Mentan Amran Ajak KTNA Kawal Hilirisasi Pertanian untuk Wujudkan Indonesia Emas
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Saat Menghadiri Acara Rembuk Utama dan Expo KTNA 2025.

Mentan Amran Ajak KTNA Kawal Hilirisasi Pertanian untuk Wujudkan Indonesia Emas

Pilarpertanian - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh jajaran Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Indonesia untuk bersama-sama mengawal program hilirisasi pertanian. Ajakan ini disampaikan Mentan dalam acara Rembuk Utama dan Expo KTNA 2025 yang dihadiri lebih dari 2.000 peserta dari berbagai daerah.


Mentan Amran menegaskan, hilirisasi merupakan salah satu dari empat program prioritas Presiden Prabowo Subianto, selain swasembada pangan, penyediaan pangan bergizi, dan pengembangan biofuel. Menurutnya, transformasi pertanian dari hulu hingga hilir akan menjadi motor penggerak perekonomian nasional, sekaligus membuka jalan menuju Indonesia Emas 2045.


“Mimpi besar kita adalah membangun hilirisasi secara masif. Pemerintah sudah menyiapkan investasi sebesar Rp371 triliun, dengan tahap awal Rp9,9 triliun yang digunakan untuk pengadaan bibit tebu, kakao, kelapa, kopi, mente, lada, dan pala. Bantuan ini diberikan secara gratis kepada petani. Kami mohon KTNA se-Indonesia mengawal dan memastikan program ini berjalan sukses,” kata Amran dalam sambutannya secara online, Sabtu (20/9/25).


Lebih lanjut, Mentan Amran mencontohkan potensi besar hilirisasi kelapa. Saat ini ekspor kelapa Indonesia bernilai Rp24 triliun, namun jika dilakukan pengolahan menjadi produk turunan seperti minyak kelapa murni (VCO) dan santan instan, nilai tambahnya bisa melonjak lebih tinggi.



“Bayangkan jika komoditas lain seperti kakao, kopi, dan pala juga diolah di dalam negeri. Ekonomi desa akan bergerak, pendapatan petani meningkat, dan ekspor kita melesat berkali lipat,” ucapnya.


Selain hilirisasi, dalam sambutannya Mentan Amran juga menyampaikan capaian pertanian nasional sepanjang 11 bulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Antara lain, produksi beras naik menjadi 31 juta ton hingga Oktober 2025, stok beras mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, serta kontribusi pertanian pada PDB mencapai 10,52 persen, terbesar dalam sejarah.


“FAO mencatat Indonesia sebagai negara dengan peningkatan produksi pangan terbesar kedua dunia setelah Brasil. Ini buah kerja keras petani, KTNA, dan seluruh pemangku kepentingan. Namun kita tidak boleh berhenti, karena tantangan dunia ke depan semakin berat,” kata Amran.


Mentan Amran menambahkan, pemerintah juga telah mengambil kebijakan strategis untuk terus melindungi petani, diantaranya sesuai arahan Presiden Prabowo untuk menghentikan impor etanol dan singkong selama kebutuhan bisa dipenuhi produksi dalam negeri.


“Kita punya Presiden yang sangat berpihak kepada petani, selalu memberikan solusi untuk permasalahan para petani, ini yang harus kita syukuri,” tambah Mentan Amran.


Di akhir sambutannya, Mentan Amran mengajak seluruh jajaran KTNA untuk terus menjadi garda terdepan transformasi pertanian nasional. Menurutnya, KTNA memiliki peran strategis sebagai motor penggerak di tingkat desa dan daerah, yang langsung bersentuhan dengan petani.


“Kita adalah bangsa agraris. Pertanian harus menjadi episentrum ekonomi baru Indonesia. Dengan kerja keras, kolaborasi, dan semangat KTNA, mimpi swasembada pangan dan hilirisasi pertanian bisa terwujud lebih cepat,” tutup Mentan Amran.


Bersamaan, Ketua Umum KTNA Nasional, Yadi Sofyan Noor mengatakan bahwa hasil Rembuk KTNA merupakan keputusan bersama yang akan dilaksanakan oleh seluruh anggota KTNA di seluruh Indonesia.


Ia menjelaskan, ada tiga poin penting yang disepakati dalam rembuk tahun ini.


Pertama, peningkatan sumber daya manusia (SDM) menjadi dasar utama pembangunan pertanian. Kedua, percepatan swasembada pangan, khususnya beras.


“Selain SDM, kami juga hadirkan tanaman pangan disini karna KTNA dan Menteri Pertanian sudah bersepakat untuk tahun ini kita swasembada beras dan hitungan kami sebagai pengurus KTNA sudah Insya Allah tahun ini yang disebut swasembada beras akan kita capai,” kata Yadi.


Berikutnya, Rembuk KTNA 2025 juga menghadirkan Pupuk Indonesia karena pupuk merupakan salah satu poin penting dalam peningkatan produksi pangan. Saat ini akses pemenuhan pupuk bersubsidi sangat sederhana mulai dari pupuk Indonesia hingga sampai diterima oleh gapoktan.


“Tahun ini kita mengangkat tema transformasi teknologi untuk mendukung swasembada pangan. Sesuai data, produksi kita menunjukkan kinerja kita on track. Kebijakan dari Bapak Presiden yang sangat pro rakyat sangat menguntungkan bagi kita petani dan nelayan,” tutup Yadi.


Diketahui acara Rembuk Utama dan Expo KTNA yang ke 54 merupakan wadah bagi masyarakat, mulai dari petani hingga pengusaha, untuk melihat perkembangan teknologi pertanian modern, mengenal inovasi produk pertanian dalam negeri, serta menyaksikan beragam produk UMKM berbasis hasil pertanian yang mendorong ekonomi kerakyatan.


Acara ini diselenggarakan di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim), dengan rangkaian pameran sekaligus menjadi media edukasi yang mempertemukan peserta dari 27 provinsi dan 71 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.(BB)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Jaga Produksi Pangan, Kementan Optimalkan Ratusan Pompa Air di Tegal

Jaga Produksi Pangan, Kementan Optimalkan Ratusan Pompa Air di Tegal

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat mitigasi kekeringan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, melalui optimalisasi pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Langkah ini dilakukan guna membantu petani mempertahankan produktivitas lahan dan menekan risiko kehilangan hasil panen di tengah ancaman El Nino. Melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan telah mendistribusikan 627 […]

Mentan Amran Ajak Masyarakat Toraja Kembangkan Komoditas Unggulan Daerah

Mentan Amran Ajak Masyarakat Toraja Kembangkan Komoditas Unggulan Daerah

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak masyarakat Toraja untuk mengambil bagian dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui pengembangan komoditas unggulan daerah. Pemerintah siap mendukung pengembangan kopi, jambu mete, kelapa, kakao, hingga lada agar potensi pertanian setempat dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Musyawarah […]

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Pilarpertanian – Upaya pengembangan potensi varietas lokal kopi di Kabupaten Sumba Barat Daya terus diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Budidaya Kopi yang dilaksanakan di Desa Laga Lete, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam kegiatan tersebut, Nani Suwarni, Pemeriksa PVT Ahli Madya, menyampaikan materi mengenai kebijakan dan mekanisme pendaftaran varietas lokal, khususnya […]

Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan Dorong Generasi Muda Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Workshop Kepemimpinan dan Kewirausahaan Dorong Generasi Muda Wujudkan Pertanian Berkelanjutan

Pilarpertanian – Generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun pertanian modern, inovatif, dan berkelanjutan. Untuk mendorong peran tersebut, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Kementerian Pertanian, menyelenggarakan Workshop on Empowering Young Leaders for a Sustainable Food and Agriculture Future di Auditorium PEPI, Tangerang, Rabu (14/10/2026), yang juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Menjadi bagian dari […]

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Emrus: Mentan Amran Satu-satunya Menteri Berkinerja Terbaik

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Emrus: Mentan Amran Satu-satunya Menteri Berkinerja Terbaik

Pilarpertanian – Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendapat sorotan positif dari pakar komunikasi politik Emrus Sihombing. Dalam evaluasinya terhadap kinerja kabinet, Emrus menilai Kementerian Pertanian sebagai satu-satunya kementerian yang menunjukkan kinerja baik dan menonjol. “Menteri yang bagus kinerjanya belum tampak, kecuali […]

Kementan Percepat Tanam CSR 2026, Pastikan Lahan Segera Produktif

Kementan Percepat Tanam CSR 2026, Pastikan Lahan Segera Produktif

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian mempercepat penanaman pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026 untuk memastikan lahan yang telah dikonstruksi dan diolah segera produktif. Percepatan ini penting agar investasi pemerintah dalam pembukaan lahan baru memberikan manfaat nyata bagi petani, meningkatkan indeks pertanaman (IP), dan memperkuat produksi pangan nasional. Upaya tersebut diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serempak […]

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Amran menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (24/9) pagi. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum para petani melakukan aksi demonstrasi bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional. Mentan Amran langsung menemui para petani setelah mendengar kedatangan mereka seusai salat subuh. Ia memilih berdialog […]

Mentan Amran Berikan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Palestina, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Pertanian

Mentan Amran Berikan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Palestina, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Pertanian

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyepakati pemberian beasiswa bagi hingga 20 mahasiswa Palestina sebagai bentuk dukungan konkret Indonesia terhadap generasi muda Palestina. Kesepakatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama Indonesia dan Palestina di bidang pendidikan, pertanian, serta sosial dan keagamaan. Kesepakatan itu disampaikan Mentan Amran saat menerima Utusan Khusus […]

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, PVTPP Dampingi Pengembangan PM-AAS di Sukabumi, Produktivitas Padi Capai 11,2 Ton per Hektare

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, PVTPP Dampingi Pengembangan PM-AAS di Sukabumi, Produktivitas Padi Capai 11,2 Ton per Hektare

Pilarpertanian – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian, terus mendorong penguatan produksi pangan melalui pendampingan kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan pengembangan teknologi budidaya padi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Upaya ini menunjukkan hasil awal yang menjanjikan melalui panen perdana penerapan Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran. Pada […]