Kementan Kenalkan PM-AAS di Inagritech 2026, Inovasi Pertanian Modern untuk Dongkrak Produktivitas Padi
Kegiatan EduTani Mini Talkshow Kementerian Pertanian pada Ajang Inagritech 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Kementan Kenalkan PM-AAS di Inagritech 2026, Inovasi Pertanian Modern untuk Dongkrak Produktivitas Padi

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing guna memperkuat swasembada pangan. Selain memperluas areal tanam melalui program cetak sawah dan optimasi lahan, Kementan juga mengakselerasi peningkatan produktivitas di lahan eksisting melalui PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System), sebuah metode intensifikasi yang dikembangkan untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi.


Inovasi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat melalui EduTani Mini Talkshow Kementerian Pertanian pada ajang Inagritech 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (28/7).


Dalam berbagai kesempatan, Mentan Amran menegaskan bahwa PM-AAS merupakan salah satu strategi Kementerian Pertanian untuk mempercepat peningkatan produktivitas padi melalui intensifikasi di lahan yang sudah ada. Metode ini dikembangkan berdasarkan hasil riset dan pengujian lapangan sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional.


“Setelah dua tahun kami melakukan penelitian dan pengujian di lapangan, saya semakin yakin metode ini mampu meningkatkan produksi secara signifikan. Targetnya minimal 10 ton per hektare, bahkan hasil uji lapangan sudah mencapai 12,4 ton per hektare,” ujar Mentan Amran.



Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi, Amin Nur, menegaskan PM-AAS menjadi salah satu strategi intensifikasi yang melengkapi program ekstensifikasi seperti Cetak Sawah dan Optimasi Lahan.


“Kalau ekstensifikasi dilakukan melalui program Cetak Sawah dan Optimasi Lahan, maka PM-AAS merupakan upaya meningkatkan produksi pada lahan sawah yang sudah ada. Harapannya produktivitas meningkat, indeks pertanaman bertambah, dan produksi nasional ikut naik,” ujar Amin.


Amin menjelaskan, PM-AAS lahir dari hasil kajian yang dilakukan Kementerian Pertanian setelah Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mempelajari berbagai praktik budidaya padi berproduktivitas tinggi di sejumlah negara, seperti China, Vietnam, dan Amerika Serikat. Berbagai metode tersebut kemudian dipadukan dengan teknologi budidaya yang telah berkembang di Indonesia, khususnya sistem tanam jajar legowo.


Menurut Amin, PM-AAS memiliki beberapa prinsip utama, yaitu tanam benih langsung (direct seeding), penanaman dalam barisan rapat dan teratur menggunakan sistem jajar legowo, serta penerapan mekanisasi pertanian secara bertahap. Berdasarkan hasil kajian, pola jajar legowo 6:1 menjadi rekomendasi terbaik karena mampu meningkatkan populasi tanaman sekaligus tetap memberikan ruang bagi tanaman memperoleh cahaya matahari secara optimal untuk proses fotosintesis.


Selain meningkatkan produktivitas, metode tersebut juga mampu menekan biaya usaha tani. Jika sistem tanam pindah memerlukan biaya hingga sekitar Rp3 juta per hektare, metode tanam benih langsung melalui PM-AAS hanya membutuhkan sekitar Rp600 ribu per hektare.


“Tanam benih langsung membuat biaya tanam jauh lebih efisien karena tidak lagi melalui proses persemaian dan pindah tanam. Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja berkurang sehingga mampu menjawab persoalan semakin sulitnya memperoleh buruh tani,” katanya.


Amin menambahkan, konsep pertanian modern dalam PM-AAS tidak harus dimulai dengan teknologi yang mahal. Pada tahap awal, petani dapat memanfaatkan alat sederhana seperti drum seeder untuk penanaman benih secara langsung.


“Pertanian modern bukan berarti harus mahal. Yang penting teknologinya tepat guna, mudah diterapkan, dan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani,” ujarnya.


Menurutnya, keberhasilan penerapan PM-AAS sangat ditentukan oleh penggunaan benih bersertifikat, pemilihan varietas unggul tahan rebah, pemupukan yang disesuaikan dengan peningkatan populasi tanaman, pengelolaan air, serta pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian dan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT).


“Kalau populasinya meningkat, maka kebutuhan nutrisinya juga harus disesuaikan. Karena itu penggunaan pupuk, termasuk pupuk silika untuk memperkuat batang tanaman, menjadi bagian penting dalam penerapan PM-AAS,” jelasnya.


Saat ini PMAAS telah diterapkan di 15 provinsi dengan luasan sekitar 2.000 hektare. Berdasarkan hasil penerapan di lapangan, metode tersebut mendapat respons positif dari petani. Di Kabupaten Sidenreng Rappang dan Soppeng, Sulawesi Selatan, produktivitas padi bahkan mampu mencapai sekitar 11 ton per hektare.


Antusiasme terhadap PM-AAS juga terlihat dari peserta EduTani Mini Talkshow Kementerian Pertanian di Inagritech 2026. Saputro, petani asal Sumatera Barat, mengaku tertarik mengadopsi metode tersebut setelah mengikuti paparan mengenai manfaat PMAAS.


“Saya tadi mengikuti diskusi yang disampaikan Pak Amin tentang PM-AAS. Menurut saya, PM-AAS sangat menarik dan sebagai petani di Sumatera Barat saya akan mencoba teknologi baru ini. Harapan saya, para penyuluh pertanian semakin masif menyosialisasikan PM-AAS agar peningkatan produksi yang diharapkan Bapak Menteri Pertanian dan Bapak Presiden dapat terealisasi di seluruh wilayah,” ujar Saputro.


Melalui ajang Inagritech 2026, Kementerian Pertanian berharap inovasi PM-AAS semakin dikenal luas dan diadopsi oleh petani di berbagai daerah sebagai bagian dari percepatan modernisasi pertanian Indonesia.(PW)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11

Kesejahteraan Petani Terus Menguat, NTP September 2026 Tembus 131,11

Pilarpertanian – Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencetak rekor tertinggi pada September 2026, menembus 131,11 atau naik 1,49 persen dibandingkan Agustus 2026. Kenaikan ini menunjukkan harga yang diterima petani tumbuh lebih cepat daripada biaya yang harus mereka keluarkan. Gabah, karet, cabai rawit, dan kelapa sawit menjadi komoditas utama yang mendorong penguatan tersebut. Deputi Bidang Statistik […]

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Emrus: Mentan Amran Satu-satunya Menteri Berkinerja Terbaik

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Emrus: Mentan Amran Satu-satunya Menteri Berkinerja Terbaik

Pilarpertanian – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendapat sorotan positif dari pakar komunikasi politik Emrus Sihombing. Dalam evaluasinya terhadap kinerja kabinet, Emrus menilai Kementerian Pertanian sebagai satu-satunya kementerian yang menunjukkan kinerja baik dan menonjol. “Menteri yang bagus kinerjanya belum tampak, kecuali […]

Mentan Amran Ajak Masyarakat Toraja Kembangkan Komoditas Unggulan Daerah

Mentan Amran Ajak Masyarakat Toraja Kembangkan Komoditas Unggulan Daerah

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat Toraja untuk mengambil bagian dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui pengembangan komoditas unggulan daerah. Pemerintah siap mendukung pengembangan kopi, jambu mete, kelapa, kakao, hingga lada agar potensi pertanian setempat dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Musyawarah […]

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan yang berhasil menggagalkan upaya importasi ilegal beras dan garam. Menurut Mentan Amran, penindakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi 115 juta petani Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. “Pak Menkeu, Pak Dirjen, mewakili petani 115 juta orang saya […]

Jaga Produksi Pangan, Kementan Optimalkan Ratusan Pompa Air di Tegal

Jaga Produksi Pangan, Kementan Optimalkan Ratusan Pompa Air di Tegal

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat mitigasi kekeringan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melalui optimalisasi pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Langkah ini dilakukan guna membantu petani mempertahankan produktivitas lahan dan menekan risiko kehilangan hasil panen di tengah ancaman El Nino. Melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan telah mendistribusikan 627 […]

Kementan Percepat Tanam CSR 2026, Pastikan Lahan Segera Produktif

Kementan Percepat Tanam CSR 2026, Pastikan Lahan Segera Produktif

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian mempercepat penanaman pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026 untuk memastikan lahan yang telah dikonstruksi dan diolah segera produktif. Percepatan ini penting agar investasi pemerintah dalam pembukaan lahan baru memberikan manfaat nyata bagi petani, meningkatkan indeks pertanaman (IP), dan memperkuat produksi pangan nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serempak […]

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Amran menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (24/9) pagi. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum para petani melakukan aksi demonstrasi bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional. Mentan Amran langsung menemui para petani setelah mendengar kedatangan mereka seusai salat subuh. Ia memilih berdialog […]

Mentan Amran Berikan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Palestina, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Pertanian

Mentan Amran Berikan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Palestina, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Pertanian

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyepakati pemberian beasiswa bagi hingga 20 mahasiswa Palestina sebagai bentuk dukungan konkret Indonesia terhadap generasi muda Palestina. Kesepakatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama Indonesia dan Palestina di bidang pendidikan, pertanian, serta sosial dan keagamaan. Kesepakatan itu disampaikan Mentan Amran saat menerima Utusan Khusus […]

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan skema pembiayaan pengembangan industri bioetanol nasional yang akan melibatkan BUMN, swasta, dan masyarakat. Pemerintah menyiapkan kepastian lahan dan legalitas kawasan, sementara rakyat didorong menjadi bagian dari ekosistem usaha agar manfaat ekonomi pengembangan bioetanol dapat dirasakan secara luas. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai Rapat Program Khusus […]