Mentan Amran Tantang UNESA Kembangkan Benih Kedelai Unggul, Dukung Swasembada
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Saat Melakukan Audiensi dengan Jajaran Universitas Negeri Surabaya di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

Mentan Amran Tantang UNESA Kembangkan Benih Kedelai Unggul, Dukung Swasembada

Pilarpertanian - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menantang Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk menghasilkan benih kedelai unggul berproduktivitas tinggi dalam mendukung percepatan swasembada kedelai nasional. Dengan kolaborasi riset bersama Unesa, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan lahirnya varietas kedelai yang mampu menghasilkan 5-6 ton per hektare sehingga dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.


Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat audiensi dengan jajaran Universitas Negeri Surabaya di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, pada Senin (27/7).


Mentan Amran menegaskan, pemerintah siap mendukung penuh pengembangan benih unggul yang dihasilkan perguruan tinggi. Bahkan, apabila hasil penelitian mampu menghasilkan varietas dengan produktivitas tinggi dan terbukti di lapangan, Kementerian Pertanian siap memfasilitasi pengembangannya secara lebih luas.


“Kalau benihnya bagus dan hasilnya terbukti, kita akan dorong untuk dikembangkan secara nasional. Yang kita cari sekarang adalah inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas petani,” ujar Mentan Amran.



Mentan Amran juga menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai.


“Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Kampus harus menjadi pusat inovasi, TNI dan Polri membantu pendampingan di lapangan, sementara petani menjadi pelaku utama. Kalau semua bergerak bersama, saya optimistis swasembada kedelai bisa kita wujudkan,” tegasnya.


Menanggapi tantangan tersebut, Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya, Dwi Cahyo Kartiko, menyatakan Unesa siap mengembangkan benih kedelai unggul yang mampu menghasilkan produktivitas mencapai 5–6 ton per hektare.


“Kami menyampaikan kepada Pak Menteri bahwa apabila benih unggul itu berhasil dikembangkan, kami siap mengawal implementasinya. Pak Menteri juga menyampaikan bahwa apabila produktivitas di lahan 56 hektare mampu mencapai 5 hingga 6 ton per hektare, maka keberhasilan tersebut dapat menjadi model pengembangan kedelai nasional,” ujar Dwi.


Ia menjelaskan, Unesa sebelumnya telah aktif mendukung berbagai program ketahanan pangan, di antaranya mengawal program pengembangan jagung bersama Polda Jawa Timur selama tiga bulan. Meski Fakultas Ketahanan Pangan Unesa baru berdiri pada 2025, kampus tersebut dinilai mampu memberikan pendampingan yang baik sehingga memperoleh apresiasi dan kepercayaan untuk terlibat dalam program-program strategis nasional.


“Fakultas Ketahanan Pangan kami memang baru berdiri pada 2025, tetapi kami mampu mengawal program dengan sangat baik. Dari keberhasilan itu, kami kembali dipercaya untuk mendukung pengembangan komoditas pangan strategis,” katanya.


Kepercayaan tersebut kemudian berlanjut melalui kemitraan dengan Yonif TP 932 Sunan Bonang Tuban yang telah menyiapkan sekitar 600 hektare lahan untuk pengembangan kedelai. Menurut Dwi, tantangan terbesar saat ini adalah menghadirkan benih unggul yang mampu menghasilkan produktivitas sesuai target pemerintah.


“Yang menjadi tantangan bagi kami adalah penyediaan benih. Karena itu kami memohon arahan Pak Menteri agar kemitraan dengan Yonif 932/Sunan Bonang Tuban dapat berjalan optimal sehingga pengembangan kedelai di lahan tersebut berhasil,” ujarnya.


Selain pengembangan benih, Unesa juga tengah memperkuat riset di bidang ketahanan pangan. “Kami sudah menyusun dan menyerahkan proposal penelitian. Kami berharap penelitian ini dapat terus berlanjut sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional,” kata Dwi.


Ia menambahkan, pengembangan benih kedelai kini menjadi fokus utama tim peneliti Unesa, khususnya Fakultas Ketahanan Pangan. Seluruh sumber daya akademik akan diarahkan untuk mencari dan menghasilkan benih unggul dengan produktivitas tinggi.


“Ini menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan besar bagi kami. Kami akan mencari benih yang terbaik agar mampu menghasilkan produktivitas sesuai target yang diberikan Pak Menteri,” katanya.


Dwi menargetkan proses pencarian dan penyiapan benih unggul dapat diselesaikan pada tahun ini sehingga dapat segera diuji di lapangan.


“Insya Allah tahun ini kami tuntaskan proses pencarian dan penyiapan benih unggul. Tantangan dari Pak Menteri akan kami jawab melalui riset dan inovasi yang nyata untuk mendukung swasembada kedelai Indonesia,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Dwi juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Mentan Amran terhadap pengembangan sumber daya manusia, termasuk dukungan bagi mahasiswa dan penguatan peran perguruan tinggi dalam pembangunan sektor pertanian.


Menurutnya, Unesa memiliki modal kuat karena menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki Fakultas Ketahanan Pangan.


“Karena memiliki Fakultas Ketahanan Pangan, kami siap mengambil peran lebih besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Tantangan ini memang tidak mudah, tetapi kami optimistis dapat menghasilkan benih kedelai unggul yang mampu meningkatkan produktivitas dan mendukung cita-cita swasembada pangan,” ujar Dwi.(ND)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Berinovasi untuk Pangan Masa Depan, Kementan Perkuat Akses Pupuk Terjangkau bagi Petani

Pilarpertanian – Inovasi pembangunan pertanian tidak hanya diwujudkan melalui penerapan teknologi, tetapi juga melalui kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi petani. Salah satunya adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen yang berlaku sejak 22 Oktober 2025. Kebijakan ini menjadi langkah pemerintah untuk menekan biaya produksi sekaligus memperkuat fondasi usaha tani dalam […]

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

25 Tahun FK-P4S Nasional, Kementan Perkuat Peran Petani sebagai Pusat Pembelajaran Pertanian

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pembukaan Jambore dan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK-P4S) Nasional di Tasikmalaya, Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang […]

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Mentan Amran Sambut Wamentan Alim, Perkuat Transformasi Pertanian dan Swasembada Pangan

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet untuk memperkuat kerja bersama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan dan mendorong transformasi pertanian nasional. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat komoditas strategis, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Penyambutan berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (19/10/2026). Mentan […]

Percepat Tanam CSR Banyuasin, Kementan Perkuat Pengairan dan Brigade Pangan

Percepat Tanam CSR Banyuasin, Kementan Perkuat Pengairan dan Brigade Pangan

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian terus mengoptimalkan lahan melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) untuk meningkatkan produksi padi dan mendukung swasembada pangan. Upaya ini diwujudkan melalui Gerakan Tanam CSR 2026 di Desa Karang Petani, Kelurahan Pangkalan Balai, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (21/10/2026). Kegiatan ini mendorong pemanfaatan lahan baru agar segera ditanami. Di […]

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Kementan Perkuat Kebijakan Pro-Petani dan Peran Penyuluh

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Kementan Perkuat Kebijakan Pro-Petani dan Peran Penyuluh

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kebijakan yang berpihak kepada petani untuk meningkatkan produksi, kesejahteraan, dan mempercepat swasembada pangan nasional. Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, transformasi pertanian dilakukan melalui pembenahan pupuk bersubsidi, penguatan harga hasil panen, modernisasi pertanian, dan optimalisasi lahan. Capaian dan kebijakan tersebut dibahas […]

Mentan Amran: Kebijakan Presiden Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung

Mentan Amran: Kebijakan Presiden Prabowo Dongkrak Daya Beli Petani Lampung

Pilarpertanian – Kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian mulai menunjukkan dampak terhadap daya beli petani di Lampung. Penurunan harga pupuk bersubsidi, penguatan harga komoditas, hingga penghentian impor singkong disebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan ekonomi di wilayah perdesaan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, arah kebijakan Presiden […]

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, Memperkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan

Pilarpertanian – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi periode percepatan pembangunan pertanian, terutama dalam memperkuat produksi dalam negeri, memperbaiki tata kelola pangan, dan meningkatkan keberpihakan kebijakan kepada petani. Salah satu capaian yang menonjol adalah percepatan target swasembada pangan, didukung kebijakan dari hulu hingga hilir. Tantangan yang dihadapi tidak […]

Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Perkuat SPI, Kementan Dorong Pengawasan Independen dan Mitigasi Risiko

Pilarpertanian – Penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI) menjadi langkah penting untuk menjaga akuntabilitas anggaran, mencegah penyimpangan, dan memastikan program berjalan sesuai ketentuan. Pengawasan independen, pemetaan risiko, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan menjadi kunci tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, […]

Deputi BI Apresiasi Mentan Amran, Sebut Panglima Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Deputi BI Apresiasi Mentan Amran, Sebut Panglima Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan

Pilarpertanian – Deputi Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono mengapresiasi kerja keras Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi nasional. Thomas menyebut Mentan Amran sebagai panglima pengendalian inflasi yang berperan besar dalam memastikan stabilitas harga pangan melalui kerja nyata di lapangan. Apresiasi tersebut disampaikan Thomas […]