Pusat PVTPP Kementan Gercep Turun Memastikan Hasil Panen Padi Diserap Bulog
Pilarpertanian - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah masif melakukan pendampingan panen raya padi di berbagai daerah yang mulai terjadi di bulan Mei 2026, salah satunya di Kabupaten Sukabumi sebagai lumbung padi Jawa Barat bahkan nasional. Kegiatan ini untuk menjamin produksi padi/beras tahun 2026 melimpah, petani kembali olah lahan untuk tanam dan hasil panen diserap oleh Bulog.
“Hari ini kami bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten, Mitra Bulog dan penyuluh turun langsung mengawal panen padi di Ciemas, sebagai salah satu sentra produksi padi Kabupaten Sukabumi,” demikian dikatakan Kepala Pusat PVTPP/Penanggungjawab Swasembada Berkelanjutan Kabupaten Sukabumi saat meninjau panen padi di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kamis (14/5/2026).
Leli mengatakan di bulan Mei ini petani Kabupaten Sukabumi mulai memasuki panen padi dengan produktivitas yang cukup tinggi yakni 6,2 ton per ha. Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, usai panen terus didorong untuk melalukan penanaman kembali untuk meningkatkan stok beras nasional bahkan ekspor.
“Dalam kunjungan ini, kami pun bersama Bulog dan hasil panen petani siap diserap oleh Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram. Tentunya kami terus mengawal petani agar hasil panen sesuai dengan kriteria Bulog,” ujarnya.
“Pembelian gabah dengan HPP Rp. 6.500 ini merupakan pemicu agar petani bergairah dalam menanam padi selain bantuan alat mesin pertanian lainnya. Upaya pemerintah mencapai swasembada berkelanjutan tidak sekedar wacana namun upaya serius yang dirasakan petani saat ini,” pinta Leli.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin mengatakan Kabupaten Sukabumi merupakan lumbung pangan di Provinsi Jawa Barat yang sudah terbukti nyata. Dalam setiap tahunnya tercatat surplus beras sebesar 18 juta ton.
“Petani hari ini khususnya di Ciemas sebagai sentra produksi padi Kabupaten Sukabumi melakukan panen padi dengan produktivitas di atas rata-rata kabupaten. Berkat pengawalan penyuluh, rendemennya 48 persen sesuai dengan persyaratan Bulog,” ucapnya.
“Dengan bantuan alat mesin pertanian dari Kementerian Pertanian, kami pastikan bisa meningkatkan lagi rendemen ke depannya,” tambah Aep.
Perlu diketahui, luas baku sawah di Kecamatan Ciemas seluas 4.108,5 ha merupakan penyumbang produksi beras terbesar di Kabupaten Sukabumi. Varietas yang tanam petani cukup beragam antara lain Inpari 32, inpari 42 dan Ciherang dengan provitas mecapai 6,2 ton/ha.(ND)


