Kementan Percepat Mitigasi Risiko Banjir di Lokasi Cetak Sawah dan Optimasi Lahan
Kementerian Pertanian Percepat Langkah Mitigasi Banjir pada Lokasi Cetak Sawah dan Optimasi Lahan

Kementan Percepat Mitigasi Risiko Banjir di Lokasi Cetak Sawah dan Optimasi Lahan

Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat langkah mitigasi banjir pada lokasi kegiatan cetak sawah dan optimasi lahan tahun 2025 melalui fasilitasi RPATA serta rencana pelaksanaan 2026, menyusul prediksi curah hujan menengah hingga tinggi pada periode Januari–Maret 2026. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan konstruksi tetap berjalan, lahan tidak tergenang, dan target peningkatan luas tanam tetap tercapai.


Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah sentra pertanian berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan yang dapat memicu genangan hingga banjir, terutama pada lahan terbuka dan areal yang masih dalam tahap pembangunan. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan tahunan 1.500–4.000 mm, dengan sekitar 5,1 persen wilayah berada pada kategori atas normal.


Situasi ini menjadi perhatian Kementan karena kegiatan cetak sawah dan optimasi lahan awal 2026 berlangsung di berbagai provinsi sebagai bagian dari program peningkatan luas tanam dan penguatan ketahanan pangan. Lahan yang baru dibuka maupun yang masih dalam tahap konstruksi rentan terhadap limpasan air (run off) apabila sistem irigasi dan drainase belum berfungsi optimal.


Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, menegaskan perubahan pola musim hujan perlu diantisipasi dalam perencanaan pertanian.



“BMKG memprediksi adanya pergeseran puncak musim hujan di beberapa wilayah Indonesia. Perubahan ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pola tanam dan pengelolaan irigasi karena dapat memengaruhi kalender masa tanam dan produktivitas apabila tidak diantisipasi,” ujarnya.


Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, menyatakan peristiwa banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menjadi pembelajaran penting dalam penguatan sistem mitigasi sektor pertanian.


“Diperlukan peningkatan kesiapsiagaan, pemetaan risiko yang lebih akurat, serta optimalisasi infrastruktur pengendalian air berbasis data iklim,” katanya.


Ia menjelaskan Ditjen LIP bersama BMKG melakukan analisis spasial melalui metode overlay antara peta potensi banjir BMKG dengan peta lahan baku sawah untuk mengidentifikasi secara presisi area rawan genangan di seluruh provinsi sentra pangan.


Menurut Hermanto, lahan sawah yang terdampak curah hujan tinggi berisiko mengalami genangan yang dapat menghambat penyelesaian konstruksi, menunda olah tanah, hingga menggeser jadwal tanam. Untuk itu, berbagai langkah mitigasi diterapkan, antara lain optimalisasi pompanisasi pada lahan kelebihan air, normalisasi sungai bersama Balai Wilayah Sungai (BWS/BBWS), perbaikan saluran irigasi primer dan sekunder, penyelesaian jaringan drainase, pembangunan saluran sementara pada lokasi konstruksi, peninggian tanggul, serta penguatan pematang.


“Koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah daerah, BMKG, BWS/BBWS, penyuluh, serta pelaksana konstruksi untuk pemantauan harian kondisi curah hujan dan genangan,” ujarnya.


Selain itu, pengawasan mutu konstruksi diperketat agar saluran drainase memiliki kapasitas tampung yang memadai dalam menghadapi debit air tinggi. Strategi ini mempercepat pengurangan genangan, mengalirkan air dari petak sawah menuju saluran pembuang, serta mendukung percepatan pemulihan pertanaman pascabanjir.


Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan curah hujan tinggi tidak boleh menghambat target produksi pangan nasional.


“Kita tidak boleh kalah oleh cuaca. Semua pekerjaan pengendalian air harus dipercepat agar lahan siap tanam dan tidak tergenang,” tegas Mentan Amran (13/2/2026).


Sebagai bagian dari langkah strategis, Kementan bersama BMKG memperkuat sistem monitoring cuaca berbasis laporan harian dan dokumentasi geospasial. Setiap lokasi kegiatan diwajibkan melaporkan kondisi cuaca dan genangan sebagai dasar pengambilan keputusan cepat.


Langkah percepatan pengendalian air dan drainase ini menjadi bagian dari strategi adaptasi pertanian menghadapi risiko iklim sekaligus memastikan kesiapan lahan memasuki musim tanam berikutnya. Dengan penguatan infrastruktur irigasi dan drainase serta pengawasan intensif, Kementan optimistis program cetak sawah dan optimasi lahan tetap berjalan sesuai target serta mendukung ketahanan pangan nasional.(BB)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Warehouse Hilirisasi Perkebunan Diserbu Pengunjung PENAS XVII, Penasaran Bioreaktor CPO Jadi B100

Warehouse Hilirisasi Perkebunan Diserbu Pengunjung PENAS XVII, Penasaran Bioreaktor CPO Jadi B100

Pilarpertanian – Gorontalo ; Warehouse Hilirisasi Perkebunan di PENAS XVII Gorontalo diserbu ribuan pengunjung yang penasaran teknologi bioreaktor CPO jadi B100. Memasuki hari kedua Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, kawasan Gelar Teknologi (Geltek) menjadi salah satu titik paling ramai dikunjungi peserta dan masyarakat. Ribuan pengunjung dilaporkan memadati area pameran sejak pagi, dengan […]

Sudaryono Soal Insiden Diskusi di UGM: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog

Sudaryono Soal Insiden Diskusi di UGM: Pantang Kabur, Kami Datang untuk Berdialog

Pilarpertanian – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi dalam agenda diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026. Sudaryono menegaskan bahwa dirinya bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Budiman Sudjatmiko datang ke UGM dengan niat berdialog secara terbuka dan […]

Bangun Ekosistem, Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam Tiga Tahun

Bangun Ekosistem, Mentan Amran Targetkan Swasembada Bawang Putih dalam Tiga Tahun

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat langkah menuju swasembada bawang putih nasional melalui pembangunan ekosistem terintegrasi dari perbenihan hingga pemasaran untuk konsumsi. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan menjamin harga, menyediakan benih, sarana produksi, alat mesin pertanian (alsintan), serta memperkuat peran BUMN pangan agar petani memiliki kepastian usaha dan mampu meningkatkan produksi […]

Hadapi Kemarau 2026, Kementan Genjot Percepatan Semai, Olah Lahan dan Tanam Padi di Kabupaten Sukabumi

Hadapi Kemarau 2026, Kementan Genjot Percepatan Semai, Olah Lahan dan Tanam Padi di Kabupaten Sukabumi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) secara masif meluncurkan Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan Tanam Serentak di 11 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat, salah satunya di Kabupaten Sukabumi yang merupakan sentra produksi padi nomor 2 nasional. Gerakan strategis ini bertujuan untuk mendongkrak Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna meningkatkan produksi beras dalam menghadapi ancaman dampak El […]

Menteri Pertanian Tinjau Gelar Teknologi Hilirisasi Perkebunan pada PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Menteri Pertanian Tinjau Gelar Teknologi Hilirisasi Perkebunan pada PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo

Pilarpertanian – Gorontalo, 20 Juni 2026 – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII resmi diselenggarakan di Provinsi Gorontalo pada tanggal 20–25 Juni 2026. Kegiatan yang dipusatkan di kawasan GORR David-Tony, Desa Hepu Hulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo ini menjadi ajang temu karya, inovasi, kemitraan, serta penguatan kolaborasi antara petani, nelayan, penyuluh pertanian, pemerintah, akademisi, dan […]

Kementan: Hati-hati Hoaks Rekrutmen “Petugas Sensus Pertanian 2026”, Masyarakat Waspada Modus Penipuan

Kementan: Hati-hati Hoaks Rekrutmen “Petugas Sensus Pertanian 2026”, Masyarakat Waspada Modus Penipuan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial dan aplikasi percakapan mengenai rekrutmen “Petugas Sensus Pertanian 2026” adalah hoaks dan tidak berasal dari Kementerian Pertanian. Dalam informasi palsu tersebut, pelaku mencatut nama Kementerian Pertanian dan foto Mentan Amran dengan menawarkan lowongan kerja petugas sensus pertanian bagi lulusan SMA/sederajat dengan iming-iming […]

Mentan Amran Ajak Laskar Merah Putih Kawal Swasembada Pangan, Tegaskan Tak Gentar Lawan Mafia Pangan

Mentan Amran Ajak Laskar Merah Putih Kawal Swasembada Pangan, Tegaskan Tak Gentar Lawan Mafia Pangan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh anggota Laskar Merah Putih (LMP) untuk bersama-sama mengawal agenda besar Presiden Prabowo Subianto menjaga swasembada pangan dan kedaulatan pangan nasional. Menurutnya, perjuangan mencapai kemandirian pangan merupakan tugas seluruh anak bangsa yang harus dijaga bersama. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Silaturahmi Nasional Laskar Merah […]

Di PENAS 2026, Wapres Gibran Sebut Indonesia Kian Mandiri Pangan Berkat Petani dan Nelayan

Di PENAS 2026, Wapres Gibran Sebut Indonesia Kian Mandiri Pangan Berkat Petani dan Nelayan

Pilarpertanian – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menyatakan Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional berkat kerja keras petani dan nelayan serta dukungan kebijakan pemerintah yang berpihak pada sektor pertanian dan perikanan. Hal tersebut disampaikan Wapres saat membuka Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo, Sabtu (20/6). Menurut Wapres […]

Mentan Amran Sebut Struggle Now atau Enjoy Now, Pilihan Hari Ini Menentukan Masa Depan

Mentan Amran Sebut Struggle Now atau Enjoy Now, Pilihan Hari Ini Menentukan Masa Depan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengingatkan generasi muda bahwa masa depan ditentukan oleh pilihan yang dibuat hari ini. Dalam kuliah umum bertema “Gagal Menuju Sukses: Membangun Kewirausahaan dan Agribisnis dalam Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional”, Mentan Amran menegaskan bahwa setiap orang dihadapkan pada dua pilihan besar dalam hidup: berjuang sekarang atau bersenang-senang sekarang. “Hari […]