ke lapangan usai menerima laporan kenaikan harga dari masyarakat. Mentan Amran melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kebayoran, Jakarta, untuk memastikan harga pangan sesuai aturan. “Kami tadi pagi sedang rapat, laporan datang ke kantor, mengatakan bahwa harga ayam naik, harga bawang putih naik. Setelah kita […]

Kementan Alokasikan Rp336 Miliar untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir di Sumatera

Kementan Alokasikan Rp336 Miliar untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak Banjir di Sumatera

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan anggaran sekitar Rp336 miliar untuk mempercepat rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Anggaran tersebut digunakan untuk memulihkan sawah dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang agar dapat segera kembali berproduksi dan menjaga pasokan pangan daerah. Program ini merupakan tindak lanjut kegiatan groundbreaking rehabilitasi […]

Minyak Goreng Tak Boleh Langka dan Mahal, Indonesia Produsen Utama Sawit Dunia

Minyak Goreng Tak Boleh Langka dan Mahal, Indonesia Produsen Utama Sawit Dunia

Pilarpertanian – Pemerintah menegaskan minyak goreng tidak boleh langka maupun dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), mengingat Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kebayoran, Jumat (20/2/2026). Dalam sidak tersebut, ditemukan minyak goreng rakyat merek MinyaKita masih […]

Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Soroti Keberhasilan Swasembada Beras

Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Soroti Keberhasilan Swasembada Beras

Pilarpertanian – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada beras dan berada di jalur kuat menuju swasembada pangan nasional. Penegasan tersebut kembali disampaikan Presiden saat menghadiri agenda Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar pada Jumat (13/2/2026). Di hadapan para pelaku ekonomi, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa capaian tersebut […]

Kementan Percepat Mitigasi Risiko Banjir di Lokasi Cetak Sawah dan Optimasi Lahan

Kementan Percepat Mitigasi Risiko Banjir di Lokasi Cetak Sawah dan Optimasi Lahan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat langkah mitigasi banjir pada lokasi kegiatan cetak sawah dan optimasi lahan tahun 2025 melalui fasilitasi RPATA serta rencana pelaksanaan 2026, menyusul prediksi curah hujan menengah hingga tinggi pada periode Januari–Maret 2026. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan konstruksi tetap berjalan, lahan tidak tergenang, dan target peningkatan luas tanam tetap […]

Stabilkan Harga, Kementan Kembali Guyur 1,7 Ton Cabai Rawit Merah ke Pasar Induk Kramat Jati

Stabilkan Harga, Kementan Kembali Guyur 1,7 Ton Cabai Rawit Merah ke Pasar Induk Kramat Jati

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mengguyur sebanyak 1,7 ton cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) pada Minggu (22/2/2026). Langkah ini merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan mengendalikan harga cabai rawit merah di tingkat konsumen. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi, mengungkapkan bahwa […]

Sukses Diplomasi Presiden Prabowo, 53 Kelompok Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif ke AS

Sukses Diplomasi Presiden Prabowo, 53 Kelompok Komoditas Pertanian RI Bebas Tarif ke AS

Pilarpertanian – Diplomasi ekonomi yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto membuahkan hasil konkret bagi sektor pertanian nasional. Melalui kesepakatan dagang resiprokal Indonesia–Amerika Serikat, sebanyak 173 pos tarif (HS Code) yang mencakup 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia dan turunannya resmi dibebaskan dari bea masuk menjadi 0 persen di pasar Amerika Serikat. Langkah strategis ini membuka akses yang […]

PP KAMMI Serahkan Hasil Brigade Pangan Sambas, Perkuat Langkah Mentan Amran Lanjutkan Swasembada

PP KAMMI Serahkan Hasil Brigade Pangan Sambas, Perkuat Langkah Mentan Amran Lanjutkan Swasembada

Pilarpertanian – Upaya swasembada pangan nasional mendapat dukungan konkret dari generasi muda. Brigade Pangan KAMMI Bersambut di Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, berhasil menghasilkan beras yang diserahkan langsung kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Kamis (19/2/2026). Penyerahan sampel Beras Sambas oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP […]