Pilar Pertanian

Berita Pertanian Aktual

08 July 2020

Poktan Othauw Mokho Jayapura Manfaatkan Pekarangan Kembangkan Pangan Lokal

Poktan Othauw Mokho Jayapura Manfaatkan Pekarangan Kembangkan Pangan Lokal
Foto : Kelompok Tani Othauw Mokho Kampung Sereh Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura Memanfaatkan Pekarangan untuk Ditanami Berbagai Jenis Bahan Makanan.

Pilarpertanian - Orang Asli Papua yang tinggal di Kampung Sereh Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Papua, kini telah merasakan manfaat berkelompok dan mengusahakan lahan pekarangan yang cukup luas di sekitar rumah untuk ditanami berbagai macam jenis bahan makanan yang berasal dari berbagai umbi-umbian, jagung, pisang, pinang dan berbagai macam jenis sayuran.

Penumbuhan kelompok tani merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 16 tahun 2006, tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan pada pasal 19.

Kelompok tani (Poktan) Othauw Mokho Kampung Sereh Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura terbentuk pada tanggal 28 Maret 2020 dengan jumlah anggota 15 orang dan diketuai oleh Yosepina Fransina Ondikleuw dengan penyuluh pendamping Ir. Metty. Pembentukan Poktan ini atas inisiasi Yosepina dan tetangganya yang meminta untuk dibina agar bisa memanfaatkan lahan kosong di pekarangan untuk ditanami dengan berbagai tanaman di masa pandemi covid-19 dan seterusnya.

Meskipun baru terbentuk, namun Poktan Othauw Mokho, dibawah kepemimpinan Yosepina, baru-baru ini (22/6) telah melakukan panen perdana yang dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jayapura, David Zakaria Kondobua, SP, yang sekaligus menyerahkan bantuan berupa bibit tanaman sayuran, bibit ubi Siafu dan pupuk organik untuk kelanjutan usahanya.

David dalam pengarahannya minta kepada masyarakat agar bisa menyediakan bahan makanan untuk kebutuhan keluarga dan masyarakat sekitar pada masa pandemi Covid-19 dan jika hasilnya berlebih dapat dijual ke pasar Sentral Sentani untuk menambah pendapatan keluarga.

Aktivitas Poktan Othauw Mokho, merupakan upaya dalam rangka mendukung ketahanan pangan saat pandemi dan David juga mengingatkan agar masyarakat selalu menjaga protokoler kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak aman dan selalu mencuci tangan.

Menurut Metty selaku penyuluh pendamping, kegiatan Poktan Othauw Mokho ini perlu terus didampingi agar dapat tumbuh dan berkembang sebagai Kelembagaan Petani yang kuat dan mandiri, memiliki kemampuan dalam pengambangan agribisnis dan dapat menjalankan fungsinya sebagai kelas belajar; wahana kerjasama; dan unit produksi.

Keberhasilan Poktan Othauw Mokho, sebagaimana disampaikan oleh Yoshepina sangat memotivasi anggota kelompoknya dan mereka akan tetap terus memanfatkan lahan pekarangan dan bahkan memperluas lahan usaha mereka untuk ditanami dengan berbagai macam kebutuhan pangan dan tentunya dengan pengembangan usaha ini hasilnya akan dijual untuk meningkatkan pendapatan anggota.

Kegiatan Poktan Othauw Mokho, yang didampingi penyuluh pertanian seperti ini sangat diapresiasi oleh Kepala Badan PPSDMP, Prof. Dedi Nursyamsi, karena sejalan dengan Instruksi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo agar para petani kita, para penyuluh pertanian tetap terus di lapangan untuk berproduksi. Menteri Pertanian menginstruksikan bahwa pertanian harus tetap berjalan.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP), Leli Nuryati mengapresiasi dukungan penyuluh pertanian yang setia mendampingi petani, memfasilitasi terbentuknya kelompok tani dan selalu meningkatkan kapasitas kelompoktani di lapangan.

“Pangan berperan penting untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia sekaligus menjaga stabilitas nasional di tengah krisis Covid-19, untuk itu peran penyuluh dalam mendampingi petani dituntut untuk lebih ditingkatkan” kata Leli Nuryati. (Nurjanah/BB).

Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *