Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

14 November 2019

Mentan Syahrul: Saya Suka Bupati dan Gubernur Yang Agresif

Mentan Syahrul: Saya Suka Bupati dan Gubernur Yang Agresif

Pilarpertanian - Pilar Pertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengaku senang dengan para Bupati dan Gubernur yang agresif dalam memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakatnya. Namun, kata Syahrul, para pemimpin daerah juga harus membuktikan kerja nyatanya di lapangan.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Saya suka Bupati dan Gubernur yang agresif karena kita bisa memecahkan masalah secara langsung di lapangan,” ujar Mentan Syahrul saat menghadiri Rakornas Indonesia Maju yang digelar Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Menurut Syahrul, persoalan pertanian memang harus dipecahkan bersama dengan mempererat komunikasi dan koordinasi antar lembaga/kementerian, serta pimpinan daerah hingga menyentuh level Camat dan Lurah.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Tidak bisa hanya Menteri Pertanian saja yang bekerja. Sandaranya tetap ada di Kepala Daerah, Gubernur, Pak Bupati dan tentu dibantu Pak Kapolda dan Tentara yang harus membackup saya,” katanya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Syahrul mengatakan, setidaknya ada lebih dari 50 juta orang yang saat ini bergantung hidup di sektor pertanian. Dari jumlah itu, total akumulasi transaksi mencapai 2000 triliun. Angka sebesar itu, dikatakan Syahrul harus meningkat berlipat dengan pola koordinasi secara bersama-sama.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Dengan angka sebanyak itu, berapa di provinsi bapak yang dikasih makan? Inilah yang saya maksud harus kita diteksi bersama-sama, sehingga kita bisa melihat yang 2000 triliun itu dimana saja, dan yang 50 juta lebih pekerja itu seperti apa kerjanya,” katanya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Syahrul berharap pertanian Indonesia jauh lebih maju ketimbang pertanian di negara-negara lain. Sebab dari sisi teknologi dan informasi, Indonesia sudah memiliki beragam teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence atau kecerdasan buatan yang dikembangkan anak-anak bangsa.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Perkembangan teknologi pertanian di luar negeri punya kualitas yang baik dan produktivitas yang tinggi, kitapun harus menuju ke sana. Bahkan dengan pemanfaatan artificial intelligence yang kita miliki, kita bisa diteksi apakah traktor petani jalan atau tidak. Kita juga sudah memiliki kemampuan kontrol citra satelit untuk melihat berapa pupuk yang dibutuhkan untuk satu desa,” katanya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Adapun untuk memuluskan berbagai pengembangan ini, Syahrul mengaku menyiapkan pusat data dan ruang kontrol pertanian. Pusat dan ruang kontrol itu ia beri nama dengan Komando Strategi Pertanian (Kostra Tani) yang bisa mengkoordinasikan semua stakeholder.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
“Babinsa dan Babinkamtibmas juga bisa menjadi bagian dari penyuluh yang kita rekomendasi bekerja bersama-sama. Jadi, demgan Kostra Tani ini kita bisa mendidik penyuluh melalui Android yang mereka punya. Dan penyuluh itu kita monitor, dia kerja atau tidak kita diteksi dari kantor,” tukasnya.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Sebagai catatan, acara ini dihadiri sejumlah pimpinan daerah Bupati dan Gubernur, pimpinan DPRD serta stakeholder dari Kementerian dan Lembaga lainya. Dalam kesempatan ini, Bupati Halmahera, Tengah Edi Langkara bahagia bisa memiliki kesempatan untuk bertemu dengan para Menteri dan menyampaikan beberapa usulan. (bs)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *