Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

14 May 2020

Saatnya Beralih Konsumsi Pangan Lokal

Saatnya Beralih Konsumsi Pangan Lokal

Pilarpertanian - Konsumsi pangan lokal saat ini menjadi pilihan yang tepat. Pada sebagian kalangan masyarakat bahkan saat ini sudah menjadi gaya hidup, khususnya mocaf. Bagi sebagian orang, ingin hidup sehat menjadi alasan yang kuat. Namun alasan lain lebih mendasar adalah faktor kemandirian bangsa. Ketergantungan masyarakat terhadap tepung terigu sangat besar, hal ini dikarenakan tidak adanya tepung substitusi, sehingga tidak ada pilihan. Kalaupun ada, maka harga yang ditawarkan cukup tinggi. Diperlukan terobosan kreatif, sehingga produk yang kaya manfaat buat kesehatan tubuh dapat dikonsumsi atau bahkan diproduksi dalam skala kecil atau rumahan.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Pusat Pelatihan Pertanian melalui program ‘bertani on cloud’ membaca situasi ini dengan tepat. Bekerjasama dengan Balai Pelatihan Lampung (11/05/2020) menyelenggarakan pelatihan virtual via zoom meeting ‘produksi mocaf skala rumah tangga’. “Topik ini menarik menjelang hari raya Idul Fitri”, ungkap Bustanul Arifin selaku Kepala Pusat Pelatihan Pertanian ketika membuka pelatihan ini. “Dari tepung ini dapat dijadikan produk turunan seperti kue dan roti”, imbuhnya lagi. Secara umum diharapkan dari Pelatihan ini dapat membantu diversifikasi pangan, sehingga berdampak terhadap kemandirian rumah tangga.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Dikutip dari Gatra online (11/07/2019), riset BB Libang Pascapanen Kementerian Pertanian, tepung singkong dapat mensubstitusi tepung terigu dalam berbagai produk olahan. Pada produk roti sebesar 10 persen sampai dengan 20 persen. Mie basah dan mie instan sebesar 10 sampai dengan 30 persen. Pada olahan cookies sebesar 75 sampai dengan 100 persen. Sedangkan pada cake sebesar 50 persen, dan lapis legit sebesar 75 sampai dengan 100 persen.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Dedi Nursyamsi sangat mengapresiasi pelatihan ini, lebih-lebih materinya yang berkaitan dengan pangan lokal. “Genjot produksi pangan dan jangan lupa bahwa pangan lokal memiliki peluang besar di tengah wabah covid ini”, sambutnya. Pemanfaatan dan pengolahan singkong dapat membantu menjadi substitusi tepung gandum. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisir ketergantungan terhadap tepung gandum yang sangat tinggi, sehingga dikhawatirkan dapat berbahaya bagi ketahanan pangan bangsa.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Melihat data Kementerian Perdagangan, dalam kurun lima tahun terakhir terdapat tren kenaikan volume import gandum dengan rata-rata kenaikan 11,56 persen. Tercatat pada tahun 2014, volume import gandum sebesar 7,63 juta ton dengan nilai sebesar US$ 2,46 miliar. Pada tahun 2018 terjadi lonjakan menjadi 10,16 juta ton dengan nilai sebesar US$ 2,59 miliar.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Pelatihan ini diikuti hampir 500 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia. Fakta ini menggambarkan bahwa insan pertanian masih semangat dan terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan pangan. Ini searah dengan seruan Menteri Pertanian; Syahrul Yasin Limpo, “pertanian harus terus bergerak, maju, mandiri, modern, dan mampu menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia yang maju, mandiri, dan modern pula”.
Baca Selengkapnya di Pilarpertanian.com
Secara spesifik, tepung mocaf memiliki keunggulan dari pada yang lain. “Tepung ini dapat mencegah kanker”, ungkap Suryanto selaku pengajar pada pelatihan ini. “Kandungan gizi dan vitamin C sangat tinggi”, tambahnya. Melihat manfaatnya yang besar, dari pelatihan ini dapat dipraktekkan serta menambah wawasan dan keterampilan peserta. (SL/LT)

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *