Kementan Gelar Bimtek Dorong Percepatan Pendaftaran Varietas Durian Lokal Bangka Belitung

Kementan Gelar Bimtek Dorong Percepatan Pendaftaran Varietas Durian Lokal Bangka Belitung
Kegiatan Bimbingan Teknis Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Tanaman di Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Tanaman di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (30/7). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat inventarisasi, karakterisasi, pendaftaran, dan pelepasan varietas lokal, khususnya durian unggulan Bangka Belitung.

Bimtek yang diikuti oleh sekitar 60 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, pengawas benih tanaman, peneliti, penyuluh, serta petani pemilik varietas. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Kontes Durian Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diselenggarakan pada 9 Juli 2026 di Kabupaten Bangka Barat.

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Leli Nuryati, mengatakan bahwa kontes durian bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan langkah awal dalam menginventarisasi dan melindungi plasma nutfah lokal yang dimiliki masyarakat Bangka Belitung.

“Kontes durian yang telah dilaksanakan bukan sekadar memilih durian terbaik, tetapi menjadi langkah awal untuk menginventarisasi, mendokumentasikan, dan melindungi plasma nutfah durian lokal yang berkembang di masyarakat. Berdasarkan inventarisasi awal, terdapat sekitar 52 varietas lokal durian yang berpotensi didaftarkan sebagai varietas lokal,” ujar Leli Nuryati.

Menurutnya, kekayaan genetik tersebut merupakan modal besar bagi Bangka Belitung untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mengembangkan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.

“Kami menargetkan lima varietas terbaik hasil kontes untuk segera didaftarkan sebagai varietas lokal dan selanjutnya diproses menuju pelepasan varietas. Pendaftaran varietas bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi merupakan bentuk pengakuan negara terhadap kekayaan hayati daerah,” tambahnya.

Leli menjelaskan, hingga saat ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah memiliki 41 varietas tanaman terdaftar yang terdiri atas padi, alpukat, ubi jalar, durian, nanas, kopi, lengkeng, teh, aren, kemiri, lada, lengkir, dan mangga.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Bangka Belitung, Intan Rahayu, menegaskan bahwa varietas lokal merupakan aset daerah sekaligus aset nasional yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Durian lokal Bangka Belitung merupakan kekayaan yang sangat berharga. Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak varietas unggul daerah yang teridentifikasi, terdokumentasi, dan mendapatkan pengakuan resmi sehingga dapat dikembangkan hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Intan Rahayu.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PVTPP atas dukungan dan pendampingan yang diberikan dalam upaya percepatan inventarisasi dan pendaftaran varietas lokal di Bangka Belitung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pusat PVTPP atas pendampingan dan dukungannya dalam mempercepat inventarisasi dan pendaftaran varietas lokal yang berpotensi di Kepulauan Bangka Belitung,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan oleh Kepala UPTD Pengawas dan Sertifikasi Mutu Benih (PSMB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Irman HS. Menurutnya, pendaftaran varietas lokal merupakan langkah penting dalam menjaga sumber daya genetik daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Kami mendukung penuh percepatan pendaftaran varietas lokal sebagai upaya menjaga kekayaan sumber daya genetik daerah. Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap para peserta semakin termotivasi untuk mendaftarkan varietas unggul yang dimiliki sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Irman HS.

Selain penyampaian materi mengenai regulasi pendaftaran dan pelepasan varietas tanaman, peserta juga mengikuti praktik lapangan berupa karakterisasi tanaman durian. Dalam sesi tersebut, peserta dibimbing untuk mengidentifikasi karakter morfologi tanaman, mulai dari bentuk tajuk, daun, buah, hingga karakter spesifik lainnya yang menjadi dasar penyusunan deskripsi varietas.

Praktik lapangan juga mencakup teknik pengambilan dokumentasi varietas yang dipandu oleh Pemeriksa Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Madya Nani Suwarni. Peserta memperoleh pelatihan mengenai standar pengambilan foto tanaman, buah, daun, dan bagian-bagian penting lainnya untuk memenuhi persyaratan administrasi pendaftaran varietas.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami aspek regulasi, tetapi juga memiliki kemampuan teknis dalam melakukan karakterisasi, menyusun deskripsi varietas, mendokumentasikan karakter tanaman sesuai standar, serta menginput dokumen pendaftaran melalui aplikasi SIPERINTIS.

Ke depan, PVTPP mendorong terbentuknya tim pendaftaran varietas di setiap kabupaten dan kota yang melibatkan dinas pertanian, UPTD PSMB, BRMP, perguruan tinggi, pengawas benih tanaman, dan petani pemilik varietas. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat inventarisasi dan perlindungan varietas lokal sehingga Bangka Belitung dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan dan pelestarian sumber daya genetik berbasis kolaborasi pusat dan daerah.(ND)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan