Presiden Prabowo Apresiasi Mentan Amran, Kerja Gotong Royong Antar Indonesia Capai Swasembada
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Saat Menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Jakarta.

Presiden Prabowo Apresiasi Mentan Amran, Kerja Gotong Royong Antar Indonesia Capai Swasembada

Pilarpertanian - Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan jajaran Kementerian Pertanian atas kerja keras mempercepat swasembada pangan nasional. Melalui pembenahan regulasi, kemudahan akses pupuk hingga penguatan produksi, pemerintah berhasil mempercepat target swasembada yang semula ditetapkan empat tahun menjadi hanya satu tahun.


Apresiasi tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8). Presiden Prabowo menilai capaian pangan Indonesia merupakan hasil kerja bersama yang digerakkan Kementerian Pertanian dengan dukungan penyuluh, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, TNI, Polri, serta petani di seluruh Indonesia.


“Menteri Pertanian dengan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian, didukung oleh banyak kementerian lain, didukung oleh Pemda, didukung oleh TNI dan Polri. Semuanya ini dengan semangat gotong royong kita telah mencapai suatu prestasi yang diakui oleh dunia,” tegas Presiden Prabowo.


Presiden Prabowo menegaskan capaian tersebut tidak lahir dari kondisi yang mudah. Ketika pemerintahannya menerima mandat, petani masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang kerap jatuh ketika panen, hingga birokrasi yang berbelit. Pemerintah kemudian memilih membongkar hambatan tersebut agar kebijakan peningkatan produksi dapat bergerak lebih cepat dan manfaatnya sampai kepada petani.



“Ketika kami menerima mandat, petani masih menghadapi pupuk yang sulit diperoleh, harga gabah yang jatuh setiap saat panen, aturan yang berbelit-belit. Kita harus berani menghadapi kesulitan dan mencari solusi,” ungkap Presiden Prabowo.


Salah satu terobosan yang dilakukan adalah deregulasi tata kelola pupuk bersubsidi. Sebanyak 145 aturan yang sebelumnya menghambat rantai penyaluran pupuk dipangkas dan disederhanakan menjadi satu Peraturan Presiden. Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pupuk lebih cepat dan mudah diperoleh petani sekaligus menghilangkan hambatan birokrasi yang dapat mengganggu produksi.


Menurut Presiden Prabowo, reformasi semacam itu diperlukan karena birokrasi seharusnya menjadi instrumen pelayanan, bukan justru memperlambat kebijakan yang dibutuhkan masyarakat. Ia menegaskan prinsip tersebut harus menjadi pegangan seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah.


“Negara harus memudahkan rakyat, bukan mempersulit,” tegasnya.


Pembenahan pupuk kemudian berjalan bersama berbagai kebijakan percepatan produksi yang dijalankan Kementan. Pemerintah memperkuat ketersediaan air dan irigasi, mendorong peningkatan luas dan intensitas tanam, menyediakan sarana dan prasarana produksi, menjaga harga hasil panen, serta menggerakkan kolaborasi lintas sektor untuk mengawal produksi pangan dari pusat hingga daerah.


Langkah tersebut diarahkan untuk memenuhi target swasembada pangan yang diberikan Presiden Prabowo kepada Mentan Amran. Target awal empat tahun terus dipercepat hingga akhirnya pemerintah mampu mewujudkannya hanya dalam satu tahun.


Hasilnya, Presiden Prabowo menyebut Indonesia kini telah mencapai swasembada pada delapan komoditas strategis, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.


Capaian itu menjadi semakin penting ketika dunia masih menghadapi ketidakpastian produksi pangan akibat perubahan iklim dan ancaman cuaca ekstrem. Presiden Prabowo menilai Indonesia kini berada dalam posisi yang lebih kuat untuk menghadapi tekanan tersebut.


“Kita, alhamdulillah, dapat saya laporkan di majelis ini, soal pangan, soal makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman dan kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan termasuk tantangan El Nino,” ujarnya.


Bagi Presiden Prabowo, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang meningkatnya produksi. Swasembada merupakan bagian dari kemampuan negara berdiri di atas kekuatan sendiri sekaligus menjamin kebutuhan paling mendasar rakyatnya.


“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri,” katanya.


Karena itu, apresiasi Presiden Prabowo kepada Mentan Amran dan seluruh insan pertanian sekaligus menjadi penegasan bahwa keberhasilan pangan merupakan hasil dari orkestrasi kebijakan dan kerja gotong royong. Deregulasi mempercepat pelayanan, pupuk semakin mudah diakses, sarana produksi diperkuat, petani memperoleh perlindungan, sementara pemerintah pusat hingga daerah bergerak bersama menjaga produksi.


Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah negara pada akhirnya harus tercermin dari kemampuannya menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat.


“Tugas kita bukan sekadar menjaga republik itu tetap berdiri. Tugas kita adalah memastikan republik ini berhasil sebagai bangsa, republik ini berhasil punya kemampuan untuk hadir di tengah-tengah rakyat dan menghadirkan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Presiden Prabowo.(BB)


Redaksi dan Informasi pemasangan iklan

Artikel Lainnya

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Kementan Percepat Tanam 50.000 Hektare, Dorong Peningkatan IP dan Antisipasi El Nino

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali menggelar Gerakan Tanam Serempak pada Jumat (18/9/2026) sebagai upaya mempercepat penanaman, meningkatkan indeks pertanaman (IP), serta memperkuat produksi pangan nasional menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. Kegiatan dipusatkan di Desa Bandar Laksamana, Kecamatan Saba Auh, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, dan dilaksanakan […]

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Wamenkum: Beras Fortifikasi Bermasalah Rugikan Konsumen, Korporasi Bisa Dijerat

Pilarpertanian – Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej menyebut temuan dugaan ketidaksesuaian beras fortifikasi dengan informasi pada label kemasan memiliki indikasi dugaan tindak pidana penipuan. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelitian dan kajian yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pangan Nasional bersama Satgas Pangan. Edward mengatakan dugaan tindak pidana tersebut sebagaimana diatur […]

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Upaya Pengembangan Kopi Sumba Barat Daya Diperkuat melalui Pendaftaran Varietas Lokal

Pilarpertanian – Upaya pengembangan potensi varietas lokal kopi di Kabupaten Sumba Barat Daya terus diperkuat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Budidaya Kopi yang dilaksanakan di Desa Laga Lete, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya. Dalam kegiatan tersebut, Nani Suwarni, Pemeriksa PVT Ahli Madya, menyampaikan materi mengenai kebijakan dan mekanisme pendaftaran varietas lokal, khususnya […]

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Mentan Amran: Atas Nama 115 Juta Petani, Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bea dan Cukai

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan yang berhasil menggagalkan upaya importasi ilegal beras dan garam. Menurut Mentan Amran, penindakan tersebut menjadi langkah penting untuk melindungi 115 juta petani Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. “Pak Menkeu, Pak Dirjen, mewakili petani 115 juta orang saya […]

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Mentan Temui 1.000 Petani Indramayu, Selesaikan Masalah Petani Sebelum Demo

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Amran menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (24/9) pagi. Pertemuan tersebut berlangsung sebelum para petani melakukan aksi demonstrasi bertepatan dengan momentum Hari Tani Nasional. Mentan Amran langsung menemui para petani setelah mendengar kedatangan mereka seusai salat subuh. Ia memilih berdialog […]

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Dorong Ekonomi Rakyat, Mentan Amran Beberkan Skema Pembiayaan Pengembangan Bioetanol

Pilarpertanian – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan skema pembiayaan pengembangan industri bioetanol nasional yang akan melibatkan BUMN, swasta, dan masyarakat. Pemerintah menyiapkan kepastian lahan dan legalitas kawasan, sementara rakyat didorong menjadi bagian dari ekosistem usaha agar manfaat ekonomi pengembangan bioetanol dapat dirasakan secara luas. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai Rapat Program Khusus […]

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

NTP Petani Tembus Rekor 129,19, Ekonomi Petani Makin Menguat

Pilarpertanian – Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Agustus 2026 mencapai 129,19, meningkat 1,05 persen dibandingkan Juli 2026 yang berada pada level 127,84. Capaian tersebut menjadi level tertinggi dan menunjukkan penguatan posisi ekonomi petani seiring harga yang diterima petani tumbuh lebih tinggi dibandingkan biaya yang harus dibayarkan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan peningkatan […]

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Perkuat Brigade Pangan, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Tani Padi bagi Brigade Pangan Model dan Penanggung Jawab (LO) Brigade Pangan Kabupaten/Kota yang berlangsung di BBPMKP Ciawi, Bogor, pada 15–17 September […]

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Kementan Buka e-RDKK 2027, Validasi Data Petani Diperketat

Pilarpertanian – Kementerian Pertanian (Kementan) mulai membuka pendataan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk penyaluran pupuk bersubsidi Tahun Anggaran 2027 pada Selasa, 22 September 2026. Dalam proses ini, Kementan memperketat validasi data agar penerima dan kebutuhan pupuk benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di lapangan. Pemutakhiran data mencakup identitas petani, luas dan lokasi lahan, komoditas […]