Kementan-Kemendiktisaintek Dorong Inovasi Baru Dosen Dapatkan Hak PVT
Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Leli Nuryati Saat Mengikuti Diskusi Spesial Edisi PVTPP On Talk di Jakarta.

Kementan-Kemendiktisaintek Dorong Inovasi Baru Dosen Dapatkan Hak PVT

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) menjadi kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) guna mengakselerasi lahirnya inovasi-inovasi baru yang unggul dihasilkan perguruan tinggi dan para dosen. Wujud kerja sama ini yakni dengan membuka pintu selebar-lebarnya terhadap varietas tanaman temuan baru para dosen untuk mendapatkan kekayaan intelektual individu berupa perlindungan varietas tanaman (PVT) atau hak PVT.


“Melalui pemberian kekayaan intelektual individu ini yakni PVT, pemulia atau dosen dan peneliti memperoleh hak eksklusif atas varietas hasil temuan yang memenuhi BUSS (red,- kriteria Baru, Unik, Seragam, dan Stabil). Dengan mendapatkan Hak PVT ini, varietas dapat didaftarkan dan dilepas untuk bekerja sama dengan industri atau penyedia benih hingga petani sehingga dosen memperoleh royalti atas varietas temuannya,” demikian dikatakan Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP), Leli Nuryati dalam diskusi spesial edisi PVTPP On Talk di Jakarta, Jumat (6/3/2026).


Leli menjelaskan PVT merupakan salah satu jenis kekayaan intelektual individu yang memberikan pengakuan hukum sekaligus insentif moral dan ekonomi agar para pemulia terus berinovasi menciptakan varietas unggul yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, PVT memiliki peran strategis dalam ekosistem kekayaan intelektual Indonesia.


“Perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat strategis dalam ekosistem tersebut. Tentunya banyak varietas unggul baru yang dihasilkan oleh para dosen dan peneliti. Karena itu, kami menyambut baik inisiasi Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan dalam melaksanakan program kerjasama penguatan kekayaan intelektual bagi dosen di perguruan tinggi. Kerja sama ini bagi kami ini adalah kesempatan untuk menambah pemohon perlindungan varietas tanaman,” jelasnya.



“Ke depannya kami berharap kerja samanya tidak hanya perlindungan varietas tapi juga pendaftaran dan pelepasan varietas.
Oleh karena itu, ini adalah peluang bagi perguruan tinggi, dosen dan peneliti,” pinta Leli.


Hingga Februari 2026 tercatat Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian telah menerbitkan 840 sertifikat Hak PVT. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 5% atau sebanyak 44 sertifikat yang dimiliki oleh perguruan tinggi di Indonesia.


“Angka ini menunjukkan bahwa ruang peningkatan masih terbuka lebar, khususnya dalam mendorong dosen dan institusi pendidikan tinggi untuk mengajukan permohonan Hak PVT atas varietas yang telah dihasilkan,” papar Leli.


Sementara itu, Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Kemendiktisaintek, Prof. Yos Sunitiyoso mengatakan pihaknya memiliki fokus mengembangkan hasil riset perguruan tinggi dan dosen agar dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat luas. Sehingga, pemberian kekayaan intelektual berupa hak PVT terhadap inovasi baru perguruan dan dosen merupakan program prioritas, dimana tahun tahun 2026 menargetkan pemberian sebanyak 100 hak PVT.


“Hak PVT ini tidak hanya memberikan manfaat terhadap produksi, tetapi juga ekonomi karena dosen yang memiliki varietas mendapatkan royalti dan varietas dapat dimanfaatkan petani luas sehingga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.


Ia menegaskan kerjasama terkait perlindungan varietas ini merupakan implementasi nota kesepahaman antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Diktisaintek dalam upaya mendorong perkembangan inovasi baru yang unggul dan meningkatkan produktivitas pertanian. Perguruan tinggi memiliki banyak inovasi varietas tanaman yang unggul dihasilkan dosen, tetapi hanya sedikit yang didaftarkan mendapatkan kekayaan intelektual berupa hak PVT.


“Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Kemendiktisaintek dalam kerjasama pemberian hak PVT ini memberikan dukungan kepada dosen berupa bimbingan teknis PVT dan fasilitas pendanaan permohonan PVT dan uji BUSS,” tegas Prof Yos.(BB)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, PVTPP Dampingi Pengembangan PM-AAS di Sukabumi, Produktivitas Padi Capai 11,2 Ton per Hektare

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, PVTPP Dampingi Pengembangan PM-AAS di Sukabumi, Produktivitas Padi Capai 11,2 Ton per Hektare

Pilarpertanian – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian, terus mendorong penguatan produksi pangan melalui pendampingan kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan pengembangan teknologi budidaya padi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Upaya ini menunjukkan hasil awal yang menjanjikan melalui panen perdana penerapan Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran. Pada […]

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pilarpertanian – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki tata kelola pangan, dan meningkatkan keberpihakan kebijakan kepada petani. Salah satu capaian yang menonjol adalah percepatan target swasembada pangan, didukung kebijakan dari hulu hingga hilir. Tantangan yang dihadapi tidak […]

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Presiden Prabowo: Di Tengah Krisis Global, Indonesia Tetap Mampu Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi salah satu prestasi utama pemerintahannya dalam dua tahun terakhir. Di tengah ketidakpastian global dan ancaman krisis yang dapat mengganggu perdagangan internasional, Indonesia mampu menjaga ketersediaan pangan melalui penguatan produksi dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan Presiden […]

Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Pilarpertanian – Penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI) menjadi langkah penting untuk menjaga akuntabilitas anggaran, mencegah penyimpangan, dan memastikan program berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan independen, pemetaan risiko, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan menjadi kunci tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, […]

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pembukaan Jambore dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) Nasional di Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang […]

Percepat Tanam CSR Banyuasin, Kementan Perkuat Pengairan dan Brigade Pangan

Percepat Tanam CSR Banyuasin, Kementan Perkuat Pengairan dan Brigade Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus mengoptimalkan lahan melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk meningkatkan produksi padi dan mendukung swasembada pangan. Upaya ini diwujudkan melalui Gerakan Tanam CSR 2026 di Desa Karang Petani, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (21/10/2026). Kegiatan ini mendorong pemanfaatan lahan baru agar segera ditanami. Di […]

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Pilarpertanian – Inovasi pembangunan pertanian tidak hanya diwujudkan melalui penerapan teknologi, tetapi juga melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi petani. Salah satunya adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah untuk menekan biaya produksi sekaligus memperkuat fondasi usaha tani dalam […]

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet untuk memperkuat kerja bersama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan dan mendorong transformasi pertanian nasional. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat komoditas strategis, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penyambutan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (19/10/2026). Mentan […]

Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan Dorong Generasi Muda Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan Dorong Generasi Muda Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Pilarpertanian – Generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun pertanian modern, inovatif, dan berkelanjutan. Untuk mendorong peran tersebut, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Workshop on Empowering Young Leaders for a Sustainable Food and Agriculture Future di Auditorium PEPI, Tangerang, Rabu (14/10/2026), yang juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Menjadi bagian dari […]